NEWBORN
31 Juli 2020

Pentingnya Imunisasi Dasar untuk Anak, Jangan Sampai Terlewat!

Ketahui juga fakta dari mitos seputar vaksinasi yang beredar di masyarakat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Bayi dilahirkan dengan perlindungan terhadap beberapa penyakit karena ibu mereka memberikan antibodi (protein yang dibuat oleh tubuh untuk melawan penyakit) sebelum lahir.

Bayi yang disusui terus juga akan mendapatkan lebih banyak antibodi dalam ASI. Namun perlindungan ini bersifat sementara. Bayi butuh perlindungan lain yang dinamakan dengan imunisasi.

Imunisasi ini penting manfaatnya, karena akan memberikan kekebalan tubuh lebih kepada Si Kecil untuk melawan penyakit-penyakit yang mungkin menyerangnya. Selain itu, tentu dapat mencegah penularan penyakit tersebut terhadap orang-orang di sekitar anak.

Di Indonesia sendiri, sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi untuk anak sering diberikan.

Dengan melakukan imunisasi, anak bukannya tidak akan terjangkit penyakit tersebut, namun gejala yang dialami atau efeknya akan lebih ringan.

Di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini, banyak orang tua khawatir jika harus membawa anaknya melakukan imunisasi di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Mungkin termasuk Moms yang membaca juga.

Padahal di tengan situasi seperti sekarang ini, penting bagi anak mendapatkan vaksin yang dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh dan mencegahnya berbagai virus dan bakteri penyebab berbagai penyakit, khususnya COVID-19.

Baca Juga: 3 Pertanyaan Seputar Masalah Imunisasi yang Paling Sering Ditanyakan

Namun sayang masih banyak pendapat yang salah mengenai imunisinasi anak di masa pandemi dan new normal ini. Akibatnya banyak orang tua memilih untuk melewatkan vaksinasi anak mereka demi alasan kesehatan.

Jadwal Imunisasi Anak

imunisasi anak

Foto: Orami Photo Stock

Melalui jadwal imunisasi untuk anak berusia 0-18 tahun berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, jadwal imunisasi dasar yang harus dilakukan kepada anak adalah:

1. Campak

Jadwal imunisasi campak adalah sebanyak tiga kali, yaitu pada saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan antara 6 sampai 7 tahun.

Namun, perlu diketahui bahwa anak tidak perlu imunisasi campak yang kedua (saat berusia 18 bulan), jika anak telah mendapatkan imunisasi MMR.

2. MMR (Measles, Mumps, Rubella)

MMR adalah imunisasi yang digunakan untuk penyakit campak (measles), penyakit gondok (mumps), dan rubella.

Jadwal imunisasi MMR adalah sebanyak 2 kali, yaitu pada saat anak berusia 15 bulan dan 5 tahun. Anak yang belum mendapatkan imunisasi campak pada usia 12 bulan dapat diberikan imunisasi MMR.

Jika anak telah diberikan imunisasi campak pada usia sembilan bulan, anak dapat diberikan imunisasi MMR saat anak berusia 15 bulan (dengan minimal interval enam bulan).

Baca Juga: Yuk Ketahui Beda Vaksin MR dan MMR

3. Polio

Jadwal imunisasi polio adalah sebanyak lima kali, yaitu pada saat anak baru lahir sampai berusia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

Untuk imunisasi polio, terdapat 2 jenis vaksin, yaitu vaksin oral dan vaksin suntik. Vaksin oral diteteskan ke dalam mulut dan vaksin suntik disuntikkan pada anak.

4. BCG

Jadwal imunisasi BCG adalah satu kali, yaitu saat anak baru lahir sampai berusia sebelum 3 bulan. Optimal diberikan pada usia 2 bulan. Jika anak ingin diberikan imunisasi BCG di atas 3 bulan, maka anak perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

5. DTP (Diphtheria, Tetanus, Pertussis)

Vaksin DTP digunakan untuk penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Jadwal imunisasi DTP adalah sebanyak 7 kali, yaitu saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, 5 tahun, 10 sampai 12 tahun, dan 18 tahun.

6. Hepatitis B

Jadwal imunisasi hepatitis B adalah sebanyak empat kali, yaitu saat anak baru lahir, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Vaksin hepatitis B pertama efektif diberikan 12 jam setelah anak lahir.

Jadwal imunisasi tidak hanya mencakup imunisasi dasar saja, tetapi juga imunisasi yang direkomendasikan. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan imunisasi kepada anak dan segera lengkapi imunisasi anak Anda.

Mengenal Imunisasi Dasar

imunisasi anak

Foto: Orami Photo Stock

Di dalam jadwal imunisasi terdapat imunisasi dasar yang harus diberikan kepada anak, yaitu campak, MMR (MeaslesMumpsRubella), polio, BCG, DTP, dan hepatitis B. Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa Anda tidak perlu memberikan imunisasi untuk penyakit lainnya. 

