BALITA DAN ANAK
27 Maret 2020

Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita, Ini Penjelasannya

Kondisi ini rupanya lebih banyak dialami oleh balita laki-laki.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Dina Vionetta

Henoch-Schönlein Purpura pada balita adalah kondisi tidak menular yang umumnya ditemui pada anak berusia 2-6 tahun dan lebih banyak dialami oleh anak laki-laki. Meski namanya terdengar asing, kondisi ini sebenarnya cukup sering terjadi lho, Moms.

Menurut sebuah studi yang dilansir oleh National Institutes of Health, Henoch-Schönlein Purpura adalah kondisi vaskulitis atau peradangan pembuluh darah halus yang ditemukan pada 8-20 anak dari 100.000 orang anak.

Yuk Moms, simak dulu informasi yang sudah kami rangkum berikut supaya Moms bisa tahu lebih banyak tentang gejala, penyebab, dan cara mengobati Henoch-Schönlein Purpura pada balita.

Baca Juga: Hati-Hati Merawatnya, Ini 4 Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Bayi

Gejala Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita

Seluk Beluk Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita 1.jpg

Foto: omicsonline.org

Bentuk dan tingkat keparahan gejala Henoch-Schönlein Purpura pada setiap balita memang akan berbeda, tapi penderitanya umumnya menunjukkan gejala seperti:

  • Ruam merah di kulit yang disebabkan oleh darah yang “bocor” ke kulit.
  • Masuknya darah ke dalam membran mukosa, organ dalam, dan jaringan lain.
  • Persendian nyeri dan membengkak (artritis).
  • Nyeri di area perut.
  • Pendarahan di saluran pencernaan, termasuk mulut, kerongkongan, lambung, dan usus.
  • Pembengkakan tepat di bawah kulit.
  • Peradangan testis.
  • Pembengkakan dan gangguan fungsi ginjal.
  • Gangguan fungsi otak.

Seperti dikutip dari KidsHealth.org, gejala nyeri pada perut dan persendian biasanya muncul sebelum terlihatnya ruam merah di kulit.

Gejala Henoch-Schönlein Purpura pada balita bisa terlihat seperti kondisi lain, sehingga harus segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Dia 3 Bahaya Mengoleskan Balsem pada Kulit Anak

Penyebab Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita

Seluk Beluk Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita 2.jpg

Foto: sneeze.com

Sayangnya, sampai saat ini penyebab Henoch-Schönlein Purpura pada balita memang belum diketahui secara pasti. Namun, diduga berhubungan densssgan kondisi autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sekitar 2/3 kasus Henoch-Schönlein Purpura pada balita juga terjadi beberapa hari setelah munculnya gejala infeksi saluran pernapasan atas, sehingga diduga ada hubungannya.

Baca Juga: Vitilogo pada Anak, Penyakit yang Menyebabkan Warna Kulit Memudar

Pengobatan Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita

Seluk Beluk Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita 3.jpg

Foto: insider.com

Sebenarnya tidak ada prosedur pengobatan khusus untuk Henoch-Schönlein Purpura pada balita. Namun, dokter mungkin akan merekomendasikan obat untuk mengendalikan gejalanya, seperti:

  • Antibiotik, kalau Henoch-Schönlein Purpura disebabkan oleh infeksi.
  • Pereda rasa sakit, seperti acetaminophen.
  • Anti-inflamasi untuk meredakan peradangan dan nyeri sendiri, seperti ibuprofen.
  • Kortikosteroid untuk penyakit ginjal dan sakit perut parah.

Nyeri sendi dan ruam merah di kulit biasanya akan hilang sendiri setelah 4-6 minggu tanpa meninggalkan bekas permanen. Bila ruam kembali muncul, biasanya tidak disertai dengan nyeri sendi atau sakit perut, dan akan hilang dengan sendirinya.

Bagaimana menurut Moms, setujukah kalau diagnosis Henoch-Schönlein Purpura pada balita harus dilakukan oleh dokter dan tidak berdasarkan tebakan orang tua saja?

Artikel Terkait