KESEHATAN
15 Desember 2019

Penyakit Asma Memengaruhi Kesuburan. Ini Kata Ahli!

Waspadai jenis pengobatan asma memengaruhi kesuburan pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Asma merupakan suatu masalah pada paru-paru yang menyebabkan sesak napas, dada terasa ketat, mengi dan batuk. Hal ini disebabkan oleh peradangan pada jaringan yang membawa udara masuk dan keluar dari paru.

Peradangan ini dapat menyebabkan tabung pernapasan menjadi lebih sensitif terhadap partikel yang terhirup, seperti: debu, bulu hewan atau asap rokok. Tidak hanya menimbulkan gejala yang membuat tubuh tidak nyaman, asma memengaruhi kesuburan pada wanita.

Penjelasan Ahli Tentang Asma Memengaruhi Kesuburan

Berikut ini beberapa kemungkinan yang dipaparkan oleh para ahli mengenai hubungan asma memengaruhi kesuburan.

1. Peradangan Pada Asma Memengaruhi Kesuburan

asma memengaruhi kesuburan

Foto: sharecare.com

Dr. Len Horovitz, spesialis paru di Lenox Hill Hospital, New York City, mengatakan bahwa hubungan asma memengaruhi kesuburan atau keterlambatan kehamilan sangat jelas. Asma yang merupakan penyakit inflamasi dan peradangan dapat terjadi di mana saja dalam tubuh.

“Bagian peradangan pada asma mungkin tidak hanya memengaruhi tabung bronkial, tetapi juga tuba falopi,” ungkap Dr. Horovitz, seperti dikutip dari webmd.com.

Tuba falopi sendiri merupakan saluran yang membantu proses pembuahan, sehingga jika ada masalah dalam organ ini, maka fertilitas pun menjadi terganggu.

Dr. Horovitz juga menambahkan bahwa teori ini semakin didukung dengan fakta bahwa ketika wanita menjalani pengobatan untuk asma, maka peluang kehamilannya juga semakin membaik.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Asma pada Anak, Genetik atau Faktor Lingkungan?

2. Tidak Bergairah

asma memengaruhi kesuburan

Foto: yummy.co.ke

Berbeda dengan pendapat Kepala Pusat Reproduksi Manusia di North Shore University Hospital, Manhasset, New York, Dr Avner Hershlag, yang menyebutkan bahwa hubungan asma memengaruhi kesuburan bisa lebih sederhana.

Merujuk pada sebuah studi di Inggris pada tahun 2007 terhadap lebih dari 500,000 wanita dalamAmerican Journal of Epidemiology menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat fertilitas antara wanita yang mengidap asma dengan yang tidak mengidap asma.

“Sangat masuk akal jika saat seseorang mengidap asma, maka pembuahan jadi terhambat. Saya yakin, jika kamu mempelajari semua penyakit kronis, kamu akan menemukan hasil yang sama. Mudah saja, mungkin pasangan ini kurang berhubungan (seks) selama beberapa waktu saat sedang tidak sehat (asma) dan pembuahan pun jadi terhambat,” ungkap Dr. Herslag, seperti dikutip dari webmd.com.

Baca Juga: 3 Makanan dan Minuman Ini Bisa Mencegah Anak Terkena Asma

3. Pengobatan Asma Memengaruhi Kesuburan

asma memengaruhi kesuburan

Foto: health24.com

Sebuah penelitian (erj.ersjournals.com) dilakukan oleh Screening for Pregnancy Endpoints (SCOPE) antara November 2004 dan Februari 2011 di Auckland (New Zealand), Adelaide (Australia), Cork (Irlandia) dan Manchester juga London (Inggris) terhadap lebih dari 5,000 wanita.

Hasilnya, 10% wanita yang mengidap asma membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil dibandingkan wanita yang tidak mengidap kondisi tersebut. Para peneliti juga melihat hubungan pengobatan asma memengaruhi kesuburan.

Wanita yang hanya menggunakan obat pereda asma jangka pendek membutuhkan waktu 20% lebih lama untuk hamil dan 30% lebih mungkin membutuhkan waktu untuk hamil dibandingkan dengan wanita yang tidak mengidap asma.

Berbeda efeknya pada pengobatan asma jangka panjang. Obat jenis ini biasanya bekerja dengan menghirup kortikosteroid untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Rupanya, pengobatan asma jangka panjang tidak memengaruhi kesuburan seperti pada obat asma jangka pendek.

Hal ini bisa disebabkan karena pengobatan asma jangka pendek tidak mengubah fungsi kekebalan tubuh. Saat pengidap asma menggunakan pengobatan asma jangka pendek, gejala asma berhasil diobati.

Baca Juga: 3 Makanan dan Minuman Ini Bisa Mencegah Anak Terkena Asma

Namun peradangan tetap masih ada di paru-paru dan organ reproduksi. “Ini bisa terjadi karena perbaikan umum pada kesehatan merupakan hal yang memengaruhi peningkatan kesuburan, dan bukan efek negatif dari pengobatan jangka pendek yang hanya digunakan setelah serangan asma terjadi,” ungkap Profesor Farmasi di Kings College London, Tony Fox, seperti dikutip dari forbes.com.

Itulah beberapa kemungkinan mengenai bagaimana asma memengaruhi kesuburan. Moms dapat berkonsultasi dengan Dokter mengenai pengobatan yang tepat terhadap asma, sehingga tidak mengganggu tingkat kesuburan dan peluang kehamilan.

GS

Artikel Terkait