TRIMESTER 1
5 Februari 2020

3 Penyebab Keputihan saat Hamil Muda, Wajib Dipahami!

Peningkatan estrogen juga jadi penyebab keputihan saat hamil muda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kehamilan memang membahagiakan, sekaligus membingungkan. Membahagiakan karena tidak lama lagi, Moms akan memiliki buah ahti yang didambakan.

Tapi membingungkan karena perubahan-perubahan yang terjadi bisa jadi normal, bisa juga tidak. Nah, salah satu perubahan ibu hamil adalah munculnya keputihan, yang dapat bervariasi seperti ketebalan, frekuensi, dan konsistensi.

BerdasarkanInternational Research Journal of Pharmacy, keputihan normal dikenal sebagai leukorea, tipis, bening, atau putih susu dan berbau ringan.

Perubahan keputihan dapat dimulai sedini atau dua minggu setelah pembuahan, bahkan sebelum Anda melewatkan menstruasi.

Baca Juga:Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Tanda Haid

Saat kehamilan Moms berlanjut, keputihan ini biasanya menjadi lebih terlihat, dan ini merupakan yang terberat pada akhir kehamilan Anda. Anda mungkin ingin mengenakan panty liner tanpa wewangian. Hindari tampon selama kehamilan.

Penyebab Keputihan saat Hamil Muda

Meskipun mungkin itu adalah hal normal, Moms mungkin beratanya-tanya apa penyebab keputihan saat hamil muda? Apakah hal tersebut berbahaya? Dan bagaimana penanganannya?

Sebelum Moms tambah bingung, yuk simak ulasan mengenai penyebab keputihan saat hamil muda di bawah ini.

1. Peningkatan Estrogen

Hormon Estrogen.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab keputihan saat hamil yang pertama adalah karena adanya peningkatan estrogen. Saat Moms tengah hamil muda, peningkatan kadar estrogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke area panggul.

Lebih banyak aliran darah merangsang selaput lendir tubuh, yang menyebabkan peningkatan keputan pada awal kehamilan dan seterusnya.

Menurut artikel keluaran Obstetrics and Gynecology International, keputihan saat hamil muda memiliki peran penting yaitu mengeluarkan sel-sel mati dari vagina, melindungi jalan lahir dari infeksi dan menjaga keseimbangan bakteri dalam vagina.

2. Progesteron Vagina

Progesteron.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab keputihan saat hamil yang selanjutnya adalah adanya progesteron pada vagina. Moms, dalam beberapa kasus ibu hamil perlu mengonsumsi progesterone yang membantu mengentalkan lapisan rahim serta mempertahankan kehamilan.

Hal ini dapat membuat gumpalan yang tidak diserap dan terlihat seperti cairan yang tidak biasa keluar dari vagina.

3. Infeksi Vagina

Infeksi vagina

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab keputihan saat hamil yang selanjutnya adalah infeksi vagina. Apabila vagina mengeluarkan aroma tak sedap atau aneh, merasa gatal atau sakit, nyeri saat buang air kecil, segera hubungi dokter karena gejala ini dapat menunjukkan infeksi vagina.

Keputihan yang normal dan sehat biasanya memiliki tekstur yang tipis, jernih atau putih susu juga tidak berbau. Apabila keputihan Anda tidak menunjukkan gejala normal, kunjungi dokter.

Baca Juga:Jangan Remehkan Keputihan Saat Hamil, Ini Dampaknya

Tips Mengatasi Keputihan saat Hamil Muda

keputihan saat hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Ada juga beberapa hal yang harus diingat Moms mengalami keputihan saat hamil muda sesuai dari saran American Pregnancy Association:

  • Mandilah secara teratur dan kenakan celana dalam dengan cotton liner yang bisa bernapas. Menjaga agar tetap bersih dan kering di sana membantu menjaga keseimbangan bakteri untuk mencegah infeksi vagina.
  • Kenakan pembalut atau panty liner. Ini menyerap kelebihan pembuangan dan dapat membantu Anda merasa lebih nyaman. Hindari tampon, yang bisa memasukkan kuman ke dalam vagina Anda.
  • Hindari douche. Douching dapat mengganggu keseimbangan alami mikroorganisme di vagina Anda dan menyebabkan vaginosis bakteri.
  • Jangan repot-repot dengan tisu. Vagina Anda membersihkan diri sendiri! Tisu dapat mengubah pH dalam saluran genital Anda, meningkatkan risiko infeksi. Jika Anda benar-benar harus memiliki "perasaan bersih," pilih tisu yang aman untuk pH dan bebas dari alkohol dan bahan kimia.

Sementara itu, menurut Whattoexpect.com, Moms harus menghubungi dokter bila:

  • Cairan berwarna kekuningan, kehijauan atau tebal dan ganas
  • Vagina Anda memiliki bau busuk atau amis
  • Bagian dalam vagina dan/atau vulva Anda terbakar atau gatal
  • Itu terbakar ketika Anda buang air kecil
  • Seks yang menyakitkan

Baca Juga:Adakah Bahaya Keputihan Saat Hamil Tua? Yuk, Simak Penjelasannya

Anda mungkin mengalami infeksi (seperti infeksi ragi yang diinduksi kehamilan atau bacterial vaginosis), kemungkinan terkait dengan perubahan keseimbangan ragi dan bakteri di vagina.

Dokter Anda dapat meresepkan perawatan, seperti obat antijamur atau antibiotik, untuk mengembalikan keseimbangan yang tepat di sana dan membersihkan gejala Anda.

Lalu, karena keputihan selama kehamilan dapat membuat pakaian dalam Moms berantakan, yakinlah bahwa hal itu sangat normal dan memiliki tugas mulia untuk melindungi Anda dan Si Kecil dalam kandungan.

Artikel Terkait