DI ATAS 5 TAHUN
21 November 2017

Pentingnya Membiasakan Anak Mengunyah Makanan Tanpa Berbunyi

Orang tua harus menjadi contoh teladan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (katri.dyah)
Disunting oleh (katri.dyah)

Pernahkah Moms mendapati si kecil makan dengan mulut terbuka bahkan sampai berbunyi saat mengunyah makanan? Tentu itu kebiasaan yang kurang baik dan jangan sampai kebiasaan ini berlangsung hingga ia besar. Lalu seperti apa cara makan yang baik?

Mengajarkan Etika Makan yang Benar

shutterstock 758646523

Mungkin Moms bertanya, apakah ini waktu yang tepat untuk mengajarkan etika makan pada anak yang masih kecil? Apakah mereka sudah bisa memahaminya?

Dilansir dari Parents.com, Dr. Heather Wittenberg menjelaskan bahwa etika makan, terutama mengunyah tanpa bunyi adalah suatu kebiasaan yang cukup sulit diajarkan terutama untuk anak-anak.

Di sini, peran Moms adalah mengenalkan kebiasaan mengunyah tanpa bunyi dengan perlahan. Beritahu si kecil kalau apa yang dilakukannya adalah kebiasaan buruk. Hal yang harus diingat, jangan memarahinya bila ia melakukan kebiasaannya lagi. Mendidiknya untuk itu perlu waktu, terutama bila ia masih terlalu kecil.

Beri Contoh dan Lakukan Sedini Mungkin

shutterstock 755802835 (1)

Selain itu, peran Moms dan Dads juga sangat penting. Moms dan Dads harus bisa menjadi contoh panutan. Moms dan Dads harus memberikan gambaran bagaimana etika makan yang baik dan benar. Mulai dari sikap duduk, berdoa sebelum makan, termasuk makan dengan tidak berbunyi.

Hati-hati kalau orang tua juga sering tak sadar melakukan etika buruk ketika makan seperti mengangkat kaki di meja makan, mengunyah dengan bunyi atau mulut terbuka, makan tidak dihabiskan dan sebagainya. Jika pemandangan itu yang dilihat sehari-hari oleh si kecil maka kebiasaan itu juga akan tertanam dalam diri mereka.

Baca juga: 4 Cara Jitu Agar Anak Mau Makan Sayur

Lakukan juga pembiasaan cara makan yang baik sedini mungkin. Tak ada yang salah dengan menanamkan hal baik pada anak sejak dini. Walaupun terkesan si kecil tidak mengerti atau selalu mengulang kesalahan yang sama, namun dengan membiasakan hal baik pada diri secara berulang-ulang maka nilai tersebut secara tidak langsung akan tertanam di otak mereka.

Mengajarkan anak untuk makan dengan etika yang baik akan memberikan banyak manfaat. Ia belajar untuk sopan santun saat makan, sehingga ia mudah untuk berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari.

ICA

Artikel Terkait