NEWBORN
30 Januari 2019

Apa Penyebab dan Gejala Hipoglikemia Pada Bayi Baru Lahir

Perhatikan kondisi bayi begitu baru lahir
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernahkah Moms mendengar istilah hipoglikemia neonatal?

Istilah tersebut mengacu pada kadar gula darah yang rendah pada bayi baru lahir, biasanya dalam beberapa hari setelah kelahiran.

Bagaimana bayi bisa mengalami hipoglikemia dan bagaimana gejalanya? Mari simak ulasan berikut ini:

Penyebab Hipoglikemia Neonatal

neonatal (1)

Hipoglikemia neonatal dapat disebabkan oleh kondisi:

- Menurunya kadar glukosa dalam aliran darah.

- Tubuh mencegah atau mengurangi penyimpanan glukosa.

- Tubuh menggunakan glikogen (glukosa yang tersimpan di hati).

- Penggunaan glukosa oleh tubuh terhambat.

Beberapa kondisi berbeda mungkin yang diduga terkait dengan neonatal hipoglikemia, termasuk yang berikut ini:

- Kekurangan asupan nutrisi pada ibu hamil.

- Kelebihan insulin yang diproduksi pada bayi dari ibu dengan diabetes.

- Penyakit hemolitik berat pada bayi baru lahir (ketidakcocokan tipe darah ibu dan bayi).

- Cacat lahir dan penyakit metabolisme bawaan.

- Asfiksia lahir.

- Penyakit hati.

- Kondisi yang terlalu dingin.

- Infeksi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Kulit Bayi yang Mengelupas?

Tanda dan Gejala Hipoglikemia Neonatal

neonatal (3)

Bayi dengan kadar gula darah rendah mungkin tidak menunjukkan gejala. Namun, jika Si Kecil memiliki salah satu faktor risiko hipoglikemia, perawat di rumah sakit akan memeriksa tingkat gula darahnya. Bahkan jika tidak ada gejala sekalipun.

Adapun beberapa gejala yang terkadang ditunjukkan pada bayi dengan hipoglikemia antara lain:

- Kulit bayi berwarna kebiruan atau pucat.

- Mengalami masalah pernapasan, seperti berhenti bernapas (apnea), napas cepat, atau napas terdengar seperti dengusan.

- Iritabilitas atau lesu.

- Muntah atau gumoh parah.

- Tubuh dingin.

- Tremor, gemetar, berkeringat, atau kejang.

Baca Juga: Jangan Biarkan Sembarang Orang Mencium Bayi, Ini 5 Bahaya Kesehatan yang Mengintai!

Faktor Risiko Hipoglikemia Neonatal

neonatal (4)

Bayi dengan beberapa kondisi ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami neonatal hipoglikemia dibandingkan dengan bayi yang lahir normal:

- Bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes dapat mengalami hipoglikemia setelah lahir ketika sumber glukosa (melalui tali pusat) hilang dan produksi insulin bayi memetabolisme glukosa yang ada.

- Bayi prematur, terutama bayi dengan berat badan lahir rendah, yang sering memiliki simpanan glikogen terbatas atau fungsi hati yang belum matang.

- Bayi yang lahir di bawah tekanan yang signifikan.

- Bayi yang mengalami ketidakstabilan suhu (misalnya, demam) atau ketika sang ibu menerima obat-obatan tertentu (misalnya, terbutalin).

Baca Juga: Bagaimana Cara Membersihkan Lidah Bayi yang Benar?

Pengobatan Hipoglikemia Neonatal

neonatal (2)

Bayi dengan kadar gula darah rendah harus menerima asupan makanan tambahan dengan ASI ataupun susu formula.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mungkin perlu mendapatkan susu formula tambahan jika ibunya tidak mampu memproduksi ASI yang cukup.

Memompa dan memijat payudara dapat membantu mengekspresikan lebih banyak susu untuk diberikan pada bayi. Terkadang gel gula dapat diberikan melalui mulut bayi jika tidak ada cukup susu.

Bayi mungkin memerlukan larutan gula yang diberikan melalui intravena (IV) jika tidak dapat makan melalui mulut, atau jika kadar gula darahnya sangat rendah.

Perawatan akan dilanjutkan sampai bayi dapat mempertahankan kadar gula darahnya sendiri. Ini mungkin membutuhkan waktu beberapa jam atau hari.

Bayi yang lahir lebih awal atau prematur, memiliki infeksi, atau lahir dengan berat badan rendah cenderung memerlukan perawatan di rumah sakit untuk jangka waktu yang lebih lama.

Jika gula darah masih terus rendah, dalam kasus yang jarang terjadi, bayi juga dapat menerima obat untuk meningkatkan kadar gula darah.

Dalam kasus yang sangat jarang, bayi baru lahir dengan hipoglikemia sangat parah yang tidak kunjung membaik dengan pengobatan mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat pancreas.

Pengangkatan tersebut bertujuan untuk mengurangi produksi insulin di dalam tubuh bayi.

(RGW)

Artikel Terkait