3-12 BULAN
18 Oktober 2019

Penyebab dan Cara Atasi Cradle Cap Pada Bayi

Karena cradle cap bersisik dan kering, Moms boleh mengoleskan minyak alami
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Menyambut kelahiran bayi adalah saat yang indah dan membingungkan. Seiring dengan semua kegembiraan dan cinta yang dibawa bersamaan dengan bayi yang lahir, ada banyak kekhawatiran yang akan kita hadapi begitu Si Kecil muncul.

Bayi yang baru lahir dapat mengalami sejumlah defisiensi dan kondisi kulit, mulai dari eksim hingga penyakit kuning, dan Moms mungkin tidak tahu apa itu atau bagaimana cara mengatasinya.

Selain eksim, salah satu dari kondisi kulit yang bisa dialami dan patut dikhawatirkan adalah cradle cap.

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Eksim pada Bayi

“Sebagian besar bayi bisa mengalami cradle cap, dan biasanya muncul antara usia satu dan tiga bulan,” kata Michele Ramien, ahli dermatologi anak dan profesor klinis di Rumah Sakit Anak Alberta di Calgary.

Apa itu cradle cap pada bayi? Yuk kita cari tahu lebih lanjut Moms.

Penyebab Cradle Cap pada Bayi

cradle cap

Cradle cap pada bayi sering salah diartikan sebagai eksim, kondisi kulit kering lainnya. Tetapi sementara eksim bisa terasa gatal dan menjengkelkan, sebagian besar bayi tetap tidak menyadari bahwa mereka memiliki cradle cap.

Namun cradle cap pada bayi akan menyebabkan timbulnya bercak kasar, bersisik, dan kulit bersisik di kulit kepala

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), sekitar 10 persen bayi laki-laki dan 9,5 persen bayi perempuan mengalami kondisi kulit cradle cap. Dan meskipun kondisinya kurang umum, sedikit yang diketahui secara pasti tentang apa yang sebenarnya menyebabkan cradle cap.

"Ini biasanya terjadi pada area tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti kulit kepala, wajah, dada bagian atas, dan punggung atas," ujar dr. Michelle Ramien.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kepala Bayi Berkerak

Ia menambahkan bahwa kelenjar minyak lebih aktif pada bayi karena kadar hormonnya tinggi selama tahun pertama kehidupan si bayi.

Kemungkinan lainnya adalah karena adanya ragi yang disebut Malassezia, yang biasanya ditemukan pada kulit dan tumbuh dalam sekresi sebum yang diproduksi oleh kelenjar minyak.

Bagaimana Cara Mengatasi Cradle Cap pada Bayi?

"Cradle cap tidak menular atau berhubungan dengan kebersihan yang buruk," kata Julia Orkin, dokter anak di Rumah Sakit untuk Anak-anak Sakit di Toronto dan ketua Komite Masyarakat Anak Pediatrik Masyarakat Kanada.

Namun bukan berarti jika dibiarkan begitu saja, akan membaik. Moms bisa mengatasi cradle cap pada bayi dengan beberapa cara di bawah ini.

1. Gunakan Sampo Secara Teratur

cradle cap

Sampo kulit kepala bayi setiap hari dapat membantu merawat dan mencegah cradle cap pada bayi.

“Gunakan sampo bayi yang lembut dengan aroma sesedikit mungkin karena lebih kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi kulit di kemudian hari,” kata dr. Michelle Ramien.

Baca Juga: Tips Memilih Sampo yang Aman Untuk Bayi

2. Aplikasikan Minyak

cradle cap

Menurut dr. Julia Orkin, minyak mineral dapat membantu melembutkan kulit bayi yang bersisik.

"Oleskan sedikit minyak, hanya beberapa tetes saja dan pijat langsung ke bagian yang bersisik," kata dr. Julia Orkin.

Moms juga bisa menggunakan minyak zaitun yang akan langsung mengurangi fungsi penghalang alami kulit. Meskipun sebagian besar penelitian mendukung penggunaan minyak bayi atau mineral untuk mengobati cradle cap, minyak kelapa dan bunga matahari adalah pilihan yang lebih baik.

3. Gosok Kulit Kepala Bayi

cradle cap

Untuk menghilangkan penumpukan kerak, sikat dengan lembut atau pijat kulit kepala bayi dengan sikat atau sisir bayi.

Lakukan selama kira-kira 30 hingga 60 menit setelah Moms mengoleskan sampo atau minyak untuk memberi waktu menyerap terlebih dahulu. Hindari menggaruk atau mencungkil sisik karena dapat memperburuk kondisinya.

Itu dia Moms beberapa cara sederhana untuk mengatasi cradle cap pada bayi. Pastikan Moms melakukannya dengan lembut ya.

Artikel Terkait