BALITA DAN ANAK
27 Agustus 2019

Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Anak dengan konjungtivitis menular tidak disarankan untuk pergi ke lingkungan umum seperti sekolah atau day care
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Tentunya Moms ingin agar Si Kecil memiliki imunitas tubuh yang kuat. Hal ini agar ia tidak mudah tertular penyakit yang berisiko ketika berada di luar rumah.

Terutama bagi anak-anak usia sekolah, yang terdiri dari para siswa dan siswi dari ragam lingkungan tempat tinggal. Lingkungan sekolah menjadi tempat persebaran infeksi yang baik. Salah satunya infeksi pada mata atau konjungtivitis.

Konjungtivitis adalah radang selaput mata di atas bola mata dan di dalam kelopak mata. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Mengutip Raising Children, hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Mengutip Healthline, konjungtivitis dapat ditularkan ke orang lain dengan cara yang sama seperti persebaran infeksi virus dan bakteri lainnya.

Ketahui gejala infeksi mata pada anak yang perlu diwaspadai orang tua, dan bagaimana cara untuk mencegahnya.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penularan Sakit Mata

Tanda dan Gejala Infeksi Mata pada Anak

infeksi mata anak-1.jpg

Jika Si Kecil menderita konjungtivitis, mereka mungkin akan mengalami tanda dan gejala berikut ini:

  • Mata merah atau merah muda pada satu mata, atau kedua mata
  • Kemerahan di balik kelopak mata
  • Pembengkakan kelopak mata, sehingga tampak bengkak
  • Air mata keluar berlebihan
  • Keluarnya cairan berwarna kuning-hijau dari mata yang mengering saat anak tidur, menyebabkan kerak di sekitar kelopak mata
  • Tidak menyukai lampu yang terang (fotofobia)
  • Perasaan seperti ada pasir di mata
  • Gatal-gatal pada mata

Gejala biasanya berkembang dalam 24 hingga 72 jam setelah terinfeksi, dan dapat berlangsung dari dua hari hingga tiga minggu.

Penyebab Konjungtivitis pada Anak

infeksi mata anak-2.jpg

Mengutip Royal's Children Hospital Melbourne, ada dua jenis konjungtivitis yang dapat dialami oleh anak. Penyebab kondisi ini bisa berbeda.

1. Konjungtivitis Menular

Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus atau bakteri, dan kondisi ini sangat menular. Si Kecil dapat mengalami konjungtivitis infeksius jika melakukan kontak dengan:

  • Kotoran dari mata, hidung atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi melalui sentuhan, batuk atau bersin
  • Jari atau benda yang terkontaminasi bakteri atau virus
  • Air yang atau handuk yang terkontaminasi, terutama saat berenang

Jika anak menderita konjungtivitis menular, jangan biarkan mereka berbagi obat tetes mata, tisu, make-up, handuk atau sarung bantal dengan orang lain.

Anak-anak dengan konjungtivitis menular harus dijauhkan dari penitipan anak/day care, taman kanak-kanak, atau sekolah sampai kondisi mata sudah membaik.

Pastikan untuk mencuci tangan secara teratur untuk mencegah tersebarnya infeksi virus atau bakteri ke orang lain.

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

2. Konjungtivitis Alergi

Konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi. Beda dengan konjungtivitis menular, konjungtivitis alergi ini tidak menular. Kondisi ini lebih cenderung terjadi pada anak-anak dengan riwayat alergi lain.

Si Kecil akan sering menunjukkan tanda-tanda lain dari demam jika konjungtivitis mereka disebabkan oleh akibat dari alergi yang dimilikinya.

Tanda-tandanya bisa berupa:

  • Hidung gatal atau berair dan bersin
  • Mata terasa gatal dan berair

Anak-anak dengan konjungtivitis alergi hampir selalu menggosok mata mereka.

Baca Juga: 3 Alergi yang Sering Diderita Bayi

Gejala Infeksi Mata yang Perlu Dikonsultasikan ke Dokter

Temui dokter umum jika konjungtivitis mata anak tidak membaik setelah dua hari, atau jika Si Kecil mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

  • Sakit parah
  • Masalah dengan penglihatan
  • Bengkak yang bertambah, diiringi kemerahan dan nyeri di kelopak mata dan di sekitar mata
  • Badan menjadi demam
  • Ada bercak putih yang menetap di kornea

Dokter akan menentukan jenis konjungtivitis yang dimiliki anak, dan dapat merekomendasikan pengobatan dengan tetes antibiotik untuk konjungtivitis bakteri.

Perawatan ini harus diterapkan pada kedua mata, bahkan walaupun hanya satu mata saja yang tampaknya terinfeksi.

Artikel Terkait