NEWBORN
8 Oktober 2019

Darah di Popok Bayi Perempuan, Benarkah Karena Menstruasi?

Cari tahu penyebabnya agar tidak khawatir!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Memiliki bayi kecil yang lahir dengan selamat, sehat, dan cantik tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua baru.

Tetapi, tiba-tiba saja Moms menemukan adanya noda darah di popok bayi. Apa penyebabnya? Normalkah? Mungkinkah bayi perempuan juga menstruasi?

Bayi Perempuan Secara Normal Akan Mengalami “Menstruasi Bayi”

Darah di Popok Bayi Perempuan Benarkah Karena Menstruasi 1.jpg

“Sebagian besar bayi perempuan mendapatkan “menstruasi bayi” di beberapa waktu selama dua bulan pertama kehidupan. Biasanya terjadi dalam satu hingga dua minggu pertama setelah kelahiran, paling umum muncul pada hari kelima kehidupan pada sekitar 25% bayi,” kata Dr Natalie Epton, dokter spesialis anak dan neonatalogis di International Pediatric Clinic, seperti dikutip dari Young Parents Singapura.

Noda darah di popok bayi ini bukanlah menstruasi sungguhan layaknya yang terjadi pada remaja perempuan dan wanita dewasa, tetapi hanyalah menstruasi palsu berupa beberapa tetes darah berwarna merah muda hingga merah cerah.

Mensturasi bayi juga bukan kondisi berbahaya dan akan berhenti dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Baca Juga: 4 Mitos Seputar Mengganti Popok Bayi

Disebabkan oleh Hormon yang Diterima dari Sang Ibu

Bayi Terlalu Banyak Di Stroller, Waspadai Container Baby Syndrome 03.jpg

“Menstruasi bayi disebabkan oleh hormon yang diterima bayi dari ibunya selama kehamilan dan tidak ada hubungannya dengan menyusui,” jelas Monique Regard, MD, ginekolog pediatrik di Maria Fareri Children’s Hospital, bagian dari Westchester Medical Center Health Network, seperti dikutip dari Popsugar.

Selama kehamilan, hormon estrogen menumpuk di lapisan rahim tempat bayi berada. Tetapi setelah lahir, bayi tidak lagi menerima estrogen.

“Tanpa stimulasi hormon, bayi memiliki penarikan hormon yang menghasilkan menstruasi bayi,” lanjutnya.

Baca Juga: Timbul Ruam Popok pada Bayi? Simak 3 Cara Ini untuk Mencegahnya!

Kapan Bayi Perlu Dibawa ke Dokter Saat Mendapatkan Menstruasi Palsu?

Darah di Popok Bayi Perempuan Benarkah Karena Menstruasi 3.jpg

Jika darah yang keluar berlangsung lebih dari satu minggu atau ada perubahan warna darah, saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa darah itu berasal dari vagina dan bukan rektum.

Pasalnya, perdarahan dubur dapat menjadi indikasi klinis pertama dari penyakit pencernaan bayi yang berpotensi serius.

Dalam laman She Knows, Amanda Gorman, seorang praktisi perawat khusus anak juga menyampaikan bahwa bayi harus segera dibawa ke dokter jika ada perdarahan terus menerus, perdarahan berat dengan bekuan darah atau perdarahan disertai dengan bau busuk.

Meskipun perdarahan kecil pada bayi perempuan yang beru lahir adalah menstruasi bayi, gejala yang lebih intens ini perlu ditangani oleh dokter anak.

“Penyebab lain perdarahan vagina pada bayi termasuk infeksi, trauma, benda asing, kondisi genetik dan/ atau kelainan bawaan,” jelas Gorman.

Baca Juga: Perlukah Mengganti Popok Bayi Saat Si Kecil Tidur?

Perawatan Organ Intim Bayi Perempuan yang Tepat

Darah di Popok Bayi Perempuan Benarkah Karena Menstruasi 4.jpg

Ketika mendapati adanya noda darah di popok bayi yang merupakan menstruasi bayi, disarankan untuk merawat dan menjaga kebersihan organ intim bayi perempuan dengan tepat.

Berikut adalah cara membersihkan vagina bayi perempuan, sebagaimana yang dipaparkan oleh WebMD:

  1. Buka sedikit labia (bibir vagina) dan bersihkan dengan lembut. Tidak perlu masuk lebih dalam lagi karena sudah ada cairan alami yang berfungsi membersihkan bagian dalam vagina.
  2. Gunakan air hangat saja tanpa perlu menambahkan sabun atau pembersih apapun.
  3. Bersihkan dari bagian depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi area vagina dari feses.

Ternyata, bayi perempuan memang bisa mengalami perdarahan kecil yang disebut menstruasi.

Namun, tidak semua noda darah di popok bayi adalah menstruasi bayi. Jadi, perhatikan dengan cermat berbagai gejala yang mungkin menyertainya.

(RGW)

Artikel Terkait