NEWBORN
1 Oktober 2020

Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

Ketahuilah penanganan mastitis pada ibu menyusui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Mastitis adalah peradangan payudara yang biasanya disebabkan oleh infeksi, suatu kondisi yang menyebabkan jaringan payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui.

Ini dapat terjadi pada setiap wanita, meskipun mastitis paling umum terjadi selama 6 bulan pertama menyusui.

Mastitis bisa menyebabkan ibu menyusui demam, sangat letih dan lesu. Selain itu, mereka juga harus menghadapi tuntutan merawat bayi baru lahir, dan akibatnya banyak wanita berhenti menyusui sama sekali.

Namun penting sekali jika Moms bisa terus menyusui. Bahkan, menyusui biasanya membantu membersihkan infeksi, dan tidak akan membahayakan bayi.

Dokter menyebut mastitis pada ibu menyusui sebagai mastitis laktasi atau mastitis puerperalis. Wanita yang tidak menyusui sering mengalami yang disebut mastitis periductal.

Kabar baiknya? Meskipun mastitis bisa menyakitkan dan menyiksa, biasanya mudah ditangani dengan pengobatan. Cari tahu lebih lanjut tentang kondisi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui berikut ini.

Baca Juga: Bisakah Memberi ASI Eksklusif Meskipun Ibu Menyusui Menderita Mastitis?

Gejala Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

gejala payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Gejala mastitis yang merupakan payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui, hampir mirip seperti saluran ASI tersumbat dan disebut juga radang payudara.

Mengutip National Health Service (NHS), mastitis biasanya hanya memengaruhi satu payudara, dan gejalanya sering kali berkembang dengan cepat. Gejala mastitis dapat mencakup payudara meradang dan bengkak yang kadang terasa panas dan nyeri ketika disentuh.

Selain itu, ada juga benjolan payudara atau bagian yang mengeras pada payudara, serta rasa nyeri dan terbakar di payudara, frekuensinya lebih sering dan lama atau hanya dapat terjadi ketika sedang menyusui, bahkan terkadang disertai demam dan payudara panas jika diraba.

Kondisi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui ini disertai dengan keluarnya abses atau radang jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya rongga tempat nanah mengumpul.

Biasanya nanah berwarna putih atau mengandung bercak darah pada payudara. Mastitis juga terkadang disertai gejala seperti flu, seperti nyeri, suhu tinggi (demam), menggigil dan kelelahan.

Baca Juga: 6 Hal yang Memicu Rasa Sakit saat Menyusui

Penyebab Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

penyebab payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, mastitis pada ibu menyusui sering disebabkan oleh penumpukan susu di dalam payudara. Ini disebut juga stasis susu atau ASI tersumbat yaitu terhentinya cairan susu dalam payudara.

Stasis susu dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk bayi tidak benar-benar mengisap payudara selama menyusui. Ini berarti bahwa ASI yang keluar tidak cukup banyak. Moms perlu memperbaiki posisi menyusui yang benar sehingga membantu bayi Moms mengisap ASI dengan benar.

Payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui bisa juga dikarenakan bakteri dari permukaan kulit dan mulut bayi dapat masuk ke saluran ASI melalui celah di kulit puting susu atau melalui lubang saluran susu.

Susu yang menggenang di payudara yang tidak dikosongkan memberikan tempat berkembang biak bagi bakteri.

Selain itu, kondisi mastitis juga termasuk bayi mengalami masalah mengisap, dan jarang menyusui atau sering terlewatkan. Misalnya, ketika bayi mulai tidur sepanjang malam.

Penyebab payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui juga bisa karena terlalu sering menyusui dengan salah satu payudara. Misalnya, karena salah satu puting sakit. Ini dapat menyebabkan ASI tersumbat (stasis susu) berkembang pada payudara lainnya.

Terjadinya benturan atau pukulan pada payudara juga bisa menimbulkan kondisi mastitis, yang dapat merusak saluran atau kelenjar susu di payudara.

Tekanan pada payudara, juga dapat menjadi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui. Misalnya karena pakaian ketat (termasuk bra), sabuk pengaman atau tidur tengkurap.

Dalam beberapa kasus, ASI tersumbat ini juga dapat terinfeksi dengan bakteri, yang dikenal sebagai mastitis infektif.

Pada wanita yang tidak menyusui, payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui ini paling sering terjadi ketika payudara terinfeksi sebagai akibat dari kerusakan pada puting, seperti puting lecet atau luka.

