KESEHATAN
24 Maret 2019

Penelitian 75 Tahun Ungkap Rahasia Hidup Bahagia

Jalinlah hubungan yang baik dengan sesama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Hidup bahagia menjadi impian semua orang. Tidak ada orang yang tidak ingin hidupnya bahagia. Betul tidak Moms?

Tahukah Moms bahwa ada sebuah penelitian tentang hidup bahagia dikerjakan 75 tahun lamanya? Studi Grant dan Glueck dari Harvard telah melacak kesejahteraan fisik dan emosional dari dua populasi.

Dua populasi tersebut adalah 456 pria miskin tumbuh di Boston dari tahun 1939 hingga 2014 (studi Grant), dan 268 pria lulusan Harvard tahun 1939 hingga 1944 (studi Glueck).

Pentingnya Kualitas Hubungan

636102055091786055 14007062 happy

Foto: Theodysseyonline.com

Penelitian ini menunjukkan bahwa memiliki seseorang yang bisa diandalkan membantu sistem saraf untuk rileks, menjaga kesehatan otak lebih lama, dan mengurangi rasa sakit emosional maupun fisik.

Mereka yang merasa kesepian menunjukkan penurunan kesehatan fisik dan bahkan meninggal lebih muda.

Namun, ini bukan berarti jumlah teman yang dimiliki atau hubungan romantis yang sempurna, melainkan kualitas dari hubungan terdekat. 

Menurut George Vaillant, psikiater Harvard, yang mengarahkan penelitian ini dari tahun 1972 hingga 2004, ada dua elemen mendasar. “Yang pertama adalah cinta, dan yang kedua adalah menemukan cara untuk mengatasi kehidupan agar tidak mengusir cinta itu pergi,” ungkapnya.

Baca Juga: Siapa Sangka Stres Bisa Menular? Simak Penjelasannya di Sini!

Pentingnya Perkembangan Pribadi

bigstock summer holidays vacation ha 68278324

Foto: Apexmedical.com

Mengandalkan cinta saja tidaklah cukup. Kita sebagai individu pun harus mampu mengatasi stres dan emosi.

Karena ketika dihadapkan dengan usaha mempertahankan sebuah hubungan baik di mana cinta itu ada, dan di saat yang bersamaan harus mengatasi trauma, kita bisa kehilangan cinta jika tidak bisa menghadapi dan menyembuhkan diri dari trauma.

Secara psikologis, mengusir rasa cinta itu pergi merupakan sebuah “pembelaan diri” demi melindungi diri sendiri dari ketidaknyamanan dalam perasaan dan pikiran.

Hal ini mungkin saja terjadi ketika kita amat merindukan sebuah koneksi yang dalam tapi terlalu rentan akan tersakiti dan tanpa sadar menjadi defensif dan mengusir cinta. Oleh karena itu perkembangan pribadi adalah penting dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga: Bagaimana Cara Ampuh Mengatasi Insomnia?

Kebahagiaan Bisa Datang dari Mana Saja

o happy people facebook

Foto: Gr8club.net

Tentu hidup masing-masing orang adalah urusan pribadi dan kebutuhan yang dipenuhi pun berbeda-beda. Tak semua orang menemukan kebahagiaan dengan menikah dan berkeluarga.

Ada orang yang menemukan kebahagiaan cukup dengan lingkungan kerjanya atau hobinya. Perlu diingat pula bahwa tak selalu kebahagiaan itu diraih dengan menjalin hubungan romantis.

Hubungan sesederhana persahabatan pun tak kalah membahagiakannya selama hubungan itu berkualitas.

Ternyata, jalan untuk mendapatkan kebahagiaan itu bisa berbeda satu sama lain ya Moms. Jadi, tentu kita juga harus bisa menghargai keputusan orang terkait kebahagiaan mereka. Setuju tidak?

(MDA)

Artikel Terkait