KEHAMILAN
2 Juli 2020

Ini Pengobatan Herpes saat Hamil, Catat!

Risiko herpes pada janin akan meningkat jika terinfeksi di trimester akhir kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dari ragam jenis penyakit menular seksual, herpes merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Herpes juga bisa terjadi saat hamil.

Karena itu, bila saat hamil Moms terinfeksi herpes, maka perlu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan herpes yang tepat.

Dalam jurnal Infectious Diseases in Obstetrics and Gynecology, infeksi ini dapat ditularkan ke janin dan bayi baru lahir. Sementara itu, virus herpes simpleks bisa jadi penyebab infeksi neonatal, yang dampaknya berupa kematian atau cacat jangka panjang.

Lalu, seperti apa pengobatan herpes pada ibu hamil dan adakah bentuk pencegahan yang bisa dilakukan? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Herpes saat Hamil, Yuk Ketahui Jenis dan Gejalanya!

Pengobatan Herpes pada Ibu Hamil

pengobatan herpes saat hamil-1

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Susie Rendra, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Pondok Indah - Puri Indah, hingga saat ini, pengobatan herpes saat hamil bisa dilakukan dengan obat antivirus.

"Pemberian obat oral antivirus misalnya asiklovir atau valasiklovir, merupakan pilihan terbaik untuk dilakukan. Berdasarkan ilmu pengetahuan yang dianut saat ini, kedua antivirus ini memberikan efek sangat minimal terhadap tumbuh kembang janin dalam kandungan," jelas dr. Susie.

Selain itu, pemberian antivirus secara tepat juga akan mengurangi risiko efek buruk infeksi virus herpes terhadap janin.

Baca Juga: Baru Lahir, Bayi Tertular Herpes, Menciumnya Bisa Jadi Penyebab!

Pencegahan Herpes pada Ibu Hamil

pencegahan herpes saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Dalam American Sexual Health Association, walaupun herpes neonatal adalah kondisi serius, kondisi ini sangat jarang terjadi.

Risiko infeksi pada bayi tampaknya akan menjadi lebih tinggi ketika infeksi pertama terjadi selama trimester ketiga kehamilan. Ini karena tubuh sang ibu tidak memiliki antibodi terhadap virus, sehingga tidak ada perlindungan alami untuk janin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pencegahan terhadap herpes saat hamil bisa dilakukan dengan menghindari kontak oral dengan orang lain yang terinfeksi, dan berbagi benda yang bisa terjadi kontak dengan air liur.

Selain itu, hindari juga melakukan seks oral, untuk menghindari penularan herpes ke alat kelamin pasangan. Orang dengan gejala herpes genital juga harus menjauhkan diri dari aktivitas seksual sementara.

Itu dia Moms, pengobatan herpes saat hamil dan bentuk pencegahan yang bisa dilakukan. Segera konsultasikan ke dokter bila merasa mengalami gejalanya, ya Moms.

Baca Juga: Apa Itu Penyakit Menular Seksual? Kenali Penyebab Umum Penyakit Ini!

Artikel Terkait