NEWBORN
3 September 2019

Apa Penyebab Bayi Cegukan?

Bayi cegukan bukan hal yang membahayakan kok, Moms. Tapi, tetap cari tahu yuk apa penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Moms, setiap orang pasti pernah mengalami cegukan, baik orang dewasa maupun bayi. Bahkan, bayi pun sudah sering mengalami cegukan sejak berada dalam rahim.

Seiring berjalannya waktu, cegukan akan semakin jarang terjadi sejalan dengan bertambahnya usia.

Namun, saat bayi mengalami cegukan, mungkin Moms bertanya-tanya apakah normal? Jawabannya, normal, Moms. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan pada bayi yang mengalami cegukan.

Cegukan pada bayi bisa bertahan selama 1 menit bahkan 1 jam, tetapi tidak akan membahayakan bayi. Lantas, apa sebenarnya penyebab bayi cegukan?

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Penyebab Bayi Cegukan

Cegukan pada bayi - apakah cegukan berbahaya.jpg

Penulis studi Hiccups: A New Explanation for The Mysterious Reflex, Daniel Howes pada tahun 2012 menyatakan bahwa refleks cegukan bisa berfungsi untuk menghilangkan udara berlebih dari perut.

Perlu diketahui, cegukan tidak ada hubungannya dengan pernapasan. Cegukan terjadi ketika sesuatu menyebabkan diafragma menjadi kejang dan pita suara cepat tertutup. Udara dipaksa keluar melalui pita suara yang tertutup, sehingga menciptakan suara cegukan.

Diafragma adalah otot besar yang membentang di bagian bawah tulang rusuk dan bergerak naik turun saat seseorang bernapas.

Tidak ada alasan jelas mengapa cegukan terjadi pada bayi, tetapi kadang-kadang menyusui bisa jadi penyebab diafragma mengejang.

Bayi cegukan bisa juga terjadi ketika Si Kecil makan atau minum berlebih, makan atau minum terlalu cepat, menelan terlalu banyak udara, atau karena penurunan suhu yang menyebabkan bayi jadi dingin.

Situasi ini bisa membuat perut bayi membesar dan mengembang, sehingga mendorong diafragma dan memicu kejang yang menyebabkan cegukan.

Apabila bayi punya penyakit lambung seperti GERD atau gastroesophageal reflux, maka cegukan akan cenderung lebih sering terjadi, disertai gumoh dan batuk.

Kondisi cegukan dianggap tidak berbahaya, kecuali cegukan terbukti cukup mengganggu sehingga bayi tidak bisa makan, minum, dan tidur yang cukup.

Meskipun bayi cegukan jarang merupakan pertanda dari penyakit yang lebih serius, tak ada salahnya untuk lebih berhati-hati ya, Moms.

Perhatikan intensitas dan berapa lama bayi cegukan dalam sehari. Selalu konsultasikan dengan dokter anak mengenai hal ini.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi dengan Cepat

Cara Menghentikan Bayi Cegukan

cara mencegah cegukan dengan cepat 5.jpg

Kalau kita orang dewasa saat cegukan, pasti akan merasa sangat tidak nyaman ya, Moms. Tetapi, pada bayi, terkadang mereka malah menyukai efek suara dan gerakan yang dihasilkan, lho.

Hal yang perlu diingat adalah, cegukan pada bayi tidak membahayakan dan akan berhenti dengan sendirinya.

Tetapi, Moms tetap bisa melakukan beberapa cara untuk menghentikan cegukan pada bayi, misalnya selalu sendawakan bayi setelah menyusu, gunakan dot atau susui bayi, dan gosok punggung bayi sambil menggendongnya agar ia merasa nyaman.

Apabila cegukan tidak berhenti dalam waktu yang lama dan sering sekali terjadi, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter ya, Moms.

Cara Mencegah Bayi Cegukan

Cegukan pada bayi - mengatasi cegukan.jpg

Nah, jika Moms tidak mau Si Kecil sering mengalami cegukan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya:

  • Hindari memberi makan atau minum berlebih.
  • Beristirahat sejenak saat menyusui untuk sendawa sehingga perut tidak diisi terlalu cepat atau terlalu banyak.
  • Untuk bayi yang disusui lewat botol, pastikan botol miring sempurna saat menyusui sehingga membatasi jumlah udara yang ditelan bayi.
  • Gendong bayi dengan posisi tegak selama 20-30 menit setiap habis menyusu.

Baca Juga: Ternyata, Ini 8 Manfaat Berenang bagi Perkembangan Bayi

Moms, itulah penyebab bayi cegukan dan beberapa cara menghentikan dan mencegahnya. Tak usah khawatir ya, Moms. Tetap susui bayi dan jaga kesehatan selalu supaya bisa merawat Si Kecil dengan optimal.

(SR/ERW)

Artikel Terkait