Baca Juga: Masalah Umum Ibu Menyusui yang Sering Terjadi (Part 1)

Penanganan Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

penanganan payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Dalam European Journal of Breast Health, jika tidak diobati, mastitis dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang mengakibatkan abses. Abses laktasi seringkali merupakan perkembangan dari mastitis atau peradangan payudara laktasi.

Faktor risiko pembentukan abses payudara laktasi meliputi kehamilan pertama pada usia ibu di atas 30 tahun, kehamilan lebih dari 41 minggu, dan mastitis.

Mastitis biasanya dapat dengan mudah diobati dan kebanyakan wanita bisa cepat pulih. Ada beberapa tindakan yang dapat Moms lakukan sendiri yang sering kali sangat membantu.

Moms cukup istirahat dan banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi sekaligus membantu menurunkan demam, yang dapa membantu menangani kondisi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui.

Minumlah obat pereda rasa sakit sesuai anjuran dokter, seperti parasetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakit atau demam. Serta hindari pakaian ketat termasuk bra sampai gejala mastitis membaik.

Moms juga dapat kompres payudara dengan air hangat atau kain yang dibasahi air hangat pada bagian yang lecet sebelum memberikan ASI, serta memijat payudara dengan lembut selagi memberikan ASI pada bayi.

Jika Moms sedang menyusui, teruskan pemberian ASI meskipun payudara mengalami abses atau pembengkakan dan pastikan bayi mengisap payudara dengan benar.

Jangan lupa untuk sering mengubah posisi menyusui untuk membantu mengurangi sumbatan ASI, dan membantu menangani payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui.

Berusahalah memberi ASI lebih sering dari biasanya, peraslah ASI yang tersisa setelah dan selama menyusui.

Bagi wanita yang tidak menyusui dengan mastitis dan ibu menyusui yang diduga terinfeksi mastitis, tablet antibiotik biasanya akan diresepkan untuk mengendalikan infeksi.

Baca Juga: Masalah Umum Ibu Menyusui yang Sering Terjadi (Part 2)

Pencegahan Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

pencegahan payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui biasanya dapat diobati dengan mudah, kondisi tersebut dapat kambuh jika penyebab dasarnya tidak segera ditangani.

Jika sedang menyusui, Moms dapat membantu mengurangi risiko terkena mastitis dengan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan ASI tersumbat di payudara.

Melansir Family Doctor, coba berikan ASI secara eksklusif selama enam bulan, jika memungkinkan. Serta, menyusuilah sesering mungkin, terutama ketika payudara terasa penuh dan membengkak.

Pastikan bayi Moms betul-betul mengisap payudara dengan benar selama menyusui, dan biarkan bayi Moms mengisap ASI sampai selesai. Aturlah jarak waktu menyusui. Jika mungkin, lakukan secara bertahap.

Hindari tekanan pada payudara akibat pakaian ketat, termasuk bra. Pilih bra menyusui yang nyaman.

Jika Moms tidak mulai merasa lebih baik 24 jam setelah mencoba langkah pencegahan ini, atau jika gejalanya semakin parah, hubungi dokter. mungkin membutuhkan obat untuk menangani payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui.

Dokter juga kemungkinan besar akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi. Moms akan mulai merasa lebih baik beberapa hari setelah mulai menggunakan antibiotik.

Tetapi pastikan Moms mengonsumsi semua antibiotik yang diresepkan dokter untuk mencegah resistensi antibiotik.

Obat nyeri tanpa resep seperti acetaminophen (nama merek: Tylenol) atau ibuprofen (nama merek: Advil) dapat membantu meredakan nyeri. Mandi air hangat juga bisa membantu meredakan nyeri.

Penting untuk tetap menyusui saat Moms menderita mastitis. ASI Anda tidak akan berdampak buruk bagi bayi, bahkan jika Moms menderita payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui, meskipun beberapa bayi mungkin tidak menyukai rasanya.

Ini karena bila Moms berhenti menyusui, kuman dapat menyebar di dalam ASI yang tertinggal di payudara, dan dapat memperburuk infeksi. Untuk Moms yang tidak dapat menyusui bayi, maka harus memompa payudara untuk mengeluarkan ASI.

Istirahat yang cukup dan minum lebih banyak cairan dapat membantu Moms merasa lebih baik lebih cepat. Bicaralah dengan dokter jika gejala memburuk.

Artikel Terkait