NEWBORN
31 Juli 2019

Apa Penyebab Jerawat pada Bayi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Bayi juga bisa jerawatan lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Dina Vionetta

Jerawat bayi memang suatu kondisi kulit yang sangat umum terjadi. Jerawat ini biasanya muncul beberapa minggu setelah kelahiran.

Bentuknya terlihat mirip dengan jerawat yang ada pada kulit remaja, yakni berupa benjolan putih atau merah yang terkadang dikelilingi oleh kulit kemerahan.

Bagian tubuh bayi yang biasanya ditumbuhi jerawat adalah pipi dan terkadang juga tumbuh di dahi, dagu, atau bahkan punggung.

Jerawat juga mudah muncul saat bayi demam atau rewel, maupun saat kulitnya terpapar air liur, gumoh, atau kain yang agak kasar atau dicuci menggunakan detergen yang terlalu kuat untuk kulit bayi.

Mari kita kenali lebih lanjut tentang jerawat bayi lewat ulasan di bawah ini!

Apa Saja Penyebab Jerawat Bayi?

shutterstock 91736246

Penyebab jerawat pada bayi masih belum dapat teridentifikasi dan termasuk sebagai kondisi kulit yang umum.

Jerawat bayi didefinisikan sebagai benjolan merah berukuran kecil atau jerawat yang muncul di area wajah maupun tubuh bayi.

Biasanya, jerawat pada bayi akan hilang dengan sendirinya, bahkan tidak membutuhkan pengobatan khusus.

Namun, kondisi ini tidak bisa disamakan dengan milia yang merupakan benjolan putih kecil di wajah bayi, karena milia tidak berhubungan dengan jerawat bayi.

Sementara itu, jika Moms sedang mengonsumsi obat tertentu selama menyusui, atau Si Kecil harus minum obat tertentu, kemungkinan obat tersebut juga bisa memicu munculnya jerawat bayi.

Dalam beberapa kasus, bayi juga bereaksi terhadap produk perawatan kulit, khususnya produk yang berminyak dan berpotensi menyumbat pori-pori.

Baca Juga: 6 Cara Mencegah Jerawat pada Anak

Cara Mengatasi Jerawat Bayi

shutterstock 1029035752

Moms harus melakukan dua langkah sederhana dalam mengatasi jerawat bayi pada Si Kecil. Adapun langkah yang dimaksud tersebut yaitu:

1. Identifikasi Tipe Jerawat Si Kecil

Sebelum Moms mengatasi jerawat yang muncul pada wajah bayi, kenali terlebih dahulu tipe jerawatnya.

Umumnya, jerawat bayi muncul dalam tiga bulan pertama setelah kelahiran dan berlangsung tidak lebih dari beberapa bulan.

Lebih tepatnya muncul antara usia 3 hingga 6 bulan dan hilang saat usianya 1 atau 2 tahun.

2. Lakukan Perawatan yang Tepat

Untuk mengatasi jerawat pada wajah bayi, Moms harus rutin mencuci wajah si kecil setiap hari menggunakan sabun bayi yang lembut.

Jika jerawat semakin parah atau Moms melihat adanya gejala yang tidak wajar, segera hubungi dokter. Biasanya dokter akan meresepkan pengobatan topikal atau antibiotik oral.

Baca Juga: Apa Saja Gejala Intoleransi Gluten pada Balita dan Cara Mengatasinya?

Do’s dan Don’ts Dalam Menangani Jerawat Bayi

shutterstock 530793970

Berikut ini merupakan beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam menangani jerawat bayi:

1. Jangan menggosok wajah bayi yang berjerawat karena jerawat bayi tidak disebabkan oleh kotoran.

Faktanya, terlalu sering mencuci wajah bayi justru semakin mengiritasi kulitnya. Cukup bersihkan sekali sehari menggunakan sabun bayi yang lembut dan air.

2. Jangan menggunakan obat jerawat yang dijual bebas.

3. Jangan mengaplikasikan lotion berminyak pada kulit Si Kecil, karena bisa memicu jerawat semakin memburuk.

Sebagai gantinya, krim tertentu yang tidak berminyak bisa membantu menangani jerawat pada bayi.

Jika menggunakannya, pantau reaksi kulit bayi dan hentikan penggunaan jika kondisi kulit buah hati justru memburuk.

3. Segera hubungi dokter jika jerawat tidak hilang dalam waktu lebih dari 4 hingga 6 bulan, karena bisa jadi Si Kecil sebenarnya mengalami gangguan hormonal.

Baca Juga: Ternyata Jerawat pada Bayi Bisa Muncul Kapan Saja, Mengapa?

Terlepas dari berbagai upaya dalam mengatasi jerawat bayi, Moms harus selalu bersabar. Mengingat jerawat pada bayi tidak akan mengganggunya sedikitpun, jadi cobalah untuk tidak membiarkan jerawat itu mengganggu Moms. Setuju?

(RGW)

Artikel Terkait