PARENTING
11 Mei 2019

Penghasilan Pas-pasan, Bisakah Tetap Menyimpan Dana Pendidikan?

Mari simak kiat menyimpan dana pendidikan meski penghasilan pas-pasan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Ketika memasuki kehidupan rumah tangga, Moms dan pasangan pasti menyadari bahwa kebutuhan juga semakin banyak dan semakin mahal setiap tahunnya. Apalagi jika nanti sudah memiliki anak, maka kebutuhan juga akan semakin bertambah banyak.

Bukan saja asupan nutrisi, pakaian, perlengkapan anak lainnya yang harus terpenuhi, namun masa depan anak juga harus dipersiapkan dengan matang sejak dini.

Tentunya, Moms tidak mau nantinya akan kesusahan untuk membiayai anak masuk sekolah karena tabungan yang kurang, bukan?

Untuk itu, sebaiknya segera bicarakan dengan pasangan tentang pentingnya menyiapkan dana pendidikan sejak dini.

Alasannya cukup kuat yaitu setiap sekolah, baik swasta maupun negeri, saling berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas yang terbaik.

Hal tersebut juga dibarengi dengan anggaran yang harus dikeluarkan orang tua. Setiap tahunnya, anggaran tersebut terus mengalami kenaikan.

Baca Juga: Mengintip 7 Tips Jitu Memilih Sekolah Anak dari Kinsky Bunyamin

Mungkin yang saat ini menjadi permasalahan utama adalah penghasilan dalam rumah tangga yang setiap bulannya terbatas.

Bisa jadi karena hanya suami yang bekerja, atau memang penghasilan suami dan istri yang pas-pasan.

Banyaknya pengeluaran rumah tangga sehari-hari menjadi alasan banyak pasangan menunda untuk menyiapkan dana pendidikan.

Padahal faktanya, bagi yang berpenghasilan pas-pasan juga tetap dapat menyiapkan dana pendidikan untuk masa depan anak.

Hal ini didukung dari pernyataan konsultan perencana keuangan, Annissa Sagita. Lewat bincang-bincangnya dengan Kulwap Orami Community pada Rabu (20/3) lalu, Annissa mengungkapkan cara untuk menyiapkan dana pendidikan anak meskipun penghasilan yang didapatkan sekarang pas-pasan.

Baca Juga: Iis Dahlia Beri Uang Saku Anaknya Rp 10 Juta Per Bulan, Berapa Uang Saku Ideal untuk Anak?

Tetapkan Target untuk Sekolah Anak

MotherandChildren.jpg

Bicarakan pada suami tentang target yang ingin dicapai untuk pendidikan anak, mulai dari sekolah seperti apa yang ingin dituju serta rencana anggaran yang dibutuhkan untuk masuk sekolah tersebut.

Siapkan juga kemungkinan bahwa anggaran semakin meningkat setiap tahunnya. Ingat Moms, persiapan dana pendidikan ini bukan saja untuk masa TK atau SD saja, tapi sebaiknya hingga anak masuk perguruan tinggi.

“Anggaran ini tentunya tergantung pada sekolah target masing-masing orang tua. Mereka yang paling memahami sekolah tujuan anak maunya seperti apa. Meskipun demikian, berapapun yang bisa disimpan saat untuk diinvestasikan ke biaya pendidikan anak akan lebih baik daripada tidak disiapkan sama sekali,” ujar Annissa yang juga aktif mengajar di kelas-kelas sosialisasi perencana keuangan pemula.

Baca Juga: 5 Bentuk Investasi untuk Pendidikan Anak yang Bisa Moms Lakukan

Lalu, bagaimana jika penghasilan pas-pasan, apakah tetap bisa menginvestasikan uang untuk pendidikan anak?

“Sebenarnya, bukan berapa yang perlu disisihkan saat ini, tapi berapa target yang ingin dikejar. Makanya, saya lebih menyarankan untuk memilih investasi jangka panjang. Semakin banyak waktu untuk mengumpulkan uang, maka semakin ringan beban yang harus dipikul, bukan?” lanjut Annissa.

Jika pada suatu hari, Moms dan pasangan mengalami kesulitan ekonomi di dalam rumah tangga, Annissa menyarankan agar tidak mengutak-atik investasi yang sedang dijalani. Alternatifnya adalah mengirit dan mengelola kembali pengeluaran sehari-hari.

Meskipun saat ini anak masih berusia kecil dan belum sekolah, tidak ada salahnya untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Adanya persiapan sejak sekarang akan lebih berarti daripada tidak sama sekali, ya, Moms.

(DG/INT)

Artikel Terkait