BALITA DAN ANAK
22 September 2020

13+ Penyakit Autoimun pada Anak, Yuk Cari Tahu!

Beberapa penyakit autoimun pada anak diturunkan secara genetik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Padahal, seharusnya sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi tubuh dari serangan kuman penyakit.

Sebagian besar penyakit autoimun muncul saat seseorang sudah dewasa. Kasus penyakit autoimun pada anak tergolong sedikit.

Dikutip dari situs web Everyday Health, penyakit autoimun pada anak bisa muncul karena diwariskan dari ibu yang memiliki penyakit autoimun tertentu.

“Ibu hamil yang mengidap penyakit autoimun tertentu, misalnya lupus, bisa saja mentransfer antibodinya kepada bayi di kandungan lewat plasenta. Si bayi pun jadi memiliki antibodi yang sama dan nantinya mengalami gejala-gejala lupus,” terang Jane M. El-Dahr, M.D., dosen ilmu kesehatan anak dan ketua seksi imunologi, alergi, dan reumatologi anak di Tulane University School of Medicine in New Orleans.

Namun, itu hanya satu contoh. Faktanya, tidak semua ibu hamil yang mengidap penyakit autoimun otomatis akan mentransfer antibodinya kepada anaknya.

Baca Juga: Ashanty Didiagnosis Mengidap Penyakit Autoimun, Ini 3 Selebriti Indonesia yang Juga Mengidap Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun pada Anak

Untuk menambah wawasan tentang penyakit autoimun pada anak, yuk, simak penjelasannya.

1. Penyakit Celiac (Celiac Disease)

kids-gluten-free-blog.jpg

Foto: Health Harvard

Dalam situs web Everyday Health, dokter El-Dahr menyebut penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang paling banyak menyerang anak-anak. Penyakit celiac terjadi saat sistem kekebalan tubuh seseorang menghambat penyerapan nutrisi akibat konsumsi gluten.

Pada anak yang menderita penyakit celiac, tubuhnya juga tidak dapat mencerna gluten dan memperlihatkan gejala seperti diare, anemia, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri sendi.

2. Penyakit Lupus

child-tired.jpg

Foto: Advanced Spinal Care

Dikutip dari situs web Nationwide Children’s, Systemic Lupus Erythematous (SLE) atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh, terutama kulit, persendian, darah, ginjal dan sistem saraf pusat.

Sekitar 15 hingga 20 persen dari total penyakit Lupus terjadi pada anak, meski sebagian besar muncul saat anak berusia di atas 5 tahun. Sampai sekarang para ahli belum mengetahui faktor apa yang memicu munculnya penyakit Lupus.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Penyakit Autoimun. Cari Tahu Di Sini!

3. Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)

child-with-sore-knee-730x338.jpg

Foto: Fresh Foot Centre

Contoh penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah JIA yang tidak merujuk kepada satu jenis penyakit, melainkan istilah yang mewakili berbagai jenis masalah artritis yang diderita anak.

Artritis adalah peradangan atau degenerasi struktur sendi yang disertai dengan rasa sakit, pembengkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak.

JIA terjadi saat sistem kekebalan tubuh mendorong tubuh untuk melepaskan zat kimia peradangan yang menyerang sinovium (lapisan jaringan di sekitar sendi). Sinovium yang meradang dapat membuat sendi terasa nyeri, lunak, memerah, bengkak, dan sulit digerakkan.

Menurut American College of Rheumatology, seorang anak akan mendapat diagnosis JIA jika ia mengalami peradangan di salah satu sendinya selama lebih dari enam minggu dan dokter telah menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.

4. Penyakit Addison

autoimun pada anak: addison

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah penyakit Addison. Ini juga disebut insufisiensi adrenal pediatrik dan itu terjadi ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan kortisol dan aldosteron yang cukup.

Hormon-hormon ini mengatur metabolisme anak, sistem kekebalan tubuh, dan kadar natrium dan kalium dalam tubuh. Dengan tidak adanya hormon-hormon ini, metabolisme, sistem kekebalan tubuh, dan kadar natrium dan kalium dalam tubuh jadi tidak teartur. Penyakit Addison umumnya jarang terjadi.

Baca Juga: Penyakit Addison: Akibatnya Tak Seindah Namanya

5. Psoriasis

autoimun pada anak: psoriasis

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah psoriasis. Ini bisa jadi karena kondisi autoimun atau disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit. Anak-anak dapat tertular penyakit ini melalui genetik atau karena penyakit autoimun lainnya seperti penyakit Crohn, diabetes tipe I, dan Artritis Reumatoid.

Penyakit ini menyebabkan peradangan dan gatal pada kulit dan persendian.

6. Penyakit Hati Autoimun

autoimun pada anak: hepatitis autoimun

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah penyakit hati autoimun. Ia juga dikenal sebagai hepatitis autoimun. Ini adalah gangguan inflamasi yang merusak hati dan dapat menyebabkan sirosis.

Tipe I lebih jarang terjadi pada anak-anak. Tipe II juga jarang tetapi lebih umum daripada tipe I. enyakit ini biasanya menyerang anak perempuan berusia dua sampai 14 tahun.

