KESEHATAN
16 Januari 2019

Pentingnya Minum Air untuk Menghindari Batu Ginjal

Risiko timbulnya batu ginjal bisa berkurang setengahnya dengan minum yang cukup
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla


Memiliki batu ginjal dapat menjadi sesuatu yang sangat tidak menyenangkan.

Untungnya, gaya hidup yang sehat dapat membantu menghindari pengembangan batu ginjal tersebut., salah satunya adalah dengan rutin meminum air.

Apakah pengaruh pentingnya minum air untuk batu ginjal? Mari simak ulasan berikut:

Baca Juga : Benarkah Banyak Minum Air Putih Bisa Mengurangi Berat Badan?

Minum Banyak Air Penting untuk Menghindari Batu Ginjal

shutterstock 400659769 (1)

Saat ditemui di Indonesia H2C, Professor Ivan Tack dari Toulouse School, Inggris menuturkan bahwa risiko timbulnya batu ginjal bisa berkurang setengahnya dengan minum cukup untuk menghasilkan volume urin.

Dengan kata lain, langkah paling penting yang dapat Moms lakukan untuk mencegah batu ginjal adalah minum lebih banyak air.

Minum air yang cukup bukan hanya berarti Moms buang air kecil lebih sering, tetapi itu juga berarti bahwa urin kurang terkonsentrasi dengan mineral-mineral yang menyebabkan batu.

Semakin banyak buang air kecil, semakin rendah kemungkinan bahwa produk limbah ini akan mengendap dan membentuk ikatan dan membentuk batu ginjal.

Jumlah cairan yang dibutuhkan untuk membantu mencegah batu ginjal bervariasi untuk setiap orang, namun umumnya memang dibutuhkan setidaknya 1,5 liter per hari.

Sebagai contoh, beberapa orang lebih banyak berkeringat daripada yang lain perlu minum lebih banyak. Karena Idealnya, seseorang memproduksi lebih dari dua setengah liter urin per hari.

Tak hanya itu, indikator bermanfaat bahwa Moms minum cukup air adalah warna urin. Jika warnanya kuning gelap, maka mungkin tidak cukup minum.

Kemudian bila warnanya semakin bening maka asupan air mineral Moms sudah mulai mencukupi.

Baca Juga : 4 Tips Membiasakan Diri Rutin Minum Air Putih

Tak Hanya Cukup Minum, Perhatikan Juga Makanan Moms

shutterstock 600370532

Jika Moms memiliki batu ginjal di masa lalu, dokter akan menganjurkan merekomendasikan perubahan pola makan tergantung pada jenis batu.

Namun jika Moms belum pernah memiliki batu ginjal sebelumnya, makan makanan yang sehat dan seimbang dapat membantu menghindari batu ginjal di kemudian hari.

Berikut adalah beberapa tips diet yang disarankan:

1. Batasi Asupan Garam

Diet tinggi sodium dapat menyebabkan batu ginjal dengan meningkatkan jumlah kalsium dalam urin.

Memang, kadar kalsium urine yang tinggi merupakan penyebab sebagian besar batu ginjal. Selain itu, sodium juga dapat menyebabkan tingginya kadar asam amino sistin dalam urin, yang menyebabkan batu sistin.

2. Kurangi Konsumsi Gula

Makanan dan minuman dengan gula alami dan tambahan tinggi dapat meningkatkan risiko Moms mengembangkan batu ginjal.

Ketika tubuh mengonsumsi gula, maka kadar kalsium urin akan naik dan volume urin akan turun, hal ini akan berkontribusi pada pembentukan batu ginjal

3. Makan Makanan Kaya Kalsium

Meskipun kadar kalsium yang tinggi dalam urin membuat Moms berisiko untuk mengalami batu ginjal, ini tidak berarti tubuh harus menghindari makanan kaya kalsium.

Kalsium sebenarnya dapat mencegah zat di saluran pencernaan yang berkontribusi terhadap batu ginjal. Cobalah untuk mendapatkan kalsium dari makanan daripada suplemen.

4. Batasi Protein

Batasi konsumsi protein hewani seperti daging sapi, ayam, babi, ikan, dan telur. Makanan ini mengandung banyak protein, dan terlalu banyak protein dapat menyebabkan batu ginjal serta asam urat.

Protein juga dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam urin dan mengurangi jumlah sitrat, suatu bentuk asam sitrat bertindak sebagai penghambat batu.

Wah, rupanya batu ginjal ini merupakan masalah yang datangnya disebabkan oleh hal sering Moms sepelekan.

Mulai sekarang jangan lupa untuk cukupi kebutuhan air ya, Moms. Ingat, tak hanya banyak minum tetapi harus cukup minum air.

(MDP)

Artikel Terkait