NEWBORN
22 Februari 2019

Penyebab dan Cara Mengatasi Breath Holding Spell Pada Bayi

Bayi tidak bisa bernapas hingga biru?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Breath holding spell mengacu pada dua kondisi berbeda yang dapat terjadi saat seorang anak merasa ketakutan, marah, kesal, terkejut atau mengalami rasa sakit yang tiba-tiba.

Saat mengalami ini bayi tampak berhenti bernapas, kulitnya berubah menjadi pucat, dan kehilangan kesadaran sementara.

Kondisi ini terjadi diluar kesadaran bayi, sehingga bayi tidak akan bisa mengendalikannya. Biasanya breath holding spell berlangsung selama kurang dari satu menit dan tidak membahayakan bayi.

Sarah Roddy, MD, Profesor dari Fakultas Kedokteran University of Loma Linda California mengatakan bahwa ini merupakan kondisi umum pada bayi yang terjadi pada sekitar 1 dari 20 anak. Biasanya kondisi ini berawal saat bayi berusia antara 6 hingga 18 bulan.

Dalam banyak kasus, breath holding spell akan berhenti saat anak berusia 4 atau 5 tahun. Meskipun pada beberapa anak masih terus berlangsung hingga mereka dewasa.

Baca Juga: Mengenal Batuk Disertai Sesak Napas (Croup) pada Anak

Jenis-jenis Breath Holding Spell

9bf54d0caf15fd877a5afbd68ffd8ed0 cute babies baby boy

Foto: thegolfclub.info

Elene Pearl Ben-Joseph, MD dari The Nemours Foundation Amerika Serikat mengatakan bahwa ada dua kategori besar breath holding spell. Berikut ini adalah dua jenis breath holding spell yang dibedakan dari penyebab dan karakteristiknya:

Breath Holding Spell Sianotik

Terjadi saat seorang anak berhenti bernapas dan wajahnya berubah menjadi biru. Kondisi ini seringkali dipicu oleh sesuatu yang mengganggu bagi bayi.

Sambil menangis, bayi mengeluarkan napas dan kemudian berhenti bernapas untuk sementara waktu.

Sulit untuk diketahui kapan bayi akan kembali bernapas. Apalagi wajahnya perlahan berubah menjadi biru, mulai dari biru muda sampai mendekati ungu.

Breath Holding Spell Pallid

Kondisi ini kurang umum dan lebih tidak dapat diprediksi karena terjadi setelah bayi tiba-tiba terkejut atau ketakutan.

Berbeda dengan sianotik, bayi dengan breath holding spell jenis kedua ini menjadi pucat pasi selama periode berlangsung.

Kedua jenis breath holding spell ini menyebabkan bayi berhenti bernapas dan terkadang kehilangan kesadaran selama maksimal satu menit.

Dalam kasus yang sangat ekstrem, bayi juga mengalami kejang. Namun, kejang tidak menyebabkan bahaya jangka panjang atau menempatkan bayi pada risiko mengembangkan gangguan kejang.

Pencegahan Breath Holding Spell

01 signs your baby trusts you comfort 504858712 casarsaguru

Foto: readersdigest.com

Karena breath holding spell dipicu oleh frustasi atau rasa sakit, sulit untuk mencegahnya pada bayi yang rentan karena semua bayi sangat umum mengalami frustasi dan rasa sakit.

Breath holding spell sendiri tidak menyebabkan masalah jangka panjang, sehingga Moms dapat mencoba untuk meminimalkan perhatian yang diberikan pada periode ini agar si kecil tidak mengalami gangguan perilaku.

Baca Juga: Kenali dan Cegah Pneumonia Pada Anak

Apa yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Mengalami Breath Holding Spell?

  1. Tetap tenang; keamanan si kecil adalah hal utama yang harus Moms perhatikan.
  2. Selama breath holding spell, lindungi si kecil dan biarkan dia berbaring di permukaan yang rata.
  3. Kompres si kecil menggunakan waslap basah yang dingin sampai dia mulai bernapas lagi.
  4. Pastikan untuk mengukur berapa lama periode terjadi, dalam hitungan detik, karena sulit untuk dapat memperkirakannya.
  5. Berikan si kecil pelukan singkat setelahnya, terutama jika breath holding spell diawali karena amarah si kecil.
  6. Buat daftar semua perilaku atau kejadian yang Moms curigai sebagai pemicu.

Kapan Harus Berkonsultasi dan Menghubungi Dokter?

pediatric p1

Foto: amitahealth.com

Konsultasikan kondisi si kecil dengan dokter sejak pertama kali dia mengalami breath holding spell. Si kecil perlu mendapatkan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah ada masalah mendasar yang lebih serius sebagai pemicunya.

Moms memiliki pengalaman menghadapi si kecil yang mengalami breath holding spell? Yuk, bagikan pengalaman Moms dengan para Moms lainnya melalui kolom komentar yang ada di bawah artikel ini.

Artikel Terkait