PARENTING
7 Juli 2020

Pentingnya Peran Orang Tua untuk Tumbuh Kembang Anak

Peran orang tua dapat menentukan kualitas hidup anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebagai orang tua, Moms tidak hanya memantau proses tumbuh kembang anak, tetapi juga memiliki peran penting dalam pembentukan perilaku dan perkembangan Si Kecil.

Dalam Journal of American Academy of Pediatrics, kemampuan kognitif, kepercayaan, nilai-nilai etis, pertahanan koping, dan suasana hati anak di setiap tahap perkembangan adalah hasil dari pengaruh yang beragam dan terbentuk dengan cara yang kompleks.

Lalu, seperti apa peran orang tua untuk tumbuh kembang anak dan pola asuh apa yang tepat bagi Si Kecil? Cari tahu penjelasannya berikut ini, Moms.

Baca Juga: Peran Penting Orang Tua dalam Mengembangkan Bahasa Bayi

Peran Orang Tua untuk Tumbuh Kembang Anak

peran orang tua dalam tumbuh kembang anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Dalam acara webinar RSPI "Pertumbuhan dan Perkembangan Balita" pada Rabu (24/6/2020), disebutkan bahwa ada tiga hal yang menjadi kebutuhan dasar tumbuh kembang: asah, asih, dan asuh.

"Asuh termasuk nutrisi, imunisasi, pakaian, layanan kesehatan, dan perumahan. Asih adalah rasa aman, kasih sayang harga diri, kebebasan, rasa sukses. Asah yaitu stimulasi, keluarga, sekolah, masyarakat, hukum, dan nilai sosial," jelas dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial.

"Pertumbuhan dan perkembangan balita terjadi sangat pesat dan peran pengasuhan menentukan kualitas hidup anak di masa mendatang," lanjut dr. Catharine.

Karena itu, Moms perlu mengetahui peran orang tua dalam tumbuh kembang anak, khususnya sebagai pembentukan perilaku kesehatan bagi Si Kecil:

  1. Inisiasi menyusui dini (IMD) untuk bonding yang baik dengan anak
  2. Keterikatan yang baik memainkan faktor pelindung
  3. Pola asuh yang kasar (abusif), tidak sensitif, dan tidak responsif dapat menyebabkan perkembangan emosi anak yang tidak lazim
  4. Gaya makan yang otoriter menyebabkan makan berlebihan, kelebihan berat badan, penolakan makanan, serta anak pilih-pilih makanan
  5. Gaya makan yang otoritatif mengarah pada perilaku makan yang lebih sehat

Baca Juga: Mengenal 4 Manfaat Positive Attention dan Perannya Dalam Pola Asuh Balita

Pentingnya Pola Asuh Responsif Terhadap Tumbuh Kembang Anak

peran orang tua dalam tumbuh kembang anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Pola asuh responsif (responsive parenting) merupakan bentuk pola asuh yang bisa mendukung dan memenuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh yang disebutkan di atas tadi.

Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seorang ibu atau pengasuh yang responsif, interaksi dengan cepat, kontingen, dan tepat, punya manfaat luas untuk anak.

Mulai dari perkembangan kognitif dan psikososial anak yang lebih baik, hingga perlindungan dari penyakit dan kematian. Ini karena orang tua sadar akan kebutuhan emosional dan fisik anak mereka, dan bisa memberikan respons dengan tepat dan konsisten.

Ada tiga kunci penting dalam pola asuh responsif yang penting dicatat:

  1. Interpretasi: Amati isyarat anak, seperti gerakan dan vokalisasi.
  2. Pengamatan: Menafsirkan sinyal secara akurat. Misalnya menyadari bahwa bayi yang mudah tersinggung berarti lelah dan perlu istirahat.
  3. Tindakan: Bertindak cepat, konsisten, dan efisien untuk memenuhi kebutuhan anak.

Mengutip National Physicians Center, orang tua dengan pola asuh responsif memahami perbedaan perkembangan dan temperamen individu, merespons anak dengan cepat dan tepat, serta memberikan dorongan dan dukungan untuk anak di masa sulit.

Sehingga, peran orang tua dalam tumbuh kembang anak dengan pola asuh ini dapat menyediakan kebutuhan dasar yang aman bagi anak-anak agar dapat menjelajahi dan mempelajari lingkungan mereka.

Baca Juga: 5 Alasan Pola Asuh Ayah yang Santai Punya Nilai Lebih Bagi Anak

Artikel Terkait