Kemunculan dari adanya “imunisasi dasar” ini adalah berdasarkan dari komitmen seluruh dunia untuk memberantas penyakit-penyakit tersebut. Oleh karenanya, imunisasi dasar ini diberlakukan juga di negara lainnya, termasuk Indonesia.

Perbedaan Imunisasi dan Vaksinasi

imunisasi anak

Foto: Orami Photo Stock

Para orang tua mungkin lebih familiar dengan istilah 'imunisasi', tetapi apakah ada perbedaan antara istilah imunisasi dan vaksinasi? Sebenarnya imunisasi merujuk pada proses saat seseorang menjadi kebal terhadap suatu penyakit atau infeksi tertentu.

Salah satu cara imunisasi adalah dengan vaksinasi atau pemberian vaksin. Namun, imunisasi tidak hanya dapat dilakukan dengan vaksinasi, tetapi juga dapat dengan pemaparan terhadap penyakit atau infeksi tersebut. Umumnya, kedua istilah tersebut disamakan pengertiannya.

Oleh karenanya, Moms dapat menyebut 'jadwal imunisasi' ataupun 'jadwal vaksinasi'. Apabila Moms masih memiliki pertanyaan mengenai jadwal imunisasi dasar anak, dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui mengenai jadwal imunisasi dasar anak selengkapnya.

Mitos dan Fakta Vaksinasi Anak

Kekhawatiran para orang tua mengenai vaksinasi pada anak akan diluruskan oleh dr. Caessar Pronocitro, Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dalam webinar “Pentingnya Vaksinasi untuk Anak”.

1. Vaksinasi Dapat Menyebabkan Autisme

mitos dan fakta vaksinasi anak

Foto: Orami Photo Stock

Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa vaksinasi dapat menyebabkan autisme. Hal tersebut didukung oleh penelitian seorang dokter bedah bernama Wakefield dengan hanya 18 sampel di tahun 1998 mengenai keterkaitan vaksin MMR dan autisme.

“Berbagai penelitian lain yang lebih shahih dan melibatkan sampel jauh lebih besar membuktikan tidak ada kaitan vaksin MMR dengan autisme,” bantah dr. Caessar.

Menurutnya kemungkinan yang benar adalah usia pemberian vaksin MMR (sekitar 1 tahun) bertepatan dengan usia di mana gejala-gejala autisme mulai tampak, sehingga seolah-olah berkaitan.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Anak Autisme yang Tidak Boleh Diabaikan!

2. Hanya Beberapa Vaksin yang Penting Diberikan pada Anak

pentingnya vaksin untuk anak

Foto: Orami Photo Stock

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa anak tidak wajib menerima semua vaksin. Hanya beberapa vaksin untuk penyakit umum sajalah yang harus diberikan.

Padahal menurut dr. Caessar, masing-masing vaksin memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit yang berbeda.

“Contohnya ada vaksin untuk Hepatitis B, BCG, polio, DPT kombo, dan campak. Namun, bukan berarti vaksin lain tidak penting,” jelas dr. Caessar.

Vaksin rotavirus misalnya mencegah diare akibat rotavirus. Diare adalah penyebab kematian balita nomor dua di Indonesia.

3. Vaksin Tidak Boleh Diberikan pada Anak dengan Kondisi Tertentu

pemberian vaksin untuk anak

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi yang dimaksud di sini adalah saat anak sedang mengalami batuk, pilek, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Dokter Caesar menjelaskan bahwa kondisi batuk pilek ringan tanpa demam bukanlah kontraindikasi untuk vaksinasi. Begitu juga dengan sebagian besar obat-obatan, termasuk antibiotik, tidak mempengaruhi potensi vaksin.

Terlebih lagi sebelum melakukan vaksinasi, dokter pasti akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap kondisi anak untuk memastikan anak aman menerimanya.

Baca Juga: 6 Tips Efektif Mengatasi Demam Setelah Imunisasi pada Anak

4. Vaksin Tidak Boleh Diberikan Jika Sudah Lewat Jadwalnya

jadwal vaksinasi anak

Foto: Orami Photo Stock

Mitos tentang vaksin inilah yang sering menghampiri para orang tua. Disebutkan bahwa vaksin tidak dapat diberikan apabila sudah terlambat dari jadwal.

“Vaksin tetap dapat diberikan apabila terlambat. Terlebih jika anak belum memiliki kekebalan dari vaksin tersebut. Lalu pemberian vaksin yang sifatnya serial tidak perlu mengulang dari awal apabila ada yang terlambat,” tutupnya.

Itu dia Moms beberapa mitos di kalangan para orang tua mengenai vaksinasi anak. Setelah diluruskan langsung, sekarang Moms sudah tidak bingung lagi kan.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait