DI ATAS 5 TAHUN
1 April 2019

Apa Penyebab Gigi Anak yang Rapat dan Tonggos?

Jangan khawatir dengan gigi anak yang rapat, ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebagai orang tua, sudah menjadi hal yang wajar kalau setiap perubahan pada tubuh anak selalu mendapat perhatian, termasuk perubahan pada area giginya.

Kesehatan mulut dan gigi anak sama pentingnya dengan kesehatan tubuh lainnya sehingga jika ada suatu hal yang menjanggal, Moms harus segera sigap.

Kondisi gigi yang sering menjadi perhatian bukan saja ketika gigi anak berlubang atau anak mengalami karies gigi.

Bentuk gigi juga menjadi perhatian, salah satunya bila gigi anak rapat dan tonggos. Sebenarnya apa penyebab kondisi gigi rapat dan tonggos pada anak?

Baca Juga: Pentingkah Behel Gigi untuk Anak-anak?

Penyebab Gigi Anak Rapat-rapat

Dokter gigi anak, drg. Rizka Aulia Zaim dari Brawijaya Child and Women Clinic, Bandung, mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan gigi susu anak terlalu rapat.

“Faktor genetik dan kurang stimulus dapat menjadi penyebab gigi susu anak menjadi rapat-rapat. Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan memberikan stimulus yang tepat seperti selalu memerhatikan tekstur makanan anak dan merangsang anak untuk selalu mengunyah,” ujar drg. Rizka pada Kulwap Orami Community pada Kamis (14/2) lalu.

Lain lagi halnya dengan gigi yang tonggos. Menurut drg. Rizka, faktor eksternal lebih banyak berpengaruh pada kondisi gigi anak yang tonggos dibandingkan faktor genetik.

“Ketika keadaan gigi anak tonggos memang dapat dipengaruhi faktor genetik. Namun, faktor lain yang lebih berpengaruh adalah kebiasaan ngempeng. Mau ngempeng menggunakan jari, dot, bibir, atau puting sekalipun menjadi penyebab terbesar gigi anak menjadi tonggos,” lanjut drg. Rizka.

Untuk itu, orang tua tak hanya wajib memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak, namun juga kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan. Dua hal ini berpengaruh pada kesehatan dan proses pembentukan giginya.

Bila susunan gigi anak saat ini tak beraturan, maka dapat berubah ketika menjadi gigi dewasa yang permanen.

Sehingga penggunaan kawat gigi rasanya tidak perlu dilakukan ketika semua gigi susu anak belum tanggal.

Baca Juga: 6 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Teething Alias Tumbuh Gigi Pada Bayi

Pentingnya Merawat Gigi Susu

Anak yang tumbuh gigi pertama kali dimulai sejak usianya 6-10 bulan. Pada masa-masa pertumbuhan gigi susunya, Moms harus memerhatikan kebersihan dan kesehatan giginya. Gigi susu menjadi panduan tumbuh untuk gigi dewasanya nanti yang permanen.

Sebaiknya, orang tua harus merawat agar tumbuh serta tanggalnya gigi susu dapat terstruktur. Sehingga nantinya, struktur gigi dewasa anak dapat tumbuh dengan baik.

Cara merawat gigi susu adalah memerhatikan kebersihan dan mengajarkan anak untuk selalu sikat gigi dan flossing secara rutin setiap hari.

Perlu diperhatikan, gigi susu lebih kotor karena strukturnya yang lebih renggang daripada gigi dewasa, sehingga gigi susu anak harus selalu dijaga kebersihannya.

Selain itu, memerhatikan asupan makanan anak juga menjadi cara merawat gigi susu. Sesekali konsumsi makanan manis tidak masalah, tapi jangan sampai menjadi kebiasaan yang akhirnya berdampak pada kesehatan gigi anak.

Cara terakhir yang tak kalah pentingnya adalah rutin memeriksa kesehatan gigi anak ke dokter gigi spesialis anak.

Bedanya dengan dokter gigi, dokter gigi spesialis anak tak hanya memerhatikan struktur gigi saja namun juga melihat tumbuh dan kembang anak secara menyeluruh.

Sebaiknya, bawa anak untuk periksa gigi sejak ia tumbuh gigi pertama kali atau paling tidak sejak ia berusia 1 tahun, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait