NEWBORN
10 Agustus 2020

Serba Serbi Lingkar Kepala Bayi, Moms Wajib Tahu!

Penting untuk diagnosis dini masalah perkembangan otak bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Selain berat dan panjang tubuh, dalam pemeriksaan rutin bayi baru lahir dokter juga akan mengukur lingkar kepala bayi. Pemantauan lingkar kepala bayi sebaiknya dilakukan terutama sampai usia 2 tahun.

Mengutip Healthy Children, dokter anak akan memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan kepala anak, karena itu mencerminkan pertumbuhan otaknya.

Tulang-tulang di tengkorak Si Kecil masih tumbuh, dan tengkorak itu tumbuh lebih cepat selama empat bulan pertama dibandingkan pada waktu lain dalam hidupnya.

Lalu, sebenarnya berapa ukuran lingkar kepala Si Kecil yang sesuai dengan usianya? Yuk simak penjelasannya seperti di bawah ini.

Baca Juga: 5 Ide Stimulasi Otak Bayi Agar Si Kecil Tumbuh Jadi Anak Pintar

Alasan Lingkar Kepala Bayi Harus Diukur

pentingnya mengukur lingkar kepala bayi sesuai usianya 1

Foto: infacol.co.uk

Lingkar kepala bayi harus selalu diukur sesuai dengan usianya untuk mengetahui ukuran tengkoraknya. Wendy Mitchell, MD., dokter anak, neurologi, di Rumah Sakit Anak Los Angeles, mengatakan bahwa ukuran tengkorak bayi mencerminkan pertumbuhan otaknya.

Jadi jika otak bayi tidak tumbuh dan berkembang secara normal, lingkar kepalanya mungkin tidak bertambah seperti seharusnya (sesuai dengan usianya).

Otak yang tumbuh terlalu lambat bisa jadi karena otak terluka ketika bayi masih dalam kandungan, yang memiliki anomali, di mana bayi memiliki masalah metabolisme atau indikasi adanya semacam cedera otak.

Di sisi lain, jika tengkorak tumbuh terlalu cepat, itu bisa menjadi tanda adanya masalah seperti hidrosefalus (penumpukan cairan di otak).

Namun, normal untuk ukuran bayi tampak tidak proporsional dengan tinggi dan berat badannya.

Penjelasan yang paling umum berkaitan dengan genetika. Di mana jika orang tua bayi memiliki ukuran kepala yang cenderung besar, maka hal tersebut kemungkinan juga terjadi pada bayi.

Selain itu, ukuran kepala bayi relatif terhadap seluruh tubuhnya (terutama pada usia yang masih sangat muda).

Baca Juga: Ini Cara Menambah Berat Bayi Dalam Kandungan

Lingkar Kepala Bayi Normal

lingkar kepala bayi normal

Foto: Orami Photo Stock

Rata-rata lingkar kepala bayi baru lahir sekitar 35 cm, dan dalam waktu satu bulan tumbuh menjadi 38 cm.

Karena bayi laki-laki cenderung sedikit lebih besar daripada anak perempuan, kepala mereka lebih besar, meskipun perbedaan rata-rata kurang dari 1 cm.

Lingkar kepala bayi juga sangat bervariasi dan semua mungkin normal. Namun, aturan praktisnya adanya bahwa selama enam bulan pertama, lingkar kepala bayi sekitar 2 cm lebih besar dari ukuran dadanya.

Mulai dari usia enam bulan hingga dua tahun, kepala bayi akan memiliki ukuran yang sama dengan dada. Sementara setelah usia dua tahun, tubuh bayi sudah melebihi pertumbuhan kepalanya.

Jika bayi dilahirkan secara normal dan tengkoraknya tampak cacat saat lahir, tidak perlu khawatir karena bentuk tengkoraknya akan segera kembali normal.

Setiap memar di kulit kepala atau pembengkakan kelopak mata yang terjadi selama kelahiran akan hilang pada akhir minggu pertama atau kedua setelah bayi lahir.

Baca Juga: 4 Dampak Obesitas Pada Ibu Hamil Bagi Perkembangan Janin

Lingkar Kepala Bayi Kecil

lingkar kepala bayi kecil

Foto: Orami Photo Stock

Lingkar kepala merepresentasikan volume otak. Sehingga, pada kasus mikrosefali dapat dikatakan volume otak juga di bawah rata-rata.

Tetapi, kondisi ini tidak selalu berdampak pada tingkat intelegensi bayi. Bayi dengan lingkar kepala bayi yang kecil juga ada yang memiliki tingkat intelegensi normal lho, Moms.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, mikrosefali dapat terjadi karena otak bayi belum berkembang dengan baik selama kehamilan atau telah berhenti tumbuh setelah lahir, yang menghasilkan ukuran kepala yang lebih kecil.

