BALITA DAN ANAK
11 April 2020

Penanganan dan Perawatan Patah Tulang pada Balita

Ini cara merawat Si Kecil yang mengalami patah tulang dan harus digips
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Patah tulang pada balita seringkali terjadi akibat terjatuh. Kondisi ini biasanya mengenai area lengan Si Kecil. Beberapa cirinya adalah perubahan bentuk di area yang cedera dan anak kesulitan menggerakkan bagian tubuh tersebut.

Jika Moms khawatir Si Kecil mengalami patah tulang, segera bawa ia ke dokter. Dokter akan mengecek kondisi Si Kecil menggunakan sinar X, MRI, atau CT Scan, lalu memberikan penanganan yang sesuai dengan tingkat keparahan patah tulang pada balita.

Penanganan Patah Tulang pada Balita oleh Dokter

Penanganan Patah Tulang pada Balita oleh Dokter.jpg

Foto: pixabay.com

Penting membatasi pergerakan pada area yang mengalami patah tulang agar tulang bisa sembuh seiring waktu. Beberapa alat dan metode berikut bisa membantu penyembuhan patah tulang pada balita:

  • Bebat bidai atau gips parsial menggunakan perban. Pemakaiannya tidak selama gips penuh.
  • Gips, dipakai selama tiga minggu sampai tiga bulan
  • Traksi, yakni menarik bagian tubuh tertentu menggunakan tali, katrol, beban, dan rangka logam yang dipasang di tempat tidur. Menurut situs Web Children’s National, tujuannya untuk menarik otot dan urat di sekitar tulang yang patah agar ujung tulang bisa kembali ke tempat semula dan sembuh.
  • Operasi (reduction) jika ada pergeseran tulang. Terkadang, tongkat atau pin logam dipasang di dalam tulang atau di luar tubuh untuk menyatukan tulang-tulang yang patah.
  • Obat-obatan, untuk meredakan nyeri

Baca Juga: Patah Tulang Berobat ke Tempat Alternatif, Bolehkah?

Perawatan Patah Tulang pada Balita

Perawatan Patah Tulang pada Balita.jpg

Foto: pixabay.com

  • Pastikan anak beristirahat selama beberapa hari setelah mengalami patah tulang
  • Larang Si Kecil beraktivitas fisik. Jika anak terjatuh lagi di area yang sama yang sedang di gips, tulang yang patah bisa bergeser
  • Gips dan bidai harus tetap kering. Jika basah, penyangga bisa rusak dan kulit di dalamnya bisa teriritasi
  • Lepas bidai saat tidur. Jaga agar bagian tubuh yang cedera agak tinggi – misalnya menggunakan bantal atau selimut yang dilipat – selama minimal tiga malam pertama untuk mengurangi bengkak.

Baca Juga: Bukan Keseleo, Ini Tanda Balita Patah Tulang Setelah Jatuh

Konsultasi Lanjutan dengan Dokter

Konsultasi Lanjutan dengan Dokter patah tulang pada balita.jpg

Foto: pexels.com

Dokter biasanya meminta kunjungan kedua 1-2 minggu setelah konsultasi pascacedera. Moms dan Si Kecil harus datang karena dokter akan memeriksa apakah tulang Si Kecil sudah membaik.

Selain itu, berdasarkan informasi di situs web The Royal Children’s Hospital Melbourne, Moms bisa mengunjungi dokter kapan saja jika…

  • Gips pecah, melunak, terlalu kendur atau ketat, atau memiliki permukaan kasar yang bisa menyakiti kulit
  • Moms khawatir ada benda yang masuk ke dalam gips
  • Ada bau tidak sedap atau cairan keluar dari gips
  • Si Kecil merasa makin sakit

Baca Juga: 3 Kelainan Bentuk Tulang Belakang pada Balita, Yuk Cari Tahu!

Setelah gips dilepas, kulit Si Kecil mungkin akan terasa kering dan gatal. Moms bisa memandikannya dengan air hangat bersabun. Setelah itu, oleskan pelembap tanpa pewangi.

Anak-anak pelan-pelan akan berpartisipasi dalam kegiatan dan permainan ringan. Biasanya, fisioterapi tidak dibutuhkan.

Patah tulang pada balita memang menimbulkan kekhawatiran. Namun, umumnya kondisi ini tidak serius dan anak-anak bisa lebih cepat sembuh daripada orang dewasa.

Artikel Terkait