BALITA DAN ANAK
6 Juli 2020

5 Penyakit yang Paling Sering Menyerang Anak usia 0-5 Tahun, Waspada!

Kondisi ini akan banyak dialami Si Kecil di masa tumbuh kembangnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Di usia 0-5 tahun, Si Kecil akan banyak melakukan eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan sistem imunitas yang masih belum terbentuk dengan baik, anak-anak jadi mudah terserang penyakit.

"Balita merupakan kelompok anak yang masih mudah terkena penyakit. Menurut penelitian, rata-rata balita bisa mengalami sekitar 7 kali episode sakit dalam satu tahun," jelas dr. Cynthia Rindang K., Sp. A, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah - Puri Indah.

Penyakit yang Sering Menyerang Anak 0-5 Tahun

Dalam jurnal Proceedings Biological Sciences, sistem kekebalan tubuh relatif belum matang saat lahir dan harus berkembang selama kehidupan dari masa kanak-kanak, dewasa muda dan dewasa (termasuk kehamilan), dan akan alami penurunan di usia tua.

Lebih lanjut, dr. Cynthia menjelaskan beberapa penyakit yang sering dialami anak. Berikut ulasannya.

1. Diare

penyakit yang sering dialami balita-diare

Foto: Orami Stock Photos

Diare merupakan penyakit yang sering menyerang anak usia 0-5 tahun. Ini merupakan kondisi bertambahnya jumlah buang air besar (BAB) yang biasanya lebih dari 3 kali, dengan konsistensi lebih encer.

Diare pada balita yang frekuensinya cukup sering kemungkinan membuat Si Kecil mengalami dehidrasi, akibat keluarnya cairan tubuh yang lebih banyak dari biasanya.

Bentuk Pertolongan Pertama

Sebagai pertolongan pertama, Moms dapat memberikan cairan rehidrasi oral setiap kali anak diare dan telaten memberikan asupan makanan yang rendah serat. Pemberian buah pisang dan apel dapat membantu BAB jadi lebih padat.

Kapan Konsultasi ke Dokter?

Apabila tanda-tanda dehidrasi mulai terlihat, yaitu jumlah dan frekuensi BAK yang berkurang dari biasanya, BAK lebih pekat, air mata berkurang, dan mata terlihat lebih cekung, segera bawa anak ke dokter terdekat.

Selain itu, jika BAB Si Kecil disertai darah atau lendir, jangan menunda membawa anak berobat segera ke dokter.

Baca Juga: Ketahui 5 Tipe Penyakit Jantung Pada Anak

2. Infeksi Saluran Pernapasan

penyakit yang sering dialami balita-infeksi saluran napas.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Penyakit yang juga kerap menyerang anak usia 0-5 tahun adalah infeksi saluran pernapasan. Infeksi saluran napas pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus, ditandai dengan batuk dan pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan terkadang juga disertai demam, sakit kepala dan nyeri saat menelan.

Bentuk Pertolongan Pertama

Untuk pertolongan pertama penyakit yang sering dialami anak ini, pastikan asupan cairan terpenuhi. Berikan cairan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering dari biasanya. Istirahat cukup juga dapat membantu pemulihan jadi lebih cepat.

Bila hidung Si Kecil tersumbat, penggunaan larutan garam steril yang ditetes dan disemprotkan ke hidung serta olesan balsam bayi juga dapat membantu melegakan pernapasan.

Kapan Konsultasi ke Dokter?

Bila keluhan memberat, apalagi jika anak terlihat sesak dan bernapas dengan ritme cepat, segeralah bawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jika demam sudah berlangsung selama 3 hari, terdapat nyeri telinga atau keluar cairan dari telinga, serta tidak ada perbaikan gejala selama beberapa hari, bawa anak ke dokter untuk memastikan penyebab penyakit dan mendapatkan terapi tambahan yang tepat.

Baca Juga: Jangan sampai Terkecoh, Yuk Kenali 6 Gejala Penyakit DBD pada Anak

3. Konstipasi (Sembelit)

penyakit yang sering dialami balita-sembelit.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Penyakit anak lainnya adalah konstipasi alias sembelit. Konstipasi atau sembelit adalah kondisi saat anak mengeluarkan BAB yang berukuran terlalu besar atau keras. Selain itu, frekuensi BAB yang kurang dari 3 kali dalam seminggu juga termasuk dalam kategori konstipasi.

