BALITA DAN ANAK
30 Juni 2019

Ketahui Pentingnya Memberikan Variasi Makanan pada Anak

Penting sekali untuk memberikan variasi makanan pada Si Kecil ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pertumbuhan dan perkembangan anak tentunya menjadi hal yang diperhatikan oleh orang tua. Setiap orang tua ingin agar anaknya dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal dan tepat sesuai pertambahan usianya.

Upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah memberikan asupan nutrisi dan gizi seimbang lewat makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Sejak masih bayi, anak mendapat gizi yang cukup lewat ASI eksklusif dari ibunya. Ketika sudah memasuki usia lebih dari 6 bulan, maka anak wajib mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Sedangkan ASI sendiri tetap masih bisa dikonsumsi hingga anak berusia 2 tahun atau lebih. Biasanya selama menjalani MPASI ini, orang tua harus menghadapi kondisi picky eater yang dialami anak.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

Balita Rentan jadi Picky Eater

Pentingnya Kreasi dalam Membuat Makanan Anak-1.jpg

Foto: timeout

Apa itu picky eater? Sederhananya begini, Moms. Ketika anak sangat menyukai jenis makanan tertentu dan menolak makanan lainnya, maka ia bisa dikategorikan picky eater.

Misalkan, ia suka sekali makan daging namun menolak jika diberikan sayur atau buah, aksinya bisa dengan menolak sama sekali, mengemut dengan lama, atau bahkan melepehkan makanan yang diberikan.

Kondisi picky eater ini jangan dianggap sepele ya Moms. Kondisi ini akan semakin menjadi ketika Moms tidak memberikan variasi makanan pada anak.

Penting bagi Moms untuk menghindari pemikiran bahwa, “yang penting anak makan” karena bisa membahayakan pertumbuhan dan perkembangan anak ke depannya.

Faktanya, untuk bertumbuh secara optimal, anak harus mendapatkan gizi yang seimbang dengan memberikan variasi makanan pada anak untuk dikonsumsi.

Jadi, tidak bisa hanya mengonsumsi satu jenis makanan tertentu saja selama terus-menerus.

Kondisi picky eater bisa disebabkan karena berbagai hal dan setiap anak memiliki penyebab yang berbeda-beda. Hal ini diungkapkan oleh seorang dokter spesialis gizi klinik RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa dr Francisca A Tjakradidjaja.

Dia mengatakan, umumnya kondisi picky eater disebabkan karena anak tidak menyukai tekstur makanan, merasa tidak lapar, bosan, mau tumbuh gigi, atau memiliki permasalahan pada mulut dan giginya.

"Trauma makan seperti pernah dipaksa makan atau rasa makanan yang tidak menyenangkan juga bisa menyebabkan picky eater,” ujar dr. Francisca pada Kulwap Orami Community, Kamis (25/2) lalu.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Anak Pentingnya Menghargai Makanan

Atasi Picky Eater dengan Memberikan Variasi Makanan pada Anak

Pentingnya Kreasi dalam Membuat Makanan Anak-2.jpg

Foto: irishnews

Salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi permasalahan picky eater adalah memberikan variasi makanan pada anak dengan menyajikannya dalam bentuk menarik.

Hindari pemberian vitamin penambah nafsu makan untuk menambah berat badan anak karena itu hanya berguna jika anak memang menderita kekurangan gizi.

Ada banyak cara yang bisa Moms lakukan untuk memberikan variasi makanan pada anak. Misalkan dengan membuat omelet yang terbuat dari sayuran. Bisa juga dengan membuat puding buah dengan vla susu atau bubur kacang hijau.

"Hindari pemberian keju dan mentega yang berlebihan. Moms bisa mencoba menambahkan virgin coconut oil pada makanan yang disajikan,” ungkap dr Francisca yang akrab disapa dr Chika ini.

Penyajian makanan yang menarik juga bisa dilakukan dengan melibatkan anak di dalam prosesnya. Biarkan anak untuk memilih piring atau sendok kesukaannya, terangkan pada anak cara menyajikan makanan yang akan dihidangkan, sesekali biarkan anak untuk memilih makanan apa yang ia inginkan.

Dengan begitu, anak akan menyadari pentingnya momen makan tersebut.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

Cara untuk mengatasi anak yang picky eater memang tak hanya cukup hanya dengan memberikan variasi makanan pada anak dan berkreasi dalam membuat makanan. Namun dibutuhkan juga kesabaran dan konsistensi.

Moms juga bisa memberikan contoh kepada anak dalam hal makan karena anak adalah peniru yang handal.

Tak perlu terburu-buru, karena proses untuk anak mengenal hingga mau suka terhadap suatu jenis makanan itu tidak sebentar. Nikmati setiap momennya, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait