PARENTING
18 Juni 2019

Pengaruh Gadget Terhadap Stimulasi Bayi

Adakah pengaruh gadget terhadap stimulasinya? Ini faktanya
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Orami

Kemampuan motorik anak harus dilatih sejak ia masih dini. Cara melatihnya dengan memberikan stimulasi sejak bayi. Hal ini penting dilakukan mengingat kemampuan motorik akan berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangannya, juga pada kemampuan kognitifnya. Kemampuan motorik yang nantinya memampukan anak untuk dapat duduk, berjalan dengan stabil, berlari, menendang, makan sendiri, dan melakukan aktivitas lainnya.

Adapun kegiatan motorik adalah kegiatan yang melibatkan koordinasi otot-otot pada badan manusia, yang meliputi pergerakan pada otot-otot besar yang disebut motorik kasar maupun pergerakan otot kecil yang disebut kegiatan motorik halus.

Baca Juga: Cara Stimulasi Bayi dalam Kandungan

Tahap Kemampuan Motorik Anak

stimulasi bayi

Foto: raisingchildren.net.au

Menurut seorang early childhood practitioner bernama Carmelia Riyadhni, umumnya perkembangan kemampuan motorik anak berawal dari kepala hingga ke kaki, atau dari atas hingga ke bawah.

Selain itu, perkembangan motoriknya juga bisa dari tengah ke luar, misalkan pada kemampuan tangan. Jika tadinya anak hanya mampu mengambil dengan cara meraup, maka lama-kelamaan ia bisa mengambil dengan lebih detail yaitu menggunakan jempol dan telunjuk.

Setiap kemampuan motorik anak berawal dari gerakan sederhana yang terbentuk sejak ia masih bayi hingga nanti menjadi gerakan lebih kompleks, yaitu:

● Usia 0-3 bulan: bayi bisa memutar dan mengangkat kepala.

● Usia 3-6 bulan: bayi bisa berguling dan belajar untuk duduk.

● Usia 6-12 bulan: bayi bisa belajar berdiri.

Nah, terkait dengan stimulasi yang diberikan kepada bayi, terkadang orang tua membiarkan anak untuk menggunakan gadget untuk memudahkan stimulasi tersebut. Misalkan, saat mengajarkan anak untuk makan sendiri, orang tua membiarkan anak untuk menonton lewat gadget agar anak lebih tertarik.

Sebenarnya, berbahayakah membiarkan anak untuk menggunakan gadget sejak dini? Dan apakah hal tersebut dapat memengaruhi stimulasinya? Ini ulasannya.

Baca Juga: 5 Cara Stimulasi Kemampuan Indra Bayi

Penggunaan Gadget dengan Bijak

gadget

Foto: stockysy

Teknologi nyatanya memang bisa dihindari dan ini menjadi tantangan tersendiri, ya, Moms. Namun, pengenalan dan penggunaan gadget untuk anak bisa dilakukan dengan bijak dan semua kendali ada pada orang tua. Jangan sampai proses pengenalan gadget memengaruhi keefektifan stimulasi yang diberikan orang tua pada anaknya.

“Penggunaan gadget bisa dilakukan secara bijak, seperti menetapkan aturan kapan bisa memakai gadget atau tidak kepada anak juga berapa lama anak bisa menggunakan gadget tersebut,” ungkap Carmelia pada saat bincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, Selasa (5/3) lalu.

Baca Juga: 4 Stimulasi Agar Bayi Bisa Merangkak dengan Lincah

Jika dikaitkan dengan stimulasi motorik, maka caranya Moms dan pasangan bisa memberikan selingan kegiatan-kegiatan lain kepada anak selain dari bermain gadget itu sendiri. Cara ini bisa melatih anak agar tidak bergantungan dengan penggunaan gadget.

“Misalkan begini, anak sudah mendapat jatah untuk menonton selama 20 menit, di waktu lainnya, Moms bisa mengajak main kira-kira 1 sampai 1,5 jam agar anak bergerak. Bisa juga dengan mengatur waktu memakai gadget dan beraktivitas dengan perbandingan 1:5, 10 menit untuk menggunakan gadget dan 50 menit untuk kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan gadget, begitu terus kelipatannya,” lanjut Carmelia.

Perlu diketahui, Moms, jika anak terlalu lama menggunakan gadget, ia menjadi malas untuk bergerak dan akhirnya stimulasinya tidak berjalan secara maksimal. Perkenalkan anak terhadap jenis-jenis permainan yang menyenangkan tanpa harus melihat gadget.

Lalu, bagaimana anak merengek jika tidak diberikan gadget? Nah, anak merengek atau rewel bisa jadi karena sudah kebiasaan untuk menonton lewat gadget. Untuk menghentikan kebiasaan ini memang membutuhkan kesabaran dan alternatif kegiatan lain. Diharapkan Moms dan pasangan tetap bersabar dan dengan konsisten memberikan kegiatan bermain yang melatih kemampuan motorik anak juga, ya!

(DG/IRN)

Artikel Terkait