KESEHATAN
2 September 2019

Penyebab dan Gejala DBD (Demam Berdarah Dengue), Wajib Diwaspadai!

Penyakit berbahaya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Mengutip dari World Health Organization (WHO), DBD (demam berdarah dengue) adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk yang telah diderita oleh banyak orang beberapa tahun terakhir ini. Virus ini ditularkan oleh nyamuk betina atau nyamuk dari spesies aedes aegypti.

Nyamuk ini juga menularkan chikungunya, demam kuning, dan infeksi Zika. DBD (demam berdarah dengue) bisa tersebar luas di seluruh daerah tropis, dengan dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, dan perpindahan penduduk yang cepat serta tidak terencana.

DBD (demam berdarah dengue) yang parah pertama kali dikenal pada 1950-an, di Filipina dan Thailand. Saat ini, DBD (demam berdarah dengue) banyak diderita oleh masyarakat di negara-negara Asia dan Amerika Latin. Hal ini menyebabkan seseorang harus dirawat inap, bahkan kematian di antara anak-anak dan orang dewasa.

Baca Juga: Hati-hati! Ini Bahayanya Demam Berdarah Saat Kehamilan

Penyebab Demam Berdarah

demam berdarah

Foto: kompas.com

Berdasarkan website WHO, dituliskan bahwa nyamuk aedes aegypti adalah faktor utama terjadinya DBD (demam berdarah dengue). Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Setelah inkubasi virus selama 4-10 hari, nyamuk yang terinfeksi mampu menularkan virus selama sisa hidupnya.

“Penularan virus DBD (demam berdarah dengue), erat kaitannya dengan nyamuk aedes aegypti,” jelas Dr Leong Hoe Nam, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena.

Mereka yang terinfeksi adalah pembawa virus selanjutnya, dan bisa menjadi sumber virus bagi nyamuk yang tidak terinfeksi jika digigit. Pasien yang sudah terinfeksi virus walaupun belum menunjukkan ciri DBD (demam berdarah dengue) dapat menularkan infeksi (selama 4-5 hari; maksimum 12) melalui nyamuk aedes setelah gejala pertama muncul.

Baca Juga: 4 Tips Melindungi Bayi dari Gigitan Nyamuk

Nyamuk Aedes aegypti hidup di habitat perkotaan dan berkembang biak dalam wadah yang secara tidak sengaja kita buat. Misalnya genangan air pembuangan, yang akhirnya menjadi sarang bertumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kebersihan, baik itu kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan.

Gejala DBD (Demam Berdarah Dengue)

demam berdarah

Foto: romania-insider.com

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa tanda DBD (demam berdarah dengue) menyerupai flu yang menyerang bayi, anak kecil, dan orang dewasa.

Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi (40 ° C / 104 ° F) disertai dengan beberapa gejala lainnya, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan persendian, mual, muntah, kelenjar atau ruam yang bengkak. Gejala biasanya berlangsung selama 2-7 hari, setelah masa inkubasi 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Baca Juga: Stunting pada Anak Dipengaruhi Kebersihan Lingkungan, Benarkah?

DBD (demam berdarah dengue) yang parah adalah komplikasi yang berpotensi mematikan karena kebocoran plasma, akumulasi cairan, gangguan pernapasan, perdarahan hebat, atau kerusakan organ. Tanda-tandanya mulai terlihat terjadi 3–7 hari setelah gejala pertama bersamaan dengan penurunan suhu (di bawah 38 ° C / 100 ° F).

Selain itu, akan terasa sakit perut yang parah, muntah terus-menerus, pernapasan cepat, gusi berdarah, kelelahan, gelisah, dan darah dalam tubuh. Perawatan medis yang tepat diperlukan untuk menghindari komplikasi dan risiko kematian.

Artikel Terkait