KESEHATAN
8 April 2019

Pengaruh Perubahan Iklim Pada Kesehatan Manusia

Belum terasa sekarang karena dampak perubahan iklim akan dirasakan oleh anak cucu kita nantinya
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Penelitian, studi, laporan, dan segala pemberitaan mengenai perubahan iklim terus menunjukkan keadaan bumi yang kian memburuk.

Pasalnya, tahun 2014 lalu badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan perubahan iklim akan mengakibatkan meningkatnya angka kematian hingga 250.000 per tahunnya antara tahun 2030 dan 2050. Penyebabnya yakni kekurangan gizi, stress akibat panas, dan malaria.

Tinjauan terbaru mengenai laporan tersebut baru saja di publish Januari lalu dalam The New England Journal of Medicine dan dikatakan bahwa perkiraan WHO itu adalah sebuah estimasi.

Hal ini karena penelitian yang mengacu pada laporan tersebut tidak memperhitungkan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi tingkat kematian.

Misalnya, perpindahan penduduk dan pengurangan produktivitas tenaga kerja dari petani karena peningkatan panas. Hal ini dinyatakan oleh rekan penulis penelitian, Dr. Andrew Haines, ahli epidemiologi dan mantan direktur London School Hygiene & Tropical Medicine, kepada CNN.

Youssef Nassef, Direktur Program Adaptasi sekretariat UNFCCC, mengatakan bahwa “Laporan mengenai risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan jelas menyoroti perlunya PBB dan mitra untuk terus memperkuat tindakan mereka demi mendukung pemerintah membangun ketahanan iklim, termasuk langkah-langkah untuk melindungi kesehatan manusia.”

Baca Juga: Hati-hati! Hipertensi Bisa Menyebabkan 5 Komplikasi Penyakit Ini

Pengaruh Perubahan Iklim Pada Kesehatan Manusia

Seberapa besarkah pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan manusia? Berikut ulasan lebih lanjut, dilaporkan olehUnited Nations Framework Convention on Climate Change:

1. Anak-anak, manula, wanita hamil, dan kelompok tertentu marginalisasi sosial lebih rentan terhadap dampak kesehatan yang peka terhadap iklim karena usia mereka. Hal ini menyangkut situasi sosial ekonomi dari masalah kesehatan yang disebabkan perubahan iklim yang begitu besar.

2. Penyakit menular yang terbawa oleh aliran sungai sangatlah sensitif terhadap kondisi iklim. Kekhawatiran utama di negara maju dan berkembang adalah meningkatnya penyebaran penyakit diare secara geografis.

3. Perubahan iklim memperpanjang musim penularan dan memperluas jangkauan geografis berbagai penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

4. Perubahan iklim mengundang masalah kesehatan baru serta memunculkan masalah yang sudah ada, seperti gelombang panas dan peristiwa ekstrim lainnya. Stress akibat cuaca panas dapat membuat kondisi kerja tak tertahankan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, pernapasan, dan ginjal.

5. Malnutrisi dan kurang gizi merupakan i keprihatinan bagi sejumlah negara berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, yang membahas dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan. Khususnya yang berkaitan dengan banjir dan kekeringan.

Baca Juga: Urine Berbau Tidak Sedap, Hati-Hati Terkena 5 Penyakit Ini

Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Dengan keadaan bumi yang tampaknya kian memburuk ini, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim? Pilihan makanan adalah salah satu faktor pengaruh terbesar dalam perubahan iklim—khususnya daging dan susu.

Industri daging berkontribusi terhadap pemanasan global karena sapi yang bersendawa akibat mengonsumsi makanan proses akan melepaskan banyak gas rumah kaca (metana).

Tapi tenang, ini bukan berarti Moms wajib menjadi vegetarian atau vegan supaya menimbulkan perubahan. Cukup dengan mengurangi asupan daging sedikit demi sedikit dan menjadi ‘flexitarian’.

Weber dan Matthews, dua insinyur lingkungan, menemukan bahwa sebagian besar gas rumah kaca dihasilkan dalam tahap produksi, bukan pada tahap distribusi. Membeli produk lokal itu bagus, tetapi cara makanan tersebut diproduksi jauh lebih penting untuk dipahami.

Ternyata mengerikan sekali ya dampak perubahan iklim pada kesehatan manusia?

(MDA/INT)

Artikel Terkait