KESEHATAN
2 Agustus 2019

Penyakit yang Mengancam Saat Musim Kemarau Berkepanjangan Seperti Sekarang

Kontaminasi makanan di musim kemarau meningkatkan risiko terkena muntah dan diare
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Carla Octama

6 Penyakit yang Menyerang di Musim Kemarau

Ketika memasuki musim kemarau, cuaca akan menjadi terasa panas dan udara menjadi kering serta berdebu. Kondisi lingkungan yang buruk ini kemudian memengaruhi kesehatan seseorang.

Meski musim kemarau saat yang tepat untuk bermain ke pantai, beraktivitas di luar ruangan, serta kesempatan untuk ke daerah sejuk, tetapi ada penyakit yang mengancam saat musim kemarau berlangsung terlalu lama.

"Jenis penyakit musiman ditentukan oleh virus yang ada selama waktu tertentu dalam setahun. Misalnya di musim kemarau, virus biasanya menyebabkan muntah, diare, demam tinggi dan dehidrasi," jelas Joe Perno, M.D., staf medis di Rumah Sakit Johns Hopkins All Children.

Mengutip dari WeatherPhilippines Foundation, ada beberapa penyakit yang bisa menyerang terutama di musim kemarau. Berikut ini daftarnya:

1. Penyakit Kulit

penyakit kulit di musim panas

Karena serangan berlebihan, penyakit kulit sering terjadi selama musim kemarau karena kadang-kadang, kulit bereaksi terhadap perubahan cuaca.

Ini juga bisa disebabkan oleh iritasi jika seseorang bermain ke kolam renang umum atau berenang di pantai, tidak membersihkan tubuh dengan baik.

“Penyakit kulit bisa terjadi ketika seseorang berenang di air kotor atau kolam renang umum yang tidak dirawat. Ingatlah untuk mandi sebelum dan sesudah bermain ke kolam dan jangan buang air kecil di kolam," jelas keterangan oleh Department of Health (DOH), dikutip dari Inquirer.net.

Moms dapat menghindari risiko penyakit kulit ini dengan mandi secara teratur dan mempraktikkan kebersihan yang benar.

2. Diare dan Muntah

diare dan muntah

Karena peningkatan suhu, makanan yang sudah disajikan terlebih dahulu untuk tamasya menjadi sangat rentan terhadap kontaminasi oleh udara.

Jika makanan ini dikonsumsi, ini dapat menyebabkan keracunan makanan, di antaranya terjadinya diare dan muntah. Karenanya, Moms harus waspada terhadap makanan yang dikonsumsi.

Selain itu, penting juga untuk memerhatikan cara menyiapkan dan menyimpan makanan tersebut.

Muntah dan diare terjadi setelah konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Di musim kemarau, hati-hati dengan makanan pinggir jalan dan bagi yang siap melakukan perjalanan ke luar kota. Ingat bahwa makanan mudah rusak selama bulan-bulan musim panas," jelas DOH.

Baca Juga: Mencegah Biang Keringat Pada Bayi Selama Musim Kemarau

3. Mata Sakit

mata sakit

Mata sakit atau konjungtivitis, disebabkan oleh peradangan pada konjungtiva, yang merupakan jaringan tipis di atas bagian putih mata dan juga lapisan di dalam kelopak mata.

Beberapa penyebab umum sakit mata yaitu seperti virus, infeksi bakteri, zat kimia seperti sampo, kotoran, polusi, reaksi dari obat tetes mata yang diberikan tidak benar, dan jamur.

“Lebih dari sekadar iritasi mata, konjungtivitis dapat disebabkan oleh bakteri atau virus berbahaya yang mudah menyebar ke orang lain," terang DOH.

Untuk menghindari sakit mata, langkah yang bisa dilakukan termasuk mencuci tangan dengan benar dan sering, dan meminimalkan kontak tangan ke mata.

4. Batuk dan Pilek

batuk pilek.jpg

Perubahan cuaca yang ekstrim atau berlangsung lama dapat menyebabkan penyakit seperti batuk dan pilek. Apalagi jika tidak memiliki kekebalan tubuh yang kuat.

“Batuk dan pilek mudah menyebar bahkan selama bulan-bulan musim kemarau karena cuaca yang tidak menentu dan bisa hujan tiba-tiba," terang DOH.

Untuk mengatasi batuk dan pilek akibat perubahan cuaca, bawa perlengkapan hujan, atau payung, serta konsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Baca Juga: Beauty Tips Perawatan Kulit Berminyak di Musim Panas

5. Heat Stroke dan Kram

heat stroke.jpg

Heat stroke disebabkan oleh kegagalan tubuh untuk mengatur suhu tubuh ketika memiliki suhu yang terlalu tinggi. Kram adalah kejang otot yang menyakitkan dan tidak disengaja, ini bisa terjadi karena paparan ke lingkungan yang panas.

“Hindari heat stroke dengan minum 8-12 gelas air sehari. Ingatlah untuk tidak berada terlalu lama di bawah sinar matahari," kata DOH.

Kadar cairan dan elektrolit yang rendah memberikan berkontribusi pada penyakit heat stroke dan kram. Sehingga, saran utama untuk menghindari dua kondisi ini adalah tetap menjaga tubuh terhidrasi dengan baik.

6. Kulit Terbakar

sunscreen spray

Karena panasnya sinar matahari di musim kemarau, orang-orang mungkin bisa mengalami kulit yang terbakar akibat sengatan matahari.

“Kulit terbakar dapat dicegah jika Anda mengatur waktu aktivitas luar ruangan. Kegiatan di luar ruangan harus dilakukan di pagi hari atau sore hari," jelas DOH.

Lebih lanjut, keterangan tersebut menambahkan untuk menghindari sinar matahari antara jam 10 pagi-2 siang, atau mencari tempat yang sejuk untuk mencegah efek buruk dari paparan sinar matahari.

Karenanya, selalu kenakan tabir surya setidaknya 30 menit sebelum ke luar rumah agar kulit terjaga dari sengatan sinar matahari, dan jaga tubuh agar tetap terhidrasi.

Artikel Terkait