BALITA DAN ANAK
21 Mei 2020

Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak, Ketahui Penyebab dan Jenisnya

Tubuh anak tidak dapat melawan infeksi secara efektif
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menjaga kesehatan anak adalah hal penting, tetapi ada beberapa kondisi yang terjadi dan dapat memengaruhi kondisi tubuh anak, bahkan sejak Si Kecil lahir.

Salah satu penyakit ini adalah imunodefisiensi primer (PIDD). Ketahui lebih lanjut tentang penyakit imunodefisiensi primer pada anak dan penyebabnya.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun, Bisa Jadi Pilihan!

Pengertian Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak

imunodefisiensi primer pada anak-1

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyakit imunodefisiensi primer pada anak adalah sekumpulan dari lebih dari 350 penyakit kronis yang langka, di mana satu atau beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh tidak ada atau tidak berfungsi dengan baik.

Penyakit ini merupakan penyakit genetik, tidak menular, dan dapat ditemukan pada anak-anak maupun dewasa dan gejala yang ditunjukkan bervariasi tergantung komponen sistem kekebalan yang terkena.

Sekitar 6 juta orang diperkirakan menderita imunodefisiensi, tetapi hanya 27.000-60.000 orang yang baru teridentifikasi.

Sistem kekebalan yang rusak dapat menyebabkan anak-anak sakit lebih cepat dan untuk jangka waktu yang lebih lama, dibandingan infeksi yang menyerang anak-anak biasa.

Anak-anak dengan PIDD juga rentan terhadap infeksi dari organisme yang biasanya tidak berbahaya. Meski tidak mematikan, tetapi penting melakukan diagnosis dan pengobatan PIDD sejak dini agar tidak mengancam jiwa.

Baca Juga: Ini 7 Penyakit Menular Pada Anak di Sekolah yang Patut Moms Waspadai

Jenis Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak

imunodefisiensi primer pada anak-2

Mengutip Boston's Children Hospital, ada lebih dari 180 jenis PIDD yang dikenal. Beberapa anak dengan PIDD dilahirkan tanpa memiliki tipe sel darah putih tertentu.

Misalnya, anak-anak dengan defisiensi imun kombinasi yang parah tidak memiliki limfosit T, anak yang menderita sindrom Kostmann tidak memiliki neutrofil.

Anak-anak dengan kelainan lain, seperti sindrom Wiskott-Aldrich, memiliki jumlah limfosit normal, tetapi limfositnya hanya memiliki fungsi parsial.

Ada enam jenis PIDD utama berdasarkan pada bagian sistem kekebalan yang terpengaruh:

  • Defisiensi limfosit B (antibodi)
  • Defisiensi limfosit T
  • Gabungan defisiensi sel B dan sel T
  • Cacat fagosit
  • Kekurangan yang lengkap
  • Bentuk lain dan penyebab yang tidak diketahui

Defisiensi limfosit B adalah tipe penyakit imunodefisiensi primer pada anak yang paling umum terjadi.

Baca Juga: Mengenal Autoimun, Penyakit yang Diderita Raditya Dika

Penyebab Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak

imunodefisiensi primer pada anak-3

Menurut Journal of Clinical Immunology, diagnosis PIDD paling sering disebabkan oleh terjadinya infeksi berulang atau tidak biasa, dan kondisi peradangan atau autoimun.

Penyakit Imunodefisiensi primer pada anak didapatkan saat lahir, meskipun gejalanya mungkin tidak dimiliki langsung, terkadang bisa akan diketahui bahkan di masa remaja atau dewasa.

Dengan demikian, PIDD tidak disebabkan oleh paparan lingkungan, obat-obatan, trauma, diet atau peristiwa yang terjadi selama kehamilan.

PIDD adalah kelainan genetik, artinya setiap sel dalam tubuh anak biasanya membawa gen yang cacat atau bermutasi yang menyebabkan penyakit.

Mengutip WebMD, seseorang tidak bisa tertular PIDD seperti penyakit flu atau pilek. Penyakit imunodefisiensi primer pada anak terjadi karena anak dilahirkan dengan gen yang rusak yang memengaruhi sistem kekebalan tubuhnya.

Terkadang masalah ini terjadi dari faktor keturunan keluarga, atau mungkin terjadi sendiri.

Biasanya, sel darah putih tubuh melawan infeksi. Beberapa orang dengan PIDD kehilangan jenis sel darah putih tertentu, atau sel-sel itu tidak bekerja dengan baik.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai penyakit imunodefisiensi primer pada anak. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa jadi membahayakan.

Artikel Terkait