KESEHATAN
4 Maret 2020

6 Penyebab Tumit Pecah-pecah yang Tidak Banyak Diketahui

Pecah-pecah di kaki yang Moms alami mungkin terlihat kecil untuk saat ini, tetapi hati-hati karena kondisi ini bisa berubah menjadi lebih parah jika tidak diatasi
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Kaki pecah-pecah khususnya bagian tumit adalah kondisi kaki yang umum. Selain itu kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan rasa sakit. Seringkali, satu-satunya masalah dari tumit pecah-pecah adalah perihal penampilan.

Namun, dalam beberapa kasus, kondisinya bisa parah jika retakan mulai menyebabkan rasa sakit atau mulai terinfeksi.

Survei National Foot Health Assessment menemukan bahwa 20% orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kulit yang retak di kaki mereka. Ini dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Akan tetapi, tampaknya lebih sering memengaruhi wanita daripada pria.

Catherine Moyer, DPM, Dokter Spesialis Anak di Pennsylvania, AS, mengatakan bahwa pada beberapa kasus, kulit kering hanya terjadi pada area kaki seperti tumit atau telapak.

"Kulit kering juga dikenal sebagai xerosis. Ini dapat menyebabkan gejala seperti gatal, ruam kulit, atau bahkan rasa sakit dan infeksi sekunder," katanya seperti dikutip dari Very Well Health.

Baca Juga: 9 Mitos tentang Cacar Air yang Tidak Terbukti

Penyebab Tumit Pecah-pecah

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang penyebab tumit pecah-pecah yang wajib Moms ketahui, agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menangani masalah ini.

1. Disebabkan Kondisi Medis

Kondisi Medis

Foto: rd.com

Diabetes, hipotiroidisme dan malnutrisi adalah beberapa kondisi medis yang umumnya membuat kulit kering, termasuk menjadi penyebab tumit pecah-pecah.

Selain itu, kondisi yang menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dalam menyerap nutrisi dan cairan seperti penyakit crohn atau penyakit seliaka, juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan asam lemak esensial.

Kekurangan vitamin A dalam makanan atau asam lemak esensial tertentu, seperti asam alfa-linolenat (ALA) dan asam gamma-linoleat (GLA), juga bisa menjadi penyebab yang mendasarinya.

2. Sepatu Hak Tinggi Bisa Menjadi Pemicu

Sepatu Hak Tinggi

Foto: medicaldaily.com

Apakah Moms sadar bahwa sepatu hak tinggi memiliki tekanan sekitar 15 kali lebih banyak daripada tekanan dari kaki gajah?

Jika kaki Moms sakit setelah menghabiskan hari kerja dengan sepatu hak tinggi, pertimbangkanlah fakta kecil itu! Sebab tekanan sepatu hak tinggi ini bisa menjadi penyebab kaki pecah-pecah, lho.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Radang Tenggorokan dan Infeksi Tenggorokan

3. Variasi Suhu

perbedaan-temperatur.jpeg

Foto: aedsuperstore.com

Paparan terhadap suhu yang sangat bervariasi pasti dapat membuat retakan pada kulit sehingga membuat tumit pecah-pecah.

Pada musim dingin, kaki pecah-pecah disebabkan suhu dan kelembapan udara yang rendah dan harus beradu dengan suhu hangat buatan.

Pada kondisi lain, lingkungan di dalam sepatu bisa menjadi sangat panas atau kadang-kadang lebih dari 48 derajat C.

Perubahan panas dan kelembapan mengakibatkan hilangnya air dari kulit dan akhirnya mengakibatkan penebalan lapisan atas kulit.

4. Alas Kaki yang Salah

sepatu saat hujan (3)

Foto: travelfashiongirl.com

Sepatu tanpa punggung kaki yang tepat, sandal terbuka, serta jenis alas kaki yang serupa, dapat menyebabkan atau memperburuk retakan atau kaki yang pecah-pecah.

Hal ini dikarenakan hanya sedikit yang bisa menahan bantalan lemak di tumit kaki, tempat ketika tekanan diberikan padanya.

Hal ini menyebabkan peningkatan tonjolan lateral pada jaringan lemak dan meningkatkan tekanan pada kulit kering yang menebal di sisi tumit.

Baca Juga: 3 Cara Alami untuk Atasi Kulit Kaki Kering dan Pecah-Pecah

5. Berdiri dalam Waktu Lama

Berdiri Terlalu Lama

Foto: mykidstime.com

Ketika seseorang sering berdiri untuk waktu yang sangat lama di lantai yang keras, hal itu dapat menjadi sumber penyebab pecah-pecah.

Risiko ini dapat diminimalkan dengan menggunakan alas kaki yang empuk di tumit dan area sol untuk memberikan dukungan tambahan. Sebaliknya, sepatu bersol tipis dapat memperburuk masalah.

Selain itu, kelebihan berat badan dapat mendorong gejala-gejala tersebut karena peningkatan berat badan juga dapat meningkatkan tekanan pada bantalan lemak normal di bawah tumit kaki

6. Usia

usia.jpg

Foto: bioidenticalhormonemd.com

Anak-anak yang memiliki dermatitis atau eczema, biasanya akan mengalami tingkat kelembapan yang tinggi pada kulit kaki mereka.

Biasanya, kondisi ini diikuti oleh pengeringan kulit yang cepat. Siklus basah-kering yang berulang menyebabkan tumit pecah-pecah.

Sementara pada orang lanjut usia, perubahan hormon dan metabolisme dari waktu ke waktu menurunkan pergantian sel kulit.

Penuaan juga bisa menghasilkan penebalan lapisan terluar kulit yang dikenal sebagai stratum corneum.

Seiring bertambahnya usia, bantalan lemak pelindung di telapak kaki semakin menipis. Hilangnya bantalan ini di tumit dan bola kaki dapat meningkatkan stres kulit, yang menyebabkan kaki yang pecah dan kapalan.

Seseorang yang kakinya pecah-pecah, harus secara teratur menggosok daerah kulit keringnya tersebut menggunakan batu apung atau yang serupa.

Batu seperti itu mampu untuk mengelupas kulit mati dan dengan demikian mengurangi ketebalan pada jaringan epitel di kaki.

Langkah selanjutnya adalah menggunakan pelembap kulit berbasis minyak setiap harinya.

Baca Juga: Kulit Kering? Atasi dengan 5 Masker Wajah Alami Ini!

Pelembap dapat mengandung keratolitik untuk menghilangkan kulit mati atau zat penahan air seperti urea, untuk mengembalikan kelembapan pada kulit.

Terakhir, penderita kulit pecah-pecah juga harus menghindari penggunaan sepatu atau alas kaki bersol tipis yang tidak memberikan dukungan yang tepat pada bantalan lemak di tumit.

(RIE/ERW)

Artikel Terkait