3-5 TAHUN
28 Maret 2020

3 Penyebab Balita Harus Mengulang Potty Training

Sebelum Moms emosi, cari tahu dulu penyebab Si Kecil kembali mengompol
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Si Kecil sebenarnya sudah lolos potty training beberapa bulan lalu. Tetapi, belakangan ini ia beberapa kali mengompol di celana, bahkan di saat ia tidak sedang dalam kondisi tidur.

Moms pun berpikir Si Kecil perlu latihan potty training lagi. Tetapi, sebenarnya apa penyebab balita harus mengulang latihan potty training?

Pertama-tama, Moms perlu memahami bahwa kemunduran dalam kemampuan anak balita buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB) adalah hal yang normal.

“Memang lazim bila bila di hari-hari atau bulan-bulan awal anak menjalani potty training, ia mengalami kemunduran,” kata Scott J. Goldstein, M.D., dokter spesialis anak di The Northwestern Children’s Practice di Chicago.

Baca Juga: 6 Tips Potty Training untuk Balita dengan Autisme

Penyebab Balita Harus Mnegulang Potty Training

Kira-kira apa penyebab balita harus mengulang latihan potty training? Berikut beberapa kemungkinannya.

1. Anak Belum Siap

pottytraining-flashbox.jpg

Foto: Smart Parenting

Dokter Goldstein mengatakan, anak yang sudah lulus potty training akan memiliki kesadaran dan keinginan untuk BAK dan BAB di toilet.

Bila Si Kecil mengalami ‘kecelakaan’ BAK atau BAB di celana dan tidak terlihat terganggu atau menyesal, menurut dokter Goldstein itu tandanya anak belum lulus potty training.

Bisa jadi, Si Kecil sebenarnya belum siap untuk BAK dan BAB sendiri di toilet. Dikutip dari situs web What to Expect, sebagian besar anak menunjukkan tanda-tanda siap latihan potty training pada usia 30 atau 30 bulan.

Baca Juga: Ingin Anak Cepat Lulus Potty Training? Latih dengan Training Pants

2. Menahan BAK atau BAB

potty-training-tips-800x534.jpg

Foto: Momypotamus

Ada banyak faktor yang menyebabkan anak menahan BAK atau BAB. Bila kemunduran kemampuan anak BAK dan BAB terjadi di rumah, biasanya penyebab anak menahan BAK atau BAB adalah ia sedang asyik melakukan sesuatu dan tidak mau meninggalkan aktivitas tersebut.

Contohnya, saat anak sedang asyik menonton televisi atau bermain gadget. Anak baru bilang ia kebelet pipis saat sudah tidak bisa menahan dorongan BAK lagi. Atau, ia tidak bilang apa-apa ke Moms dan sengaja membiarkan dirinya mengompol.

3. Stres

Emotions.jpg

Foto: Kids r kids

Anak balita bisa stres? Bisa, Moms. Menurut American Academy of Pediatrics, kondisi yang berpotensi membuat Si Kecil stres biasanya berkaitan dengan perubahan suasana atau rutinitas, seperti kehadiran adik baru, pengasuh baru, daycare baru, atau sekolah baru.

Tekanan pikiran ini bisa menjadi penyebab balita harus mengulang latihan potty training.

Baca Juga: Potty Train, Umur Berapa Sebaiknya Diajarkan pada Anak?

Melihat Si Kecil mengalami kemunduran dalam kemampuan BAK dan BAB memang bisa bikin orang tua kesal. Namun, Moms dan Dads dianjurkan untuk tidak memperlihatkan kekesalan tersebut di depan anak.

“Tunjukkan sikap positif dan suportif kepada anak,” ujar Wendy Sue Swanson, M.D., dokter spesialis anak di Seattle Children’s Hospital.

Pertama-tama, cari tahu penyebab balita harus mengulang latihan potty training. Lalu, Moms dapat fokus mengatasi penyebab balita harus mengulang latihan potty training.

Setelah itu, terus semangati Si Kecil dan bersabarlah dalam kembali melatih anak potty training.

(AN)

Artikel Terkait