3-12 BULAN
1 Desember 2019

4 Penyebab Bayi Bau Mulut, Jangan Disepelekan!

Bau mulut pada bayi bisa menjadi tanda penyakit lho, Moms!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Aroma tubuh bayi yang baru dimandikan yang khas akan membuat banyak orang menyukainya. Meski belum dibaluri oleh lotion, krim atau aroma lain, bayi akan mengeluarkan aroma khasnya.

Tetapi pada beberapa bayi, aroma ini dapat dinodai oleh bau mulut, suatu gejala yang harus diperiksa oleh dokter sebelum berubah menjadi penyakit serius.

Bau mulut atau halitosis juga bisa terjadi pada bayi, meski terhitung jarang terjadi. Bau mulut pada bayi seringkali hanya bersifat sementara dan dapat hilang dengan mudah.

Moms harus mulai menjaga kebersihan mulut pada bayi bahkan beberapa hari setelah kelahiran. Meski begitu, bahkan dengan perawatan mulut yang tepat, Si Kecil mungkin masih bisa mengalami bau mulut.

Baca Juga: Tahapan Memelihara Kesehatan Mulut Bayi Baru Lahir Sampai Tumbuh Gigi

Penyebab Bayi Bau Mulut

Jadi, apa saja penyebab bayi bau mulut? Kita cari tahu di sini. Baca sampai habis ya Moms!

1. Kebersihan Mulut yang Buruk

penyebab bayi bau mulut

"Penyebab utama bau mulut pada anak-anak adalah bakteri yang tinggal di mulut untuk waktu yang lama," ujar Dr. Carina De los Reyes, dokter gigi anak dan mantan presiden Philippine Pediatric Dental Society Inc (PPDSI).

Saat mulut tidak dibersihkan dengan benar, sisa partikel makanan tetap berada di mulut. Biasanya kotoran akan menempel di antara gigi, di sepanjang gusi, atau di permukaan lidah. Bakteri akan tumbuh subur dan menjadi penyebab bayi bau mulut.

Bahkan, jika Si Kecil baru memiliki satu gigi, menyikat gigi yang benar tidak boleh diabaikan. "Sikat setidaknya dua kali sehari, terutama sebelum tidur," kata Dr. Georgina Roa-Remulla, dokter gigi anak dan direktur PPDSI.

Penyebab lainnya bisa dari makanan yang dikonsumsi Si Kecil. Bawang putih dan bawang bombai dan makanan berbau dapat mempengaruhi aroma nafasnya.

Makanan yang mengandung gula, seperti permen juga bisa sangat buruk bagi napas karena bakteri tertarik pada gula.

2. Mulut Kering

penyebab bayi bau mulut

Hidung tersumbat atau tidur dengan mulut terbuka biasanya membuat bayi bernafas melalui mulut.

Padahal, hal tersebut membuat area mulut Si Kecil menjadi kering. Jika kondisi mulut kering, akan sedikit atau tidak ada air liur untuk menjaga bakteri penyebab bau.

"Setiap kali Anda mengurangi air liur di mulut, Anda mengurangi kemampuan mulut untuk melawan bakteri yang menyebabkan bau mulut," ujar Dr. Hugh Flax, seorang dokter gigi kosmetik dan mantan presiden American Academy of Cosmetic Dentistry, seperti dilansir Medical Daily.

Baca Juga: Lakukan 3 Cara Ini untuk Mencegah Kerusakan Gigi Bayi

3. Indikasi Penyakit

penyebab bayi bau mulut

Penyebab bayi bau mulut juga bisa berasal dari infeksi. Dilansir dari Texas Children’s Hospital, bau busuk disebabkan oleh bakteri karena sinus dan/atau infeksi, yang ditemukan di saluran pernapasan atas dan bawah yang masuk ke mulut.

“Bahkan, bakteri dari lambung ketika buang air besar tidak teratur dapat menyebabkan bau mulut,” ujar Dr. Carina. Ketika infeksi sembuh, biasanya bau mulut Si Kecil juga akan hilang.

Baca Juga: Baru Tumbuh Gigi, Perlukah Mengajak Bayi ke Dokter Gigi?

4. Adanya Kerusakan Gigi dan Benda Asing

penyebab bayi bau mulut

Inilah penyebab bau mulut yang ditakuti orang tua: kerusakan gigi atau gigi berlubang. Menyikat gigi tidak akan menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh karies gigi, penumpukan karang gigi, dan abses gigi. Si Kecil perlu pergi ke dokter gigi untuk evaluasi dan pemeriksaan.

Selain itu, mengisap jari, ibu jari, atau selimut juga dapat mengeringkan mulut dan menyebabkan bau mulut. Jika bayi menghisap dot atau tether, air liur dan bakteri mulut akan pindah ke benda ini.

Akibatnya, mainan atau dot mereka dapat menimbulkan bau yang tidak enak, yang kemudian dapat ditransfer ke benda yang mereka sentuh, termasuk kembali ke mulut bayi.

Baca Juga:

Perhatikan penyebab bayi bau mulut untuk mencegahnya kembali terjadi. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar Moms memeriksakan kesehatan gigi buah hati secara rutin ke dokter anak.

Bila dokter anak menemukan kejanggalan, ia akan menyarankan Moms ke dokter gigi yang terbiasa menangani masalah gigi anak.

(FAR)

Artikel Terkait