Mikrosefali dapat menjadi kondisi yang terisolasi, yang berarti bahwa kondisi ini dapat terjadi tanpa cacat lahir utama lainnya, atau dapat terjadi dalam kombinasi dengan cacat lahir utama lainnya.

Selain itu, Moms juga jangan langsung panik jika ukuran lingkar kepala Si Kecil berbeda sedikit.

Dalam Journal of American Academy of Peditrics, para peneliti dari Universitas Bristol dan Glasgow menemukan bahwa sebagian besar anak-anak (lebih dari delapan dalam sepuluh, 85 persen) yang memiliki kepala sangat kecil terus berkembang secara normal.

Hanya sejumlah kecil anak yang mengalami masalah pendidikan atau perkembangan nantinya, meskipun ini lebih sering terjadi pada anak-anak dengan kepala berukuran normal.

Baca Juga: Yuk Menghitung Berat Ideal Bayi Dari Bulan ke Bulan!

Lingkar Kepala Bayi Besar

lingkar kepala bayi besar

Foto: Orami Photo Stock

Jika dilakukan pengukuran dan diketahui lingkar kepala bayi besar, ada kemungkinan jika Si Kecil mengalami lingkar kepala bayi yang besar atau makrosefali.

Mengutip Medical News Today, lingkar kepala bayi yang besar bisa disebabkan oleh gen yang bertanggung jawab atas banyak kasus makrosefali.

Ketika bayi dengan kepala besar memiliki riwayat keluarga dengan ukuran kepala lebih besar dari rata-rata, dokter akan mendiagnosis dengan makrosefali familial jinak.

Bayi dengan kondisi makrosefali familial jinak tidak akan mengalami gejala lain selain kepala besar dan tidak akan memiliki masalah kesehatan tambahan.

Namun, ada beberapa penyebab potensial makrosefali yang membutuhkan perhatian medis, salah satunya adalah penumpukan cairan di otak. Cairan ekstra dapat memberi tekanan pada otak, meningkatkan risiko banyak komplikasi kesehatan.

Tingkat keparahan kondisinya tergantung pada jumlah cairan yang ada. Ketika ada penumpukan cairan yang signifikan di otak, yang disebut hidrosefalus, penyebab yang mendasarinya kemungkinan membutuhkan perawatan untuk mencegah masalah lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Fakta Hidrosefalus Pada Anak, Penting untuk Moms Ketahui!

Cara Mengukur Kepala Bayi

pentingnya mengukur lingkar kepala bayi sesuai usianya 3

Foto: tape-measure.org

Untuk mengetahui ukuran lingkar kepala bayi, dokter atau perawat akan menempatkan pita pengukur yang fleksibel di mana kepala bayi memiliki lingkar terbesar, biasanya tepat di atas alis dan telinga, serta di sekitar belakang kepala tempat lekukannya menonjol dari leher.

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemantauan lingkar kepala bayi sebaiknya dilakukan bersama dengan ukuran ubun-ubun besar.

Lingkar kepala diukur dengan pita ukur yang tidak elastis, melingkar dari bagian atas alis, melewati bagian atas telinga, sampai bagian paling menonjol di belakang kepala.

Sedangkan, ubun-ubun besar diukur dengan rata-rata ukuran anteroposterior dan transversal. Perlu diketahui, ukuran lingkar kepala bayi saat lahir sampai usia 2 tahun berkisar antara 35 sampai 49 cm. Ukuran rata-rata ubun-ubun besar saat lahir adalah 2,1 cm yang akan mengecil dengan bertambahnya usia

Selain itu, pengukuran lingkar kepala bisa dilakukan melalui pemeriksaan USG. Lingkar kepala bayi dapat diukur dan kemudian dibandingkan dengan nilai referensi sesuai usia.

Pengukuran lingkar kepala setelah bayi lahir dilakukan setelah 24 jam pertama bayi lahir, kemudian dilanjutkan secara berkala bersamaan dengan pemeriksaan bayi setiap bulannya selama dua tahun pertama.

Data yang ada akan dimasukkan ke dalam kurva pertumbuhan, kemudian dilihat bagaimana kenaikannya, apakah sesuai dengan kurva pertumbuhan anak yang normal atau tidak.

Jika misalnya, ditemukan lingkar kepala yang kecil dalam satu pemeriksaan, maka pengukuran lingkar kepala bayi harus dilakukan dengan lebih ketat dan rutin.

Bahkan bila diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan, seperti MRI, CT scan, atau tes darah untuk mengevaluasi derajat beratnya penyakit dan kemungkinan penyebab.

