PROGRAM HAMIL
10 Juni 2019

Penderita Asma Lebih Sulit Hamil, Benarkah?

Ini yang harus dilakukan oleh penderita asma agar dapat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani



Perempuan yang menderita asma bisa jadi lebih sulit untuk hamil. Temuan itu disampaikan oleh sejumlah peneliti asal Denmark.

Para peneliti itu telah menganalisis informasi dari lebih dari 15.000 perempuan di Denmark, termasuk 950 di antaranya yang menderita penyakit asma.

Dikutip dari situs Livescience, salah satu pertanyaan yang diajukan kepada mereka adalah apakah mereka telah berusaha untuk hamil selama lebih dari setahun.

Sebanyak 27 persen di antaranya menjawab ya, sedangkan 21 persen menjawab tidak. Para ahli meyakini bahwa calon ibu hamil dengan asma itu cenderung mengalami penundaan kehamilan jika mereka menderita asma yang tidak diobati, serta bila mereka menderita asma dan berusia di atas 30 tahun.

Para peneliti mengatakan hubungan antara penyakit asma dan lamanya waktu untuk hamil tetap ada bahkan setelah mereka memperhitungkan faktor-faktor yang dapat memengaruhi peluang kehamilan, seperti usia, indeks massa tubuh, dan status merokok setiap perempuan.

Namun, para peneliti menyatakan mereka belum dapat menemukan alasan utama perempuan penderita asma lebih sulit untuk hamil.

Baca Juga: Jaga Kebersihan Rumah Supaya Asma Tidak Kumat

Penderita Asma Lebih Jarang Berhubungan Seks

Screen Shot 2019-06-09 at 21.30.57.png

Foto: preganant.sg

Dr. Avner Hershlag, ketua Center For Human Reproduction di North Shore University Hospital di Manhasset, New York, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut mempunyai dugaan tersendiri. Menurutnya, penderita asma lebih sulit untuk hamil karena mereka lebih jarang berhubungan seks.

“Jika Anda mempunyai kondisi medis yang mengganggu kehidupan sehari-hari, kemungkinan besar kondisi tersebut juga memengaruhi jadwal konsepsi Anda dan pasangan,” ujar Hershlag.

Menurutnya, saat penderita asma sedang kambuh, alih-alih berpikir untuk berusaha hamil, ia akan memilih berfokus untuk menyembuhkan diri. Setelah ia sembuh dan kondisi tersebut stabil, barulah ia dapat kembali memfokuskan perhatiannya pada upaya hamil.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Hubungan Asma dan Infertilitas

istock 500526175x 978x624

Foto: netdna-ssl.com

Sementara itu, hasil studi lain yang diterbitkan di European Respiratory Journal menemukan bahwa asma berhubungan dengan infertilitas, tetapi tidak pada perempuan yang menggunakan pencegah asma secara rutin.

Studi tersebut dipimpin oleh Dr. Luke Grzeskowiak, peneliti dan ahli farmasi dari Robinson Research Institute di University of Adelaide, Australia.

Ia mengatakan, perempuan penderita asma yang rutin menggunakan inhaler berisi obat kortikosteroid untuk mencegah kambuhnya gejala asma tidak mengalami penurunan kesuburan.

Dokter Grzeskowiak juga mengatakan, terdapat sejumlah studi yang berusaha mengidentifikasi hubungan antara asma dan kesuburan perempuan. Meskipun demikian, dampak dari perawatan asma terhadap kesuburan masih belum jelas.

“Sudah ada banyak bukti yang menunjukkan asma saat hamil dapat berdampak negatif terhadap kesehatan bumil maupun janin yang dikandungnya. Sebaiknya calon ibu hamil dengan asma mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan asma mereka sebelum mencoba untuk hamil,” saran dokter Grzeskowiak.

Ternyata, selain asma, banyak juga faktor lain yang membuat penderita asma jadi sulit hamil ya Moms. Jika Moms menderita asma dan berencana hamil, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

(AN/AND)

Artikel Terkait