Penyebab dari konstipasi pada balita bisa berupa asupan cairan atau serat yang kurang, adanya konsumsi obat tertentu yang menyebabkan BAB keras, atau masalah psikologis yang menyebabkan anak menahan urgensi untuk BAB.

Bentuk Pertolongan Pertama

Untuk mengatasi penyakit yang sering dialami balita ini, Moms dapat membantu anak mengonsumsi makanan yang mengandung cukup serat dan banyak minum.

Jangan lupa, selalu dampingi anak ketika ia terlihat ingin BAB dan memberikan dorongan bagi anak untuk tidak menahan BAB dengan cara yang tenang dan menyenangkan.

Kapan Konsultasi ke Dokter?

Jika Si Kecil sudah tidak BAB selama satu minggu, BAB disertai dengan darah, perut kembung, atau terjadi muntah berulang, sebaiknya anak segera dibawa berobat ke layanan kesehatan terdekat.

4. Ruam

penyakit yang sering dialami balita-ruam

Foto: Orami Stock Photos

Kulit balita masih sangat sensitif, sehingga kontak dengan bahan-bahan yang bersifat iritatif sangat mudah menyebabkan ruam pada kulitnya. Tidak heran penyakit ini kerap menyerang anak-anak. Biasanya ruam juga disertai dengan rasa gatal.

Penyebab ruam pada kulit sangat banyak, mulai dari tidak cocok mengenakan produk skincare bayi tertentu, alergi makanan dan susu, atau terlambat mengganti popok.

Bentuk Pertolongan Pertama

Bila kondisi ruam pada anak terjadi, Moms dapat mencoba mengoleskan krim bayi atau minyak kelapa untuk membuat kulit menjadi lebih lembap. Jika Si Kecil masih menggunakan popok, pastikan sesegera mungkin mengganti popok setelah ia buang air.

Kapan Konsultasi ke Dokter?

Konsultasikan keluhan pada dokter jika kondisi ruam Si Kecil tidak kunjung membaik, bertambah lebar, atau mulai menyebabkan lecet yang membuatnya bertambah rewel.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengenali Perbedaan Pilek dan Alergi pada Anak

5. Jatuh

penyakit yang sering dialami balita-jatuh.jpg

Foto: mymcmedia.org

Penyakit lain yang sering dialami anak adalah luka karena terjatuh. Balita sedang dalam masa eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya, tetapi nalar untuk menilai risiko bahaya dalam tindakannya belum berkembang dengan baik.

Sehingga, risiko balita untuk mengalami kecelakaan menjadi lebih besar bila tidak diawasi dengan baik oleh Moms dan Dads. Sehingga anak jatuh menjadi penyakit yang sering dialami balita.

Bentuk Pertolongan Pertama

Bila luka karena jatuh hanya terbentuk luka kecil pada area tubuh, maka lakukan perawatan dengan mencuci luka menggunakan air bersih dan mengoleskan antiseptik.

Bila terjadi lebam atau benjol, kompres dingin dapat segera dilakukan untuk menghentikan perdarahan di bawah kulit lebih lanjut.

Luka jatuh yang memerlukan pengawasan lebih ketat adalah jika saat Si Kecil terjatuh, terjadi benturan pada area kepala, terutama bila ia terjatuh dari tempat yang cukup tinggi.

Kapan Konsultasi ke Dokter?

Si Kecil harus segera dibawa periksa ke rumah sakit terdekat jika terjadi perdarahan yang sulit berhenti, penurunan kesadaran atau aktivitas, kelemahan anggota tubuh satu sisi, kejang, atau muntah berulang dan menyemprot.

Nah, itulah beberapa penyakit yang kerap menyerang anak usia 0-5 tahun. Adalah hal wajar jika Si Kecil mengalami beberapa penyakit di atas mengingat sistem kekebalan tubuhnya masih dalam masa perkembangan.

Namun, jika Si Kecil menunjukkan gejala yang tidak wajar, segera bawa ke dokter ya Moms!

Artikel Terkait