KESEHATAN
3 Juli 2019

Akibat Asap Penduduk Palangka Raya Terserang ISPA, Yuk Kenali Penyebab ISPA!

Kebakaran hutan dan asap menyebabkan penduduk terkena ISPA
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Kerap terjadinya kebakaran hutan di Indonesia, khususnya daerah Kalimantan tentu bukan menjadi sebuah hal yang patut dibanggakan.

Dikutip dari Detik News, kabut asap akibat kebakaran hutan mengakibatkan ratusan warga di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sejak 20 Mei sampai 8 Juni, jumlah penderita ISPA mencapai 327 orang.

Bila kebakaran terus terjadi, tidak menutup kemungkinan ancaman kabut asap akan terulang seperti 2015 lalu. Sebelumnya, sejak Juli-Agustus 2015, penderita ISPA karena asap mencapai 38.858 orang di daerah Kalimantan Timur.

"Kami berharap masyarakat waspada sebelum terjadinya penyakit tersebut. Tingkatkan daya tahan tubuh, otomatis penyakit tidak akan datang. Caranya adalah minum air putih yang banyak, makan buah yang banyak," ujar Riduan, kepala UPT Puskesmas Pahandut, Palangka Raya, pada Detik News.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan ini lebih lanjut, mari simak ulasan mengenai ISPA di bawah ini.

Baca Juga: Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

Apa Itu ISPA?

ispa-2.jpg

Mengutip Medical News Today, ISPA merupakan infeksi yang memengaruhi saluran udara bagian atas. Beberapa saluran udara tersebut termasuk:

  • Laring, organ berotot yang berisi pita suara
  • Rongga hidung, yang merupakan ruang di atas dan di belakang hidung
  • Saluran hidung, atau lubang hidung
  • Faring, yaitu rongga di belakang hidung dan mulut

"Bagian atas jalan pernapasan ini rentan terhadap banyak infeksi bakteri dan virus yang dapat menyebabkan berbagai gejala, dengan tingkat keparahan yang bervariasi," jelas Dr. Chao Siew Shuen, ahli bedah THT yang berpraktik di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura, melansir situs Gleneagles.

Lebih lanjut, ia menambahkan, "Infeksi dan penyakit yang ditularkan melalui udara mudah menyebar melalui kontak dengan orang lain, dan sering ditransfer dengan melalui bersin atau batuk."

Gejala-gejala ISPA

ispa-3.jpg

Ada beberapa gejala ISPA yang paling umum terjadi. Hal ini meliputi:

  • Batuk
  • Ketidaknyamanan di saluran hidung
  • Demam ringan, yang lebih sering terjadi pada anak-anak
  • Kelebihan lendir
  • Hidung tersumbat
  • Rasa sakit atau tekanan di belakang wajah
  • Pilek
  • Tenggorokan gatal atau sakit
  • Bersin

Sementara, ada juga beberapa gejala yang kurang umum tetapi masih bisa terjadi, seperti:

  • Bau mulut
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Hyposmia, atau hilangnya indera penciuman
  • Mata gatal

Baca Juga: Terapi Kesehatan untuk Pernapasan Si Kecil

Apa yang Menjadi Penyebab ISPA?

ispa-4.jpg

Penyebab ISPA hampir selalu dikarenakan oleh virus. Tetesan air liur dan lendir yang terinfeksi menyembur ke udara ketika seseorang bersin atau batuk.

Orang lain mungkin menghirupnya, atau mereka dapat mendarat di permukaan yang disentuh orang lain. Jika orang lain menyentuhnya dan meletakkan tangan mereka di dekat mulutnya, mereka kemungkinan besar akan terinfeksi.

Penyebab ISPA yang lainnya termasuk:

  • Terjadi kerusakan saluran udara atau rongga hidung
  • Jarang mencuci tangan
  • Melakukan kontak dengan kelompok anak-anak
  • Mengalami gangguan autoimun
  • Pengangkatan adenoid atau amandel, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh
  • Terpapar rokok dan asap rokok
  • Menghabiskan waktu di rumah sakit atau di pusat perawatan

Baca Juga: Patut Diwaspadai, Ini Gejala Sesak Napas Saat Hamil Akibat Asma

Kapan Harus Mengunjungi Dokter?

ispa-1.jpg

Seperti halnya dengan penyakit lain, tingkat keparahan ISPA menentukan apakah itu bisa dikatakan hal yang darurat atau tidak. Namun, ISPA umumnya akan sembuh dengan sendirinya.

"Bayi dan orang tua memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi, sehingga mereka harus mencari pengobatan lebih awal jika kondisi tidak kunjung membaik setelah beberapa hari," jelas Shuen.

Namun, bagi yag mengidap ISPA, kemungkinan besar tidak akan diresepkan antibiotik, karena antibiotik hanya bekerja melawan bakteri.

"Infeksi saluran pernapasan hampir selalu disebabkan oleh virus, sementara antibiotik hanya bekerja melawan bakteri. Obat-obatan ini tidak memiliki efek pada virus," kata Marvin M. Lipman, M.D., kepala penasihat medis Consumer Reports.

Namun, gejala-gejala berikut mungkin merupakan indikasi penyakit ISPA yang lebih parah dan harus segera mencari bantuan medis:

  • Sulit bernapas
  • Demam tinggi dan tidak kunjung sembuh
  • Kulit atau bibir yang pucat atau biru
  • Penyakit pernapasan disertai pusing, mual atau pusing
  • Penyakit pernapasan yang berkepanjangan
Artikel Terkait