7. Tiroiditis Autoimun (AT)

autoimun pada anak: tiroid

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah tiroiditis autoimun. Tiroiditis autoimun biasanya terjadi pada remaja, tetapi dapat lazim bahkan pada anak-anak yang lebih kecil. Ini adalah penyakit tiroid yang umum terjadi pada anak-anak.

AT bisa berupa hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Gen dan faktor lingkungan menjadi penyebab penyakit pada anak.

8. Henoch-Schonlein Purpura (HSP)

autoimun pada anak Henoch-Schönlein Purpura

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah Henoch-Schonlein Purpura. Pada anak yang terkena HSP, kulit yang meradang mengeluarkan sel darah merah yang menyebabkan ruam di kaki, bokong, dan lengan. Kondisi tersebut juga bisa menyerang organ dalam.

Di AS, HSP terjadi pada 20 per 100.000 anak, dan anak laki-laki lebih rentan dibandingkan anak perempuan. Ruam autoimun jenis ini pada anak-anak dapat berkembang antara usia dua dan 11 tahun.

Baca Juga: Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita, Ini Penjelasannya

9. Immune (atau idiopatik) Thrombocytopenia Purpura (ITP)

autoimun pada anak: trombosit

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah immune thrombocytopenia purpura. Pada kondisi ini, sistem imun menghancurkan trombosit (membantu pembekuan darah) di dalam tubuh anak, sebagian besar di limpa. Oleh karena itu, jika jumlahnya rendah, pendarahan bisa menjadi tidak terkendali.

Praktisi medis belum mengetahui penyebab dari kondisi tersebut, terkadang bisa juga disebabkan oleh virus yang tidak menular. Selain itu, ITP dapat terjadi jika anak tersebut memiliki kelainan autoimun lainnya.

10. Juvenile Dermatomyositis

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah juvenile dermatomyositis. Juvenile dermatomyositis adalah peradangan otot (miositis), karena sistem kekebalan yang rusak menyerang sel darah di seluruh tubuh anak.

Kondisi ini sangat jarang terjadi karena tiga dari satu juta anak-anak terkena di AS setiap tahun. Ini sebagian besar terjadi pada anak-anak berusia lima hingga sepuluh tahun.

11. Juvenile Scleroderma

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah juvenile scleroderma. Penyakit autoimun ini ditandai dengan pembentukan bercak kulit yang tebal akibat produksi kolagen yang berlebihan. Ada dua jenis, skleroderma lokal yang hanya menyerang kulit, dan skleroderma sistemik di mana, selain kulit, organ dalam seperti ginjal, jantung, dan saluran pencernaan juga terpengaruh.

Anak perempuan lebih rentan daripada anak laki-laki. AS memiliki sekitar 5.000 hingga 7.000 anak yang menderita penyakit langka ini. Di antara mereka yang terpengaruh, sebanyak 1,5 persen mendapatkannya sebelum usia 10 tahun sementara 7 persen mengembangkannya antara usia 10 dan 19 tahun.

12. Penyakit Kawasaki

autoimun pada anak: Penyakit Kawasaki

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah penyakit kawasaki. Penyakit langka ini terjadi karena adanya peradangan pada otot-otot di dalam tubuh, dan jika tidak ditangani dapat mempengaruhi pembuluh koroner di jantung.

Ini dimulai dengan demam, ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, yang berlanjut selama sekitar lima hari. Anak-anak berusia di bawah lima tahun rentan, dan satu dari 10.000 anak terpengaruh.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Kawasaki Pada Bayi

13. Diabetes Tipe 1

autoimun pada anak: diabetes tipe 1

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun di mana pankreas berhenti memproduksi hormon insulin.

Penyakit ini dapat berkembang pada semua usia tetapi lebih sering terjadi pada orang yang berusia di bawah 20 tahun. Lebih dari 200.000 remaja di bawah 20 tahun diperkirakan menderita penyakit ini di AS.

14. Sindrom Autoimun Multipel (MAS)

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah sindrom autoimun multipel. MAS adalah kombinasi dari tiga atau lebih penyakit autoimun pada seseorang. Salah satu kelainan yang berkaitan dengan kulit, baik skleroderma atau psoriasis.

Sekitar 25 persen orang yang menderita penyakit autoimun cenderung mengalami lebih banyak gangguan autoimun.

Baca Juga: Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Autoimun, Bisakah Sembuh Total?

Itulah beberapa penyakit autoimun pada anak yang umumnya menyerang. Saat ini, banyak ahli kesehatan maupun orang tua yang memahami jika penyakit autoimun pada anak bisa mempengaruhi kondisi psikologis atau emosinya.

Anak dengan penyakit autoimun bisa saja merasa malu, kesepian, dan tidak percaya diri.

Padahal, penyakit autoimun membutuhkan penanganan yang tidak sebentar. Oleh karena itu, memperkaya wawasan tentang penyakit autoimun pada anak dapat membantu Moms dalam mendukung anak yang mengidap penyakit autoimun.

(AN)

Artikel Terkait