DI ATAS 5 TAHUN
3 Mei 2019

Ajari Anak, Ini 3 Langkah yang Benar dalam Membersihkan dan Menangani Luka

Jangan bersihkan dengan alkohol!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Luka di kulit sepertinya akrab dengan anak-anak. Biasanya karena aktivitas anak-anak yang aktif, tak jarang mereka jatuh maupun tergores. Jika anak terluka, sudah pasti tak hanya anak yang menangis, Moms pun ikut panik.

Tenang Moms, segera bersihkan dan tangani luka dengan langkah berikut ini.

1. Bersihkan dengan cairan antiseptik

shutterstock 243125329

Hal pertama yang harus Moms lakukan jika anak terluka adalah membersihkan luka tersebut, agar tidak infeksi.

Banyak ibu yang berpikiran bahwa membasuh luka dengan air ataupun alkohol adalah tindakan yang tepat. Padahal, hal tersebut tidak disarankan.

"Paling optimal adalah membersihkan luka dengan cairan antiseptik. Cairan antiseptik akan membersihkan benda asing di permukaan luka serta mencegah terjadinya infeksi," ujar Certified Wound Specialist Physician, Dr. Adisaputra Ramadhinara, saat ditemui di acara Hansaplast di Jakarta, (5/9).

Namun, jika tidak ada cairan antiseptik, Moms memang bisa membersihkan luka dengan air. Menurut dr. Adisaputra, hal tersebut adalah langkah paling standar untuk membersihkan luka.

Baca Juga: Efektifkah Mengobati Luka dengan Air Liur? Ini Kata Ahli!

"Paling tidak dengan membasuh luka dengan air bisa membuang benda-benda asing di sekitar luka, walaupun air juga ada bakterinya. Namun itu lebih baik daripada tidak dibersihkan sama sekali," ujar dr. Adisaputra.

2. Diamkan beberapa saat, lalu lap luka dengan kain kasa

shutterstock 363343910

Setelah membersihkan luka dengan cairan antiseptik, tunggu beberapa saat dan lap luka dengan kain kasa untuk menghilangkan kotoran dan benda-benda asing di sekitar luka.

"Setelah diberikan cairan antiseptik, diamkan dulu beberapa saat agar ada kontak lebih lama antara cairan antiseptik dengan luka," ujar dr. Adisaputra.

Setelah itu, pastikan luka yang telah dibersihkan tetap dalam lembab ya, Moms. Bukan dalam keadaan kering ataupun basah.

"Pada tahun 1962, telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa pada keadaan lembab, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih optimal, dan hal ini mengubah total paradigma yang keliru selama ini mengenai anggapan bahwa luka kering akan lebih cepat sembuh," ujar dr. Adisaputra.

Baca Juga : Perbedaan Obat Antiseptik Luka Salep, Spray, dan Larutan, Jangan Sampai Salah!

3. Tutup Luka dengan plester

shutterstock 144658376

Agar luka tidak terpapar bakteri dan terlindungi dari gesekan, langkah terakhir yang harus Moms lakukan adalah menutup luka Si Kecil dengan plester. Menutup luka dengan plester juga dimaksudkan agar luka tetap lembab.

Ingat Moms, jangan menutup luka dengan kain kasa, karena bakteri masih bisa masuk menembus dan mengontaminasi luka Si Kecil.

"Ada penelitiannya, bakteri bisa tembus sampai 64 lapis kasa. Jadi tidak disarankan untuk menutup luka dengan kain kasa. Gunakan penutup luka yang baik, salah satunya adalah plester," ujar dr. Adisaputra.

Baca Juga: 7 Essential Oil untuk Menyamarkan Bekas Luka

Jadi, jangan salah lagi ya Moms dalam membersihkan dan menangani luka akut pada Si Kecil!

(CAR)

Artikel Terkait