KEHAMILAN
16 Agustus 2020

4 Pengaruh Bertengkar dengan Pasangan Saat Hamil pada Janin

Saat hamil, mungkin Moms dan Dads kerap bertengkar.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat Moms hamil, Si Kecil dalam kandungan dapat merasakan semua yang dialamimu. Termasuk suara-suara di lingkungan, udara yang Moms hirup, makanan yang dimakan, serta emosi yang Moms rasakan.

Ketika Moms merasa bahagia dan tenang, maka memungkinkan Si Kecil untuk berkembang di lingkungan yang sama.

Namun, emosi seperti stres dan kecemasan dapat meningkatkan hormon tertentu dalam tubuh, yang dapat memengaruhi perkembangan tubuh maupun otak Si Kecil.

Tidak peduli seberapa sehat hubungan pasangan itu, pasti ada beberapa pertengkaran di sana-sini. Dan beberapa ketidaksepakatan sesekali biasanya bukan masalah besar.

Baca Juga: Bertengkar dengan Pasangan, Yuk Cari Tahu Cara Memperbaiki Hubungan Berdasarkan Zodiak

Pengaruh Bertengkar dengan Pasangan Saat Hamil pada Janin

Menurut artikel Tommys.org, hormon kehamilan membuat Moms mudah merasakan perpaduan antara emosi yang pasang surut, sehingga membuat lebih rentan juga cemas.

Beberapa juga mungkin mengalami kesulitan dalam mengatasi gejala atau bahkan memiliki kompliksi selama kehamilan mereka sehingga menambahkan stress.

Hubungan yang positif antara Moms dan Dads maka akan membuat lebih mampu menghadapi situasi ini.

Kebalikannya, hubungan yang buruk dapat membuat Moms merasa terpuruk. Lalu, apa saja pengaruh orang tua bertengkar pada janin?

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Calon Ibu Jangan Bertengkar dengan Suami Saat Hamil

1. Perkembangan Otak Terbatas

pengaruh orang tua bertengkar pada janin

Foto: Orami Photo Stocks

Perkembangan otak menjadi yang terpengaruh orangtua bertengkar pada janin.

Tak hanya memengaruhi IQ Si Kecil tetapi juga kemampuannya mengelola emosi di kemudian hari. Journal of Child Psychology and Psychiatry, and Allied Disciplines menerangkan, Si Kecil yang terkena stress tingkat tinggi selama kehamilan cenderung mengalami kecemasan dan memiliki amigdala lebih besar,yang merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur respons terhadap rangsangan yang menakutkan.

Baca Juga: Takut Bertengkar, Ini 4 Trik Mengatasi Beda Pendapat Jika Mertua Minta Cucu

2. Kelainan Bentuk Fisik

Apabila Moms dan Dads bertengkar terutama melibatkan fisik tentu dapat membahayakan Si Kecil.

Hal ini dapat menghasilkan risiko kelahiran mati tertinggi.

Kekerasan fisik selama kehamilan juga dapat menyebabkan berat badan lahir rendah, cedera fisik, hingga pendarahan.

Baca Juga:Menurut Ahli, Make Up Sex atau Seks Setelah Bertengkar Justru Lebih Menggairahkan

3. Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

pengaruh orang tua bertengkar pada janin

Foto: Orami Photo Stocks

Peningkatan stres, selama atau setelah perkelahian, juga dapat menekan sistem kekebalan anak, yang menyebabkan masalah penyakit dan kesehatan di masa depan.

4. Gangguan Perkembangan Fisiologis dan Biologis

Kemarahan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta adrenalin dan epinefrin, berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan dan menyebabkan pembuluh darah mengerut.

Hal ini menghasilkan pengurangan oksigen ke rahim, sehingga mengganggu suplai darah janin.

Ini juga dapat menyebabkan, bisul, asma, tekanan darah tinggi (hipertensi), masalah jantung, sakit kepala, gangguan kulit dan masalah pencernaan.

Baca Juga:5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Bertengkar dengan Suami, Bahaya!

Seorang pelatih kehidupan sekaligus penasihat orang tua baru, Rhona Berens, PhD, CPCC, mengungkapkan faktor penting dalam membangun hubungan bahagia adalah kualitas hubungan Moms dan Dads saat masih mengharapkannya.

Menurut penelitian American Psychological Association, sekitar 70 persen pasangan mengalami penurunan kualitas dalam hubungan mereka setelah kelahiran seorang anak.

Jadi Moms dan Dads ingat atau berpegangan ketika datang ke perselisihan. "Untuk argumen apa pun, berhentilah menghakimi dan mencoba membujuk, dan tanyakan, 'Apa yang penting bagi Anda tentang perselisihan itu?'" Kata Berens. Selamat mencoba!

Artikel Terkait