KESEHATAN
1 Oktober 2019

5 Penyakit ini Ternyata Menyebabkan Rambut Rontok

Rambut rontok dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah penyakit
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Rambut rontok sangatlah umum terjadi. Menurut American Academy of Dermatology, kerontokan yang terbilang normal adalah kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari. Bahkan seseorang dapat kehilangan hingga 250 helai, saat sedang mencuci rambut.

“Ada banyak jenis kerontokan rambut. Bisa berbentuk penipisan atau melibatkan rambut rontok total, bisa bertahap atau mendadak. Dapat terjadi karena genetik, stres ekstrem, perawatan medis bahkan penyakit tertentu,” ungkap Jackie Tomlinson, juru bicara Alopecia UK dan perawat spesialis dermatologi di Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge,

Pada artikel ini, kami akan membahas penyakit yang menjadi penyebab rambut rontok, antara lain:

1. Anemia

penyebab rambut rontok

Meski masih belum ada penelitian pasti terkait penyakit anemia dapat menjadi penyebab rambut rontok, tapi beberapa dokter meyakini jika orang mengalami kerontokan, mereka biasanya memiliki zat besi yang rendah.

Seperti dilansir dari Medical News Today, zat besi adalah komponen penting dalam enzim yang membantu pertumbuhan sel.

Menurut beberapa penelitian, sel-sel folikel rambut bisa sangat sensitif terhadap penurunan kadar zat besi dan mungkin tidak dapat menumbuhkan sel-sel baru secara efektif ketika simpanan zat besi rendah.

Hal itulah mengapa orang yang menderita anemia cenderung mengalami kerontokan rambut yang cukup parah melebihi batas normal.

2. Tiroid

penyebab rambut rontok

Penyakit yang berhubungan dengan tiroid biasanya adalah hipertiroid atau hipotiroidisme. Kedua kondisi ini terjadi ketika kelenjar tiroid kita tidak menghasilkan cukup atau memproduksi terlalu banyak hormon tertentu.

Orang yang memiliki penyakit tiroid tidak bisa menghasilkan rambut baru karena produksi hormon terganggu, dan mempengaruhi perkembangan rambut pada akar.

Sehingga ketika seseorang mengalami kerontokan, tidak akan ada rambut baru yang menggantikannya. Ini yang mengakibatkan penipisan di kulit kepala dan area lain seperti alis Moms.

Berita baiknya adalah penipisan rambut yang disebabkan oleh penyakit tiroid biasanya bersifat sementara.

3. Lupus

penyebab rambut rontok

Lupus adalah penyakit yang menyebabkan terbentuknya antibodi yang justru menyerang hampir seluruh jaringan tubuh penderitanya.

Peradangan - yang merupakan gejala khas lupus - sering menyebar luas. Peradangan yang berkembang ke sekitar kulit kepala dan folikel rambut dapat menjadi penyebab rambut rontok.

Penting untuk dicatat bahwa peradangan yang disebabkan oleh lupus tidak hanya memengaruhi rambut di kulit kepala. Ini juga dapat menyebabkan hilangnya alis, janggut, dan bulu mata.

Selain lupus, penyakit autoimun lainnya juga dapat menyebabkan kerontokan rambut yang cukup parah.

4. Alopecia Areata

penyebab rambut rontok

Seperti dilansir pada Harvard Health, alopecia areata adalah kelainan kulit yang menyebabkan rambut rontok, paling sering terjadi di kulit kepala. Biasanya, area botak muncul tiba-tiba dan hanya memengaruhi area terbatas.

Sekitar 60% orang yang menderita alopecia areata biasanya mengalami episode kerontokannya yang pertama di bawah umur 20 tahun.

Kemudian rambut akan tumbuh kembali dalam 12 bulan atau kurang. Dan bagi sebagian orang, masalahnya bisa lebih lama dan lebih parah, menyebabkan kebotakan total (alopecia totalis) atau rambut rontok total (alopecia universalis).

5. Kanker

penyebab rambut rontok

Penyakit yang paling dikaitkan dengan kerontokan rambut adalah kanker. Pasalnya hampir setiap orang yang menderita kanker pasti akan mengalami kebotakan.

Padahal sebenarnya, bukan penyakitnya lah yang menyebabkan kebotakan, tapi pengobatannya yang membuat rambut menjadi rontok permanen.

Obat kemoterapi adalah obat kuat yang menyerang sel kanker yang tumbuh cepat. Sayangnya, obat-obatan ini juga menyerang sel-sel lain yang tumbuh cepat di tubuh kita, termasuk yang ada di akar rambut. Kemoterapi dapat jadi penyebab rambut rontok di seluruh tubuh, tidak hanya di kulit kepala saja.

Menurut Richard S. Greene, MD, co-chairman Advanced Dermatology Management dan mitra pengelola di Skin and Cancer Associates in Plantation, sebelum mengaitkan rambut rontok dengan penyakit, ada baiknya Moms mengkonsultasikan pada dokter kulit terlebih dahulu.

Karena penyebab rambut rontok sangat luas, dan dipengaruhi berbagai faktor. Jadi temukan penyebabnya, baru kemudian sembuhkan.

(DH)

Artikel Terkait