Baca Juga: Kepala Bayi Terbentur, Begini Gejala dan Cara Menanganinya

Mengukur Lingkar Kepala Bayi Sendiri

mengukur lingkar kepala bayi

Foto: Orami Photo Stock

Pertumbuhan otak dan kepala bayi 80 persen terjadi selama dua tahun pertama bayi. Mengutip Parents.com, mengukur lingkar kepala membantu dokter melacak pertumbuhan otak saat tulang tengkorak bersatu.

Jika ukuran kepala bayi mungkin tampak tidak proporsional dengan tinggi dan berat badannya, ini merupakan hal yang normal. Hal ini bisa dijelaskan karena faktor genetika: Jika orang tua bayi memiliki kepala besar, bayi mungkin akan memiliki kepala yang besar juga.

Ingatlah bahwa ukuran kepala bayi yang relatif terhadap seluruh tubuhnya tidak lebih penting dibanding pola pertumbuhan yang konsisten (tidak terlalu cepat atau terlalu lambat).

Moms mungkin bertanya-tanya bisakah mengukur kepala bayi sendiri tanpa bantuan dokter. Hal ini bisa dilakukan, meskipun mungkin tidak akan memberikan hasil seakurat ketika dokter atau perawat yang melakukannya.

Selain itu, mengukur sendiri lingkar kepala bayi juga rawan terjadinya kesalahan.

Namun, jika Moms memang kesulitan untuk bisa membuat janji temu dengan dokter atau menangkap indikasi masalah pertumbuhan lebih cepat, Moms dapat mengukur sendiri lingkar kepala si kecil.

Jangan lupa untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Moms mencurigai adanya masalah setelah mengukur lingkat kepala Si Kecil.

Baca Juga: 4 Alasan Bermain dengan Cermin Bagus untuk Tumbuh Kembang Bayi

Faktor yang Pengaruhi Lingkar Kepala Bayi dan Tumbuh Kembang

faktor yang pengaruhi tumbuh kembang bayi

Foto: Orami Photo Stock

Selain penting melakukan pengukuran secara rutin terhadap tumbuh kembang bayi, Moms juga perlu memerhatikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi lingkar kepala bayi.

Faktor alami dan pengasuhan berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Meskipun apa yang dianugerahkan oleh alam adalah hal konstan, faktor pengasuhan juga cenderung membuat perbedaan besar.

Mengutip Parenting First Cry, berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk lingkar kepala bayi.

1. Faktor Keturunan

Keturunan adalah transmisi karakteristik fisik dari orang tua kepada anak-anak melalui gen. Faktor keturunan ini memengaruhi semua aspek penampilan fisik seperti tinggi, berat, struktur tubuh, warna mata, tekstur rambut, dan bahkan kecerdasan dan bakat.

Penyakit dan kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, juga dapat ditularkan melalui gen, sehingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk dalam lingkar kepala bayi.

2. Lingkungan

Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan anak-anak dan itu mewakili jumlah total stimulasi fisik dan psikologis yang diterima anak.

Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan anak usia dini melibatkan lingkungan fisik dan kondisi geografis tempat anak tinggal, serta lingkungan sosialnya dan hubungannya dengan keluarga dan teman sebaya.

Mudah dipahami bahwa anak yang diasuh dengan baik lebih baik daripada anak yang kurang, dan lingkungan anak-anak senantiasa berkontribusi dalam hal ini.

Sekolah yang baik dan keluarga yang penuh kasih membangun keterampilan sosial dan interpersonal yang kuat pada anak-anak, yang akan memungkinkan mereka untuk unggul di bidang lain seperti akademik dan kegiatan ekstrakurikuler.

Ini tentu saja akan berbeda untuk anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tekanan.

3. Jenis Kelamin

Jenis kelamin anak adalah faktor utama lain yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Anak laki-laki dan perempuan tumbuh dengan cara yang berbeda, terutama menjelang masa pubertas.

Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan secara fisik lebih kuat daripada anak perempuan. Namun, anak perempuan cenderung lebih cepat dewasa selama masa remaja, sementara anak laki-laki membutuhkan periode waktu yang lebih lama untuk menjadi pribadi yang dewasa.

Struktur fisik tubuh mereka juga memiliki perbedaan yang membuat anak laki-laki lebih atletis dan cocok untuk kegiatan yang membutuhkan kekuatan fisik. Temperamen mereka juga bervariasi, membuat mereka menunjukkan minat pada hal-hal yang berbeda.

4. Hormon

Hormon pada sistem endokrin dan memengaruhi berbagai fungsi tubuh kita. Mereka diproduksi oleh kelenjar yang berbeda yang terletak di bagian tubuh tertentu untuk mengeluarkan hormon yang mengontrol fungsi tubuh.

Fungsi dari hormon ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik normal pada anak-anak.

