KESEHATAN
4 Oktober 2019

Penyebab Insomnia karena Faktor Psikologis dan Cara Mengatasinya

Insomnia bisa terjadi akibat faktor psikologis. Kenali penyebabnya dan atasi agar kualitas hidup jadi lebih baik!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Pernahkah Moms merasa tidak bisa tidur malam dan tidak memiliki kualitas tidur yang baik? Bisa jadi Moms mengalami insomnia!

Insomnia merupakan istilah medis untuk sulit tidur, yang dapat meliputi kesulitan tidur, bangun terlalu pagi dan tidak bisa lagi kembali tidur, serta bangun tidur dan merasa sangat lelah.

Ternyata penyebab insomnia dapat terjadi akibat faktor psikologis, Moms. Yuk, simak selengkapnya faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan kesulitan tidur di malam hari tersebut!

1. Depresi

Penyebab insomnia faktor psikologis - depresi.jpg

Insomnia dan depresi telah menjadi keluhan yang sangat umum di masyarakat. Penyebab insomnia ini dialami oleh banyak orang. Jika Moms depresi maka rentan untuk mengalami insomnia. Begitu pula sebaliknya, kesulitan tidur pun dapat berdampak pada rasa depresi.

"Sampai saat ini, insomnia biasanya dipandang sebagai gejala depresi. Segera obati depresi yang dirasakan, sehingga masalah tidur pun akan hilang," kata Michael L. Perlis, MD, Profesor Psikiatri dan Direktur Behavioral Sleep Medicine Program di University of Pennsylvania.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Menghilangkan Kantung Mata

2. Rasa Cemas dan Takut

Penyebab insomnia faktor psikologis - cemas.jpg

Kecemasan adalah respons alami tubuh terhadap stres, di mana Moms merasa khawatir atau takut tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Moms perlu mewaspadai gangguan kecemasan ini jika perasaan cemas yang dirasakan sudah berlebihan atau ekstrem, bertahan hingga 6 bulan atau lebih, serta mengganggu kehidupan dan hubungan Moms dnegan orang lain sehari-hari.

Kecemasan menyebabkan masalah tidur, dan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kecemasan. Jika Moms merasa mengalami kecemasan, insomnia atau keduanya, bicarakan langsung dengan dokter. Diagnosis menyeluruh akan membantu untuk mengatasinya.

3. Gangguan Bipolar

Penyebab insomnia faktor psikologis - bipolar.jpg

Seseorang yang mengalami bipolar akan mengalami perubahan mood yang ekstrem, dari merasa tertekan dan depresi hingga mengarah ke perilaku mania atau kondisi aktif yang tak terkendali.

Ketika akan memasuki fase mania, bisa saja pengidap bipolar tidak bisa tidur berhari-hari tanpa merasa lelah pada hari berikutnya. Penyebab insomnia karena bipolar dialami tiga dari empat orang dengan gangguan tersebut.

Kurang tidur yang berlangsung lama akan berakibat pada mood yang berubah-ubah hingga akhirnya terasa sakit, lelah, tertekan, kesulitan konsentrasi, bahkan beresiko tinggi kecelakaan yang berakibat pada kematian.

Baca Juga: 5 Obat Alami untuk Mengatasi Susah Tidur

4. Panic Attack

Penyebab insomnia faktor psikologis - panic attack.jpg

Jangan menganggap enteng ketika Moms mempunyai kecendrungan cepat panik dan pernah mengalami serangan panik, ya. Panick attack dapat menyebabkan kondisi yang tidak nyaman, seperti sesak napas, pusing, hingga jantung berdegup lebih cepat.

Serangan panik pun dapat terjadi ketika malam saat tidur. Karena itu orang dengan serangan panik akan merasa takut untuk tidur hingga menjadi salah satu penyebab insomnia

Baca Juga: 7 Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari

Cara Mengatasi Insomnia

pain-and-insomnia.jpg

Cara mengatasi permasalahan insomnia akibat faktor ini tentu dengan mengobati masalah psikologis yang Moms hadapi.

Jika masalah tersebut sudah teratasi, insomnia bisa berkurang bahkan hilang dengan sendirinya. Kualitas tidur Moms pun akan semakin membaik.

Moms perlu meluangkan waktu untuk berkonsultasi dengan ahli medis atau psikolog mengenai masalah yang Moms hadapi. Biasanya nanti Moms akan mendapatkan proses terapi, baik berupa terapi perilaku kognitif atau terapi obat.

Obat-obatan telah terbukti mempersingkat waktu yang dibutuhkan orang dengan insomnia untuk tidur. Sedangkan terapi perilaku kognitif untuk insomnia juga telah terbukti efektif.

Terapi perilaku bertujuan mendorong proses berpikir yang lebih positif dan realistis. Dengan terapi kognitif akan mendorong kebiasaan tidur yang lebih baik seperti tidur di waktu yang sama di malam hari dan menghilangkan gangguan selama tidur.

(DI/ERN)

Artikel Terkait