KESEHATAN
14 November 2019

Penyakit Batu Empedu: Ini Gejala, Pengobatan, dan Komplikasinya

Batu empedu dapat menyumbat saluran pankreas, dan pada akhirnya menyebabkan radang pankreas yang mengganggu
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Penyakit batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang mungkin sedang terjadi dalam tubuh, Moms. Batu empedu adalah partikel padat yang terbentuk dari kolesterol empedu dan bilirubin di kantong empedu.

Jerry R. Balentine, DO, FACEP, Wakil Presiden Urusan Medis dan Kesehatan Global di Institut Teknologi New York dan Profesor Kedokteran Darurat di NYIT College of Osteopathic Medicine, menjelaskan, "Kantung empedu adalah bagian dari sistem empedu, yang meliputi hati dan pankreas. Sistem empedu ini mengangkut enzim empedu dan pencernaan," dikutip dari E Medicine Health.

Menurut Department of Surgery, University of California San Francisco, ada dua jenis penyakit batu ginjal yang bisa terbentuk dalam tubuh:

  1. Batu kolesterol. Biasanya berwarna kuning-hijau. Ini jenis batu empedu yang paling umum,
  2. Batu pigmen. Batu-batu ini lebih kecil dan lebih gelap. Terbuat dari bilirubin yang berasal dari empedu, cairan yang dibuat dari hati dan kantung empedu.

Baca Juga: Pentingnya Minum Air untuk Menghindari Batu Ginjal

Gejala Penyakit Batu Empedu

batu empedu

Gejala penyakit batu empedu mungkin tidak bisa langsung dirasakan, bahkan seseorang bisa tidak menyadari kalau mereka memiliki penyakit batu empedu. Karena itu perlu diperiksakan oleh dokter.

Sebuah gejala biasanya terjadi ketika komplikasi berkembang. Gejala yang paling umum adalah rasa sakit di bagian kanan atas perut. Rasa sakit ini muncul dalam beberapa tahapan:

  • Serangan dapat terjadi setiap beberapa hari, minggu, atau bulan, bahkan hingga tahunan
  • Rasa sakit biasanya mulai dalam 30 menit setelah makan makanan berlemak atau berminyak
  • Rasa sakitnya biasanya parah dan konstan, dan bisa bertahan dari 1-5 jam
  • Rasa sakitnya bisa menyebar ke bahu kanan atau belakang
  • Sering terjadi di malam hari dan dapat membangunkan orang dari tidur

Gejala umum penyakit batu empedu lainnya adalah sebagai berikut:

  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Gangguan pencernaan, sendawa, kembung
  • Intoleransi terhadap makanan berlemak atau berminyak
  • Penyakit kuning (kulit menguning atau bagian putih mata menguning)

Baca Juga: Apakah Pengobatan Medis Dapat Memengaruhi Kesuburan?

Pengobatan Penyakit Batu Empedu

operasi batu empedu

Jika kondisi penyakit batu empedu sudah cukup parah, maka pengobatan batu empedu bisa dilakukan dengan operasi bedah. Banyak orang menjalani operasi batu empedu untuk mengeluarkan kantong empedu. Mengutip info di laman John Hopkins Medicine, ada dua jenis operasi.

1. Laparoscopic Cholecystectomy

Ini adalah prosedur yang lebih umum dilakukan. Kantung empedu dikeluarkan melalui celah kecil di perut menggunakan alat seperti tabung kecil.

Keunggulan dari prosedur ini menyebabkan lebih sedikit rasa sakit daripada operasi terbuka. Selain itu, risiko komplikasi juga lebih kecil, dan memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat.

Prosedur ini bahkan membutuhkan waktu 20 menit hingga satu jam.

2. Open Cholecystectomy

Pengobatan metode ini dilakukan dengan dokter bedah yang melakukan operasi untuk mengangkat kantong empedu. Prosedur operasi biasanya digunakan ketika calon pasien tidak cocok menggunakan operasi laparoskopi.

Biasanya, prosedur operasi ini membutuhkan waktu 45 hingga 90 menit. Usai operasi, pasien harus tinggal selama beberapa hari di rumah sakit untuk proses pemulihan.

Baca Juga: 5 Komplikasi yang Bisa Disebabkan Karena Penyakit Jantung

Komplikasi Penyakit Batu Empedu

gejala dbd pada anak - nyeri perut.jpg

Jika tidak ditangani secepat mungkin, penyakit batu empedu dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh dengan menimbulkan penyakit lain. Mengutip dari National Health Services United Kingdom, berikut beberapa di antaranya:

1. Peradangan Kantung Empedu

Batu empedu yang bersarang di leher kantong empedu dapat menyebabkan peradangan pada kantong empedu (kolesistitis). Kolesistitis dapat menyebabkan sakit demam dan sakit parah.

2. Penyumbatan Saluran Empedu

Penyakit batu empedu dapat menyumbat tabung (saluran) tempat empedu mengalir dari kantong empedu, atau dari hati ke usus halus. Dampaknya, dapat terjadi nyeri hebat, ikterus, dan infeksi saluran empedu.

3. Penyumbatan Saluran Pankreas

Saluran pankreas adalah tabung dari pankreas yang terhubung ke saluran empedu sesaat sebelum memasuki usus 12 jari. Cairan pankreas yang membantu pencernaan ini mengalir melalui saluran pankreas.

Jika terjadi penyumbatan oleh batu empedu, dapat menyebabkan radang pankreas (pankreatitis). Pankreatitis menyebabkan nyeri perut yang hebat dan konstan dan biasanya membutuhkan rawat inap.

4. Kanker Kantung Empedu

Orang dengan riwayat penyakit batu empedu memiliki peningkatan risiko kanker kandung empedu. Tetapi, kasus kanker kandung empedu sangat jarang.

Sehingga, meskipun risiko kanker meningkat, kemungkinan terjadinya kanker kandung empedu juga masih sangat kecil.

Itulah serba-serbi mengenai penyakit batu empedu, Moms. Oleh karena itu, jaga selalu kesehatan Moms dengan gaya hidup sehat, ya.

(AP/DIN)

Artikel Terkait