Ketidakseimbangan fungsi kelenjar yang mensekresi hormon dapat menyebabkan cacat pertumbuhan, obesitas, masalah perilaku dan penyakit lainnya.

Misalnya selama masa pubertas, hormon gonad menghasilkan hormon seks yang mengontrol perkembangan organ seks dan penampilan karakteristik seksual sekunder pada anak laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: 7 Nutrisi untuk Imun Bayi, Kuatkan Daya Tahan Tubuhnya!

5. Nutrisi

Nutrisi yang didapati bayi adalah faktor penting dalam pertumbuhan karena semua yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki dirinya berasal dari makanan yang kita makan.

Malnutrisi dapat menyebabkan penyakit defisiensi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, termasuk memengaruhi lingkar kepala bayi.

Di sisi lain, makan berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan dalam jangka panjang, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Karena itu, pola makan dengan gizi seimbang yang kaya akan vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak sangat penting untuk perkembangan otak dan tubuh Si Kecil.

6. Pengaruh Keluarga

Keluarga memiliki dampak paling besar dalam mengasuh anak dan menentukan cara mereka berkembang secara psikologis dan sosial.

Baik itu Si Kecil dibesarkan oleh orang tuanya, kakek nenek atau orang tua asuh, mereka membutuhkan cinta, perhatian, dan kesopanan dasar untuk berkembang sebagai individu fungsional yang sehat.

Pertumbuhan paling positif terlihat ketika keluarga menginvestasikan waktu, energi dan cinta dalam perkembangan anak melalui kegiatan, seperti membaca untuk mereka, bermain dengan mereka dan memiliki percakapan yang bermakna dalam.

Keluarga yang melecehkan atau mengabaikan anak-anak akan memengaruhi perkembangan positif anak.

Si Kecil mungkin berakhir sebagai individu yang memiliki keterampilan sosial yang buruk dan kesulitan menjalin ikatan dengan orang lain sebagai orang dewasa.

Pola asuh helikopter juga memiliki efek negatif karena membuat anak-anak bergantung pada orang tuanya, bahkan hingga menjadi orang dewasa muda dan tidak mampu menghadapi kesulitan dalam hidup mereka sendiri.

7. Pengaruh Geografis

Di mana Moms tinggal juga memiliki pengaruh besar pada tumbuh kembang anak-anak secara keseluruhan.

Misalnya, dari sekolah yang dihadiri, lingkungan tempat tinggal, peluang yang ditawarkan oleh komunitas dan lingkaran teman sebaya, adalah beberapa faktor sosial yang memengaruhi perkembangan anak.

Tinggal di lingkungan dengan ragam fasilitas misalnya memiliki taman, perpustakaan, dan pusat komunitas untuk kegiatan kelompok dan olahraga memainkan peran dalam mengembangkan keterampilan, bakat, dan perilaku anak.

Sementara, lingkungan yang tidak menarik dapat mendorong beberapa anak untuk tidak sering keluar rumah tetapi bermain video game di rumah. Bahkan cuaca di suatu tempat memengaruhi anak-anak terhadap ritme tubuh, alergi, dan kondisi kesehatan lainnya.

8. Status Sosial-Ekonomi

Status sosial ekonomi sebuah keluarga menentukan kualitas peluang yang didapat anak, dan ini berpengaruh kepada tumbuh kembangnya.

Belajar di sekolah yang lebih baik dan lebih mahal pasti memiliki manfaat dalam jangka panjang.

Keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi juga dapat menawarkan sumber daya yang lebih baik untuk anak-anak dan memberikan bantuan khusus jika anak-anak membutuhkannya.

Sementara, anak-anak dari keluarga kurang mampu mungkin tidak memiliki akses ke sumber daya pendidikan dan nutrisi yang baik untuk mencapai potensi penuh mereka.

Selain itu, anak-anak dari kelompok kurang mampu ini mungkin juga memiliki orang tua yang bekerja terlalu lama dan tidak dapat menginvestasikan waktu berkualitas yang cukup dalam perkembangan dan pertumbuhan anak.

Meskipun alam berkontribusi banyak pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, pengasuhan berkontribusi lebih banyak. Seperti disebutkan sebelumnya, beberapa faktor ini mungkin tidak dapat dikontrol, dan Moms harus puas dengan apa yang dimiliki.

Tetapi ada beberapa hal yang dapat dipastikan untuk didapatkan oleh Si Kecil.

Ini termasuk memastikan bahwa Si Kecil cukup istirahat setiap hari, karena perkembangannya sangat bergantung pada jumlah tidur yang ia dapatkan.

Selain itu, perhatikan nutrisi dan tingkat olahraga anak, karena ini juga memainkan peran penting dalam mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang tepat waktu dan sehat.

Artikel Terkait