BALITA DAN ANAK
8 Mei 2019

Pentingnya Dana Pendidikan Anak Disiapkan dari Awal

Meskipun anak masih berusia kecil, sebaiknya segera persiapkan dana pendidikan agar masa depannya terjamin.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Moms, setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya.

Sejak anak masih dalam kandungan, Moms memerhatikan asupan gizi dan nutrisi agar janin dapat bertumbuh baik.

Ketika sudah lahir, setiap perkembangan dan pertumbuhan anak juga menjadi perhatian orangtua.

Ada hal penting yang juga harus dipersiapkan orangtua dengan baik sejak awal, yaitu mempersiapkan dana pendidikan anak.

Baca Juga : Selain Tabungan Konvensional, Ini 5 Cara untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Saat ini, banyak sekolah baik swasta maupun negeri berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas dan kualitas terbaik.

Pilihannya juga beraneka macam, namun hal tersebut tentu saja dipengaruhi oleh anggaran yang dikeluarkan.

Jadi, selain kebutuhan rumah tangga setiap harinya, Moms dan Dads juga wajib mempersiapkan dana pendidikan anak dari awal, meskipun mungkin saat ini masih kecil dan belum sekolah.

Alasan Pentingnya Menyiapkan Dana Pendidikan

Pentingnya Dana Pendidikan Anak Disiapkan dari Awal-2.jpg

Foto: swhistlesoft

Fakta bahwa biaya sekolah saat ini sangat bervariasi, tidak murah, dan dapat meningkat dari tahun ke tahun adalah alasan utama pentingnya menyiapkan dana pendidikan anak sejak awal.

Semua juga sebanding dengan fasilitas yang semakin bertambah ke depannya.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Annissa Sagita, seorang konsultan perencana keuangan lewat bincang-bincangnya melalui Kulwap Orami Community pada Rabu, (20/3) lalu.

“Jangan kaget jika biaya TK/pre-school anak saat ini sudah sama atau mungkin lebih tinggi dari biaya kuliah Moms dulu,” ujar Annissa.

Annissa memberikan contoh biaya pendidikan saat ini, mulai dari TK saja uang pangkal (UP) sudah berkisar antara 8-16 juta, dengan uang SPP berkisar antara 800 ribu - 1 juta.

Semakin tinggi jenjang sekolahnya, maka semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan.

“Kenaikan biaya pendidikan setiap sekolah memang berbeda-beda, mulai dari 8% hingga 25% per tahun. Misalkan naik 15% saja, maka biaya uang pangkal yang tadinya Rp 16 juta bisa naik menjadi Rp 21 juta dalam waktu 2 tahun saja,” lanjut Annissa.

Untuk itu, hal ini menjadi alasan penting menyiapkan dana pendidikan untuk anak sejak masih dini.

Namun, faktanya menyisihkan uang untuk ditabung saja belum cukup. Harus dibutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang.

Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Pendidikan untuk Anak?

Pentingnya Dana Pendidikan Anak Disiapkan dari Awal-3.jpg

Foto: idealplayschool

Jika sudah mengetahui bahwa biaya pendidikan akan semakin tinggi ke depannya, lalu bagaimana cara untuk menyiapkan dana pendidikan anak dari awal?

Terlebih lagi, banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, maka menabung untuk dana pendidikan akan semakin berat.

Mungkin itu menjadi pertanyaan yang saat ini membingungkan hati, ya, Moms.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendiskusikan dengan suami.

Tahapan ini penting karena baik ayah dan ibu harus mempunyai tujuan, visi, dan misi yang sama terkait tentang dana pendidikan anak.

Jika sudah punya tujuan yang jelas, maka akan lebih mudah untuk meraihnya.

“Moms harus mencari informasi tentang sekolah yang tepat untuk Si Kecil. Setelah itu, hitunglah kisaran biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Lalu, hitung berapa banyak yang harus diinvestasi, setelah itu tentukan produk keuangan investasi yang dipilih,” ujar Annissa, yang juga aktif mengajar kelas-kelas sosialisasi perencana keuangan pemula.

Baca Juga : Pentingnya Menjadi Partner Guru di Sekolah dalam Mendidik Anak

Cara mengumpulkan uang paling tepat untuk dana pendidikan adalah memakai investasi.

Jenis investasi dibagi menjadi tiga, yaitu pendek, menengah, dan panjang.

Namun, jika anak sudah mau masuk sekolah kurang dari setahun lagi, hindari berinvestasi.

“Untuk dana pendidikan, lebih baik gunakan investasi waktu menengah antara 1-5 tahun dan jangka waktu panjang yaitu di atas 5 tahun. Semakin panjang jangka waktu, maka bisa mengambil produk investasi yang semakin agresif,” ungkap Annissa.

Untuk menentukan investasi mana yang cocok, Moms bisa membicarakan kepada pasangan dan menemui konsultan perencana keuangan.

Siapkan yang terbaik untuk masa depan Si Kecil sejak dini, ya!

(DG/CAR)

Artikel Terkait