PARENTING
29 Mei 2020

Pentingnya Pelukan dalam Kebahagiaan Ibu dan Keluarga

Pastikan Moms memiliki afeksi yang cukup dari suami dan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Dalam berkeluarga, tentunya setiap suami, istri, dan anak membutuhkan afeksi yang dapat mempererat hubungan keluarga. Khususnya bagi ibu.

Seorang ibu tidak hanya berperan sebagai pengasuh terbaik bagi anak, tetapi juga menjadi istri yang memberikan kebutuhan untuk suami. Tentunya, dengan banyaknya peran ini bisa jadi cukup melelahkan bagi ibu.

Karenanya, untuk menunjang kestabilan emosional seorang ibu, suami dan anak patutnya memberikan afeksi yang cukup pada Moms. Salah satunya pelukan. Lalu, apa saja manfaat pelukan bagi seorang ibu?

Baca Juga: Happy Mom 101: Pentingnya Me-Time untuk Kebahagiaan Moms

Manfaat Pelukan Bagi Seorang Ibu

afeksi-1.jpg

Foto: parents.com

Pelukan atau sentuhan memiliki manfaat yang tak terduga bagi Moms, lho! Menurut psikolog Rena Masri, S.Psi, M.Si, Psikolog, pelukan dipercaya bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan.

"Kenapa afeksi itu penting? Karena afeksi bisa memberikan kenyamanan kepada seseorang kalau diberikan secara tepat. Pelukan memang dipercaya bisa membuat ibu tenang dan nyaman," terang Rena.

Tidak hanya pelukan, Moms juga dapat menerima dan memberikan bentuk afeksi lainnya yang sama hebatnya dengan pelukan.

Bentuk Afeksi Keluarga Selain Pelukan

afeksi-2.jpg

Foto: nashvilleparent.com

Pemberian afeksi ini berkaitan dengan bahasa cinta. Dalam buku The 5 Love Languages yang ditulis oleh Dr. Gary Chapman, lima bentuk afeksi ini adalah:

  • Words of Affirmation (perkataan)
  • Acts of Service (tindakan)
  • Receiving Gifts (hadiah)
  • Quality Time (waktu)
  • Physical Touch (sentuhan)

"Afeksi juga bisa meningkatkan bonding atau attachment antara ibu dengan suami, atau ibu dengan anak. Tetapi harus tepat, sehingga kita perlu tahu apa bahasa cinta pasangan dan anak," jelas Rena.

Dengan mengetahui bahasa cinta yang tepat, maka pengungkapan bahasa cinta bisa lebih mudah diterima dan ditangkap oleh pasangan dan anak-anak, serta lebih mudah dirasakan.

Baca Juga: Happy Mom 101: Jangan Ragu Meminta Bantuan dari Suami dan Anak

Pentingnya Punya Afeksi Erat dengan Anak dan Suami

afeksi-3.jpg

Foto: twopinkcanaries.com

Rena menegaskan pentingnya sebuah afeksi yang tumbuh dan berkembang dengan baik, karena hal ini dapat memengaruhi keharmonisan dalam sebuah keluarga. Tidak hanya antar suami dan istri, tetapi juga orang tua dan anak.

"Afeksi dari suami ke istri bisa meningkatkan perasaan disayang dan dicintai oleh suami, merasa diperhartikan, memperkuat hubungan suami-istri, menciptakan suasana nyaman, tenang dan rukun, merasa aman, percaya diri dengan hubungan, tidak selalu curiga, jadi akan menimbulkan perasaan bahagia dalam sebuah hubungan suami-istri," jelas Rena.

Begitu juga dengan memiliki manfaat afeksi yang erat antara orang tua dan anak, khususnya Moms dan Si Kecil.

"Afeksi yang baik dengan anak dapat memunculkan bonding atau attachment yang kuat, sehingga terjalin kedekatan dengan anak. Anak dan ibu juga saling terbuka, saling berbagi, tidak berbohong atau sembunyi-sembunyi. Jadi, manfaatnya baik sekali untuk menciptakan kenyamanan dan keharmonisan keluarga," lanjut Rena.

Dampak Ibu Tidak Mendapatkan Afeksi yang Cukup

afeksi-4.jpeg

Foto: aarfinancial.ca

Menurut Rena, ada beberapa dampak yang dapat terjadi jika seorang ibu tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari suami dan anaknya.

"Jika afeksi tidak diberikan atau tidak terbangun secara cukup pada Moms sebagai seorang ibu dan istri, tentunya akan memberikan dampak negatif. Misalnya, menjadi tidak mudah percaya akan hubungannya dengan suami, khawatir, atau insecure," terang Rena.

Ia melanjutkan, "Kalau pada anak, seorang ibu akan sulit mempercayai anak, selalu waspada terhadap kegiatan anak, sehingga suasananya tidak aman dan nyaman. Akhirnya, sebuah keluarga menjadi tidak bahagia."

Baca Juga: Happy Mom 101: Cara Berpikir Positif untuk Mencegah Stres Sebagai Seorang Ibu

Namun, pemberian afeksi ini harus terjadi secara dua arah, bukan satu arah saja, yaitu antara suami dan istri, serta pemberian afeksi antara ibu dan anak.

"Kalau afeksi ini tidak bertumbuh dengan baik, akan membuat suasana di dalam keluarga menjadi tidak nyaman, dan kepuasan terhadap pernikahan menjadi rendah," tutup Rena.

Artikel Terkait