KESEHATAN
7 Oktober 2019

Penting untuk Kesehatan, Yuk Kenali Trigliserida!

Trigliserida tinggi bisa picu serangan jantung lho
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat makan, tubuh kita mengubah kalori yang tidak perlu digunakan segera menjadi trigliserida.

Trigliserida lalu disimpan dalam sel-sel lemak. Kemudian, hormon melepaskan trigliserida untuk energi di antara waktu makan.

Trigliserida ini ternyata bisa menjadi salah satu standar bagi kesehatan jantung lho moms. Itulah sebabnya mengapa trigliserida cukup penting.

Jika kita sudah aware dengan tekanan darah dan kadar kolesterol, maka ada hal lain yang juga krusial untuk dimonitor, yakni kadar trigliserida.

Jika Moms secara teratur makan lebih banyak kalori daripada yang dibakar, terutama dari makanan berkarbohidrat tinggi, maka bisa jadi Moms mungkin memiliki trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia).

Penderita trigliserida tinggi ini ternyata cukup banyak. Secara keseluruhan, lebih dari sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat memiliki kadar trigliserida tinggi.

Meskipun ini adalah masalah umum, banyak dari kita tidak tahu apa-apa tentang kadar trigliserida yang tinggi.

Berdasarkan sejumlah penelitian, ada kaitan antara kadar trigliserida tinggi dengan penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

"Terutama pada orang dengan kadar kolesterol HDL "baik" yang rendah dan pada mereka yang menderita diabetes tipe 2," papar Dr.James Beckerman, MD, FACC, kardiolog dari St. Vincent Medical Center in Portland, AS seperti dikutip dari situs webmd.com.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi? Ini Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari

Perbedaan Trigliserida dan Kolesterol

kolesterol.jpg

Sebenarnya apa perbedaan antara trigliserida dan kolesterol?

Trigliserida dan kolesterol adalah berbagai jenis lipid yang bersirkulasi dalam darah. Trigliserida menyimpan kalori yang tidak digunakan dan memberi energi pada tubuh.

Sedangkan kolesterol digunakan untuk membangun sel dan hormon tertentu.

Trigliserida tinggi dapat berkontribusi pada pengerasan arteri atau penebalan dinding arteri (arteriosclerosis). Hal ini meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung.

Trigliserida yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan peradangan pankreas akut (pankreatitis).

Selain itu, trigliserida tinggi juga bisa menjadi pertanda:

Diabetes tipe 2 atau prediabetes

  • Sindrom metabolik, suatu kondisi ketika tekanan darah tinggi, obesitas, dan gula darah tinggi terjadi bersamaan, meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme)
  • Kondisi genetik langka tertentu yang memengaruhi cara tubuh mengubah lemak menjadi energi

Ketahui Kadar Trigliserida dalam Tubuh

Rutin Cek Darah Penting! Lakukan 5 Jenis Tes Darah Ini Tiap Tahun.jpg

Berita baiknya adalah ada banyak hal yang dapat Moms lakukan sendiri untuk menurunkan trigliserida dan meningkatkan kesehatan.

Pertama, cari tahu apakah kadar trigliserida Moms tinggi. Kemudian, tentukan apa yang harus dilakukan dengan berkonsultasi dengan dokter.

Untuk mengetahui kadar trigliserida, cukup dilakukan dengan tes darah sederhana.

Dokter biasanya akan memeriksa trigliserida tinggi sebagai bagian dari tes kolesterol, yang kadang-kadang disebut panel lipid atau profil lipid. Sehingga Moms harus berpuasa sebelum darah diambil untuk pengukuran trigliserida yang akurat.

Berikut tingkatannya:

  • Normal: Kurang dari 150 miligram per desiliter (mg / dL), atau kurang dari 1,7 milimol per liter (mmol / L)
  • Tinggi batas: 150 hingga 199 mg / dL (1,8 hingga 2,2 mmol / L)
  • Tinggi: 200 hingga 499 mg / dL (2,3 hingga 5,6 mmol)
  • Sangat tinggi: 500 mg / dL atau lebih tinggi (5,7 mmol / L atau lebih tinggi)

Baca Juga: Kolesterol Tinggi Bisa Bikin Sulit Hamil, Benarkah?

Cara Menurunkan adar Trigliserida dalam Tubuh

Jika ternyata berdasarkan hasil tes, trigliserida moms cukup tinggi. Maka harus diturunkan. Cara terbaik menurunkan kadar trigliserida adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, di antaranya:

1. Berolahraga secara Teratur

Lose weight.jpg

Lakukan 30 menit aktivitas fisik setidaknya lima kali dalam seminggu atau seminggu penuh. Olahraga teratur dapat menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol "baik".

Cobalah untuk memasukkan lebih banyak aktivitas fisik ke dalam tugas harian kita, misalnya, menaiki tangga di tempat kerja atau berjalan-jalan saat istirahat.

2. Hindari Gula dan Karbohidrat Olahan

Hindari karbohidrat.jpg

Karbohidrat sederhana, seperti gula dan makanan yang dibuat dengan tepung putih atau fruktosa, dapat meningkatkan trigliserida.

3. Menurunkan Berat Badan

menurunkan berat badan.jpg

Jika Moms memiliki hipertrigliseridemia ringan hingga sedang, fokuslah untuk mengurangi kalori.

Kalori ekstra dikonversi menjadi trigliserida dan disimpan sebagai lemak. Mengurangi kalori otomatis akan mengurangi trigliserida.

Baca Juga: 4 Cara Nyaman Santap Hidangan Bersantan Tanpa Takut Kolesterol Tinggi

4. Pilih Lemak yang Lebih Sehat

Mitos MPASI Pertama - hindari ikan.jpg

Lemak jenuh ditemukan dalam daging, sedangkan untuk lemak sehat ada pada tanaman, seperti minyak zaitun dan minyak kanola.

Alih-alih daging merah, cobalah ikan asam lemak dengan kandungan omega-3 yang tinggi, seperti mackerel atau salmon. Hindari lemak atau makanan trans dengan minyak atau lemak terhidrogenasi.

5. Batasi Konsumsi Alkohol

Hindari konsums alkohol.jpg

Alkohol tinggi kalori dan gula, sehingga memiliki efek yang sangat kuat pada trigliserida. Jika Moms memiliki hipertrigliseridemia berat, hindari minum alkohol.

Jika ternyata perubahan gaya hidup sehat tidak cukup untuk mengendalikan trigliserida tinggi, biasanya dokter akan merekomendasikan konsumsi obat-obatan, yakni obat penurun kolesterol hingga minyak ikan.

Obat-obatan memang dapat membantu, namun tetap utamakan gaya hidup sehat ya Moms.

(SERA)

Artikel Terkait