TREN
14 Juli 2016

Pengantin Baru, Bingung Mulai Merencanakan Keuangan dari Mana? Simak Kiat Ini

Uang adalah masalah sensitif, cari tahu di sini kiat mengatasinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ninda)
Disunting oleh (ninda)

Menikah adalah soal menyatukan dua orang yang tentu memiliki latar belakang berbeda, termasuk cara mengelola keuangan yang diwariskan oleh orang tua. Dalam perkawinan, masalah uang tetap jadi urusan sensitif, lho. Anda akan melakukan banyak penyesuaian di awal pernikahan. Untuk Anda yang akan menikah atau baru menikah dan bingung harus mulai mengelola keuangan dari mana, simak kiat ini.

Mulailah dengan meluangkan waktu khusus untuk berbicara soal latar belakang keuangan

Anda bisa melakukannya saat santai setelah pulang berbulan madu. Bersikaplah terbuka dan jujur. Bicarakan mulai tentang cara orang tua masing-masing mengelola keuangan, apakah Anda termasuk orang yang boros atau hemat, tentang keuangan pribadi (gaji, aset, investasi, asuransi, simpanan hari tua, hutang kartu kredit, pinjaman, gadai, dan sebagainya), sampai rencana Anda di masa depan.

Rencanakan anggaran rumah tangga

Tentukan tiga macam tujuan keuangan Anda dan pasangan, yakni dana darurat (jangka 3-6 bulan untuk pengeluaran pokok), jangka 1-5 tahun (misalnya DP rumah atau mobil dan liburan), dan jangka panjang (misalnya pendidikan anak dan pensiun). Kemudian, rencanakan anggaran rumah tangga Anda untuk pengeluaran pokok seperti makan, sewa tempat tinggal, transportasi, dan belanja keperluan rumah tangga, serta pengeluaran sekunder seperti gym, belanja pakaian, hiburan, dan sebagainya. Untuk besarannya, Anda bisa merujuk pada pengeluaran Anda selama minimal sebulan. Sebisa mungkin, pastikan pengeluaran Anda berdua per bulan tak lebih dari 80% pendapatan.

2bodytekspengantinbaru

Diskusikan siapa yang akan membayar tagihan

Apakah hanya Anda atau pasangan yang bekerja, atau dua-duanya punya penghasilan? Jika Anda berdua bekerja, sepakati siapa yang akan membiayai pengeluaran sehari-hari dan siapa yang gajinya untuk investasi dan cicilan.

Bicarakan soal rekening bersama dan rekening pribadi

Ada tiga pilihan, yakni suami-istri memiliki rekening bersama tanpa rekening pribadi, kombinasi rekening bersama dan rekening pribadi, atau hanya rekening pribadi tanpa rekening bersama. Bicarakan soal ini, karena sejak menikah, ada pengeluaran yang harus dibagi, namun jangan sampai meniadakan uang pribadi sama sekali. Jika memutuskan membuka rekening bersama, baik suami maupun istri harus sama-sama punya akses ke rekening tersebut. Masing-masing punya kartunya serta tahu username dan password-nya.

Tetapkan batasan untuk pembelian bernilai besar

Anda berdua perlu membahas berapa batasan nilai barang yang bisa dibeli sendiri tanpa perlu mendiskusikannya dengan pasangan. Jadi, kalau Anda ingin membeli barang dengan harga lebih dari batasan tersebut, Anda perlu berbicara dulu dengan pasangan. Tips lainnya, jika Anda berdua ingin membeli sebuah barang yang agak mahal seperti sofa baru, jangan langsung beli. Tunggu minimal sehari agar Anda punya waktu untuk berdiskusi dengan pasangan dan untuk mencegah membeli barang yang tak begitu perlu.

Setelah menikah, soal mengatur keuangan memang tidak bisa sebebas waktu lajang dahulu. Namun, seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Anda akan menikah dalam waktu lama, jadi berkorban dahulu tak apa agar di masa tua nanti bisa menikmati hasilnya.

Foto: She Knows

Artikel Terkait