KEHAMILAN
18 November 2019

Pengaruh Tato dan Tindik pada Ibu Hamil, Apa Sajakah?

Para perempuan tidak pernah tahu bagaimana tubuh mereka benar-benar berubah hingga masa kehamilan.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Apakah ada pengaruh tato dan tindik pada ibu hamil? Sebab, para perempuan tidak pernah tahu bagaimana tubuh mereka benar-benar berubah hingga masa kehamilan.

Ahli mengatakan saat hamil, banyak bagian kulit yang melar dan seni pada tubuh bisa saja menjadi buram, pudar, atau cacat.

Cameron Rokhsar, MD, Associate Professor dermatologi klinis di Rumah Sakit Mount Sinai, di New York City mengatakan tato di perut, payudara, atau pinggul kemungkinan besar akan berubah karena area-area tersebut paling berkembang.

Beberapa tato juga bertahan dalam segi ukuran dan bentuknya, tetapi tanda peregangan berkembang di dalamnya dan membuatnya memudar.

"Seberapa besar pengaruh jangka panjang kehamilan pada seni tubuh sebagian besar tergantung pada genetika," kata Dr. Rokhsar.

Lotion dan krim tidak akan mencegah stretch mark, tetapi jika kulit kembali ke ukuran semula, tato pada tubuh ibu yang sudah melahirkan mungkin terlihat sama seperti dulu.

Kalau tidak, seorang seniman tato harus bisa memperbaiki tato itu atau Moms harus menemui dokter kulit yang bisa menggunakan laser untuk menghilangkannya.

Bagaimana dengan Tindik?

Pengaruh Tato dan Tindik pada Ibu Hamil 1.jpg

Foto: irishtimes.com

Itu pengaruh tato, tapi bagaimana dengan pengaruh tindik pada ibu hamil?

Selama kehamilan, anting-anting dan cincin hidung bisa tetap ada, dan tidak perlu membuang tindikan di puting atau pusar.

"Beberapa wanita menemukan bahwa mereka menjadi tidak nyaman ketika kulit mereka meregang," kata Iffath A. Hoskins, MD, profesor asosiasi kebidanan dan ginekologi di NYU Langone Medical Center.

Bila ibu hamil kesakitan karena tindik di tubuhnya, melepasnya sementara waktu mungkin memang akan sangat membantu. Namun, ingatlah bahwa persalinan adalah cerita yang berbeda. Tindik di hidung atau lidah bisa saja bisa memberikan risiko saat anestesi secara umum.

Shannon M. Clark, MD, Associate Professor Kedokteran Maternal/Fetal di The University of Texas Medical Branch di Galveston mengatakan terutama untuk operasi caesar, bahkan anting-anting tua yang polos harus dilepas.

Selain itu, sangat disarankan saat hamil jangan membuat tato atau tindik baru. Jarum sangat mungkin mengakibatkan infeksi, bukan hanya pada ibu hamil namun juga sang bayi.

Tato di Punggung Menghalangi Epidural?

Pengaruh Tato dan Tindik pada Ibu Hamil 2.jpg

Foto: tattoo-bodyink.com

Sebuah tinjauan tahun 2010 di American Association of Nurse Anesthetists Journal mempertanyakan keamanan menempatkan epidural melalui kulit bertato, mengatakan jarum bisa mengambil tinta, menyebarkannya ke kanal tulang belakang, dan berpotensi menyebabkan masalah.

Meskipun transfer tindik semacam itu memang mungkin, pasien belum melaporkan komplikasi kesehatan yang berasal dari itu.

Inilah pengaruh tato dan tindik yang paling mengesalkan pada ibu hamil. Jika ahli anestesi dapat menempatkan epidural di area kulit tanpa tinta, ia akan melakukannya.

Namun, jika itu tidak mungkin, jenis penghilang rasa sakit ini tetap harus digunakan selama tato benar-benar sembuh dan sang ibu bebas dari kemerahan, bopeng, dan tanda-tanda infeksi lainnya.

Tindik di Payudara Mengganggu Masa Menyusui?

Pengaruh Tato dan Tindik pada Ibu Hamil 3.jpg

“Tindik di puting atau areola tidak memiliki efek pada produksi ASI, tetapi cincin puting adalah bahaya tersedak yang potensial, jadi sebaiknya lepaskan saja sampai tidak lagi menyusui,” kata Dr. Hoskins.

Nah, itulah Moms, pengaruh tato dan tindik pada ibu hamil dan menyusui. Kalau Moms sendiri, apakah bertato dan bertindik? Pernahkah punya pengalaman yang sama?

(TPW/DIN)

Artikel Terkait