COVID-19
24 Juni 2020

Tekan Angka Kehamilan, Pentingnya Alat Kontrasepsi Selama Pandemi

Aktif kegiatan seksual boleh, tapi jangan lupa alat kontrasepsi ya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Program Keluarga Bencana (KB) ditakutkan mengalami kegagalan selama masa pandemi COVID-19. Hal ini dikarenakan angka kehamilan di Indonesia selama pandemi meningkat drastis.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN), Selasa (19/5/2020), ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan di Indonesia.

Kenaikan angka kehamilan ini diduga karena karantina mandiri yang kita lakukan selama masa pandemi COVID-19, jadi pasangan yang menghabiskan waktu di rumah, aktif melakukan kegiatan seksual, sehingga melonjaklah angka kehamilan.

Baca Juga: Ingin Menunda Kehamilan? Coba Cara Ini Agar Tidak Hamil

Tidak hanya itu saja, melonjaknya angka kehamilan ini juga disebabkan karena menurunnya penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.

“Kalau dilihat tahun 2019 itu 13,3 juta, sekarang 2020 hanya 12,1 juta yang terjadi karena adanya Covid-19 ini, sangat signifikan bagi BKKN ini," ujar dr. Hasto Wardoyo, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKN), dalam acara Webinar bersama DKT Indonesia, Selasa (9/6/2020).

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak di bawah ini yuk, Moms.

Edukasi Pasangan yang Baru Menikah untuk Tunda Kehamilan

menggunakan alat kontrasepsi selama pandemi

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengatasinya, dr. Hasto meminta para pengantin baru untuk menunda memiliki anak paling sedikit tiga bulan setelah pernikahan.

"Kalau bisa kita menggerakkan orang-orang yang nikah yang baru aja mau hamil, kalau bisa ditunda dulu sedikitnya selama tiga bulan," ujar dr. Hasto.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta tentang Program Hamil, Moms Wajib Tahu!

Selain itu, masalah penundaan kehamilan ini juga disarankan karena dr. Hasto khawatir para wanita yang hamil di masa pandemi COVID-19 akan lebih riskan mengalami masalah kehamilan, seperti pendarahan yang bisa mempersulit kondisi si ibu itu sendiri.

Terlebih lagi saat pandemi berlangsung, banyak fasilitas kesehatan dan dokter tidak aktif dan sibuk mengatasi infeksi COVID-19.

Gunakan Alat Kontrasepsi di Masa Pandemi

menggunakan alat kontrasepsi selama pandemi

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menekan angka kehamilan yang cukup tinggi, penting bagi pasangan untuk menggunakan alat kontrasepsi di masa pandemi ini.

Menurut Dwi Listyawardani dari BKKBN, pihaknya khusus selama pandemi ini membagikan kondom dan pil ke rumah-rumah, hanya saja mungkin beberapa bidan ada yang belum mengetahuinya.

Namun bila Moms dan pasangan yang masih ragu ke fasilitas kesehatan dan tidak kebagian pil dan kondom yang dibagikan gratis, bisa menggunakan kondom dan pil yang dijual bebas di apotek ya Moms.

Baca Juga: Kenali Beragam Jenis Alat Kontrasepsi dan Kelebihannya

Lalu bila Moms malu jika harus membelinya secara langsung, Moms bisa lho membeli secara online.

Pastinya ketika dikirimkan nanti, kita tidak akan melihat tulisan 'kondom' pada pakter demi menjaga privasi Moms, melainkan 'alat kesehatan.'

Menurut Dr. Emi Nurjasmi, Ketua PP Ikatan Bidan Indonesia, selaku salah satu pembicara dalam acara Webinar bersama DKT Indonesia, Moms juga disarankan untuk membeli alat kontrasepsi yang penggunaannya cukup lama, yakni 5-10 tahun karena lebih efektif dipakai ketimbang kondar (kontrasepsi darurat).

Mengapa? Karena kontrasepsi darurat tidak diperuntukkan untuk penggunaan dalam jangka waktu yang sering dan lama, karena bisa memengaruhi hormon Moms, misalnya siklus menstruasi.

Artikel Terkait