BALITA DAN ANAK
21 November 2019

5 Penyebab Luka Bakar pada Balita yang Perlu Diwaspadai

Ternyata bukan hanya karena api lho Moms
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Walau sering diidentikkan dengan api, di sekeliling kita sebenarnya masih banyak penyebab luka bakar pada balita lainnya yang harus diwaspadai lho, Moms.

Berbeda penyebab luka bakar pada balita akan berbeda pula waktu pulih dan perawatannya, tapi semuanya bisa menimbulkan gejala seperti luka bakar yang disebabkan oleh api.

Penyebab Luka Bakar pada Balita

Supaya Moms bisa melakukan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, perhatikan dulu berbagai penyebab luka bakar pada balita berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: Balita Tercebur Panci Air Panas di Ponorogo, Ini 5 yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Luka Bakar

1. Suhu Panas

Selain Api, Ketahui 5 Penyebab Luka Bakar Pada Balita 1.jpg

Foto: Wavemag.ca

Seperti dijelaskan dalam situs Stanford Health Care, luka bakar paling sering terjadi akibat tubuh terkena sumber panas eksternal, sehingga mengakibatkan kematian jaringan sel.

Jenis suhu panas yang bisa jadi penyebab luka bakar pada balita di antaranya adalah:

  • Suhu panas kering seperti api.
  • Suhu panas basah seperti uap atau air panas.
  • Objek yang sedang dalam kondisi panas seperti setrika, wajan, atau besi.

Menurut American Academy of Pediatrics, langkah pertama untuk mengatasi luka bakar pada balita adalah secepat mungkin, rendam luka bakar dalam air dingin.

Jangan ragu untuk mengalirkan air dingin di atas luka bakar cukup lama untuk mendinginkan area dan meredakan rasa sakit segera setelah cedera. Jangan gunakan es pada luka bakar karena mungkin menunda penyembuhan.

Juga, jangan menggosok luka bakar; itu bisa meningkatkan lepuh.

2. Zat Kimia

penyebab luka bakar pada balita.jpg

Menurut University of Pittsburgh Medical Center, zat kimia yang bersifat iritan keras atau asam juga bisa menjadi penyebab luka bakar pada balita.

Moms perlu ekstra hati-hati, karena berbagai zat kimia penyebab luka bakar pada balita juga sering ada dalam produk rumah tangga yang digunakan sehari-hari. Misalnya saja klorin, bleach atau pemutih, amonia, cairan baterai, serta cairan pembersih ekstra kuat.

Langkah pertama untuk mengatasi luka bakar akibat zat kimia adalah dengan meletakkan luka di bawah air mengalir selama setidaknya 10 menit. Bila terkena mata, maka harus dilakukan cuci mata selama setidaknya 20 menit untuk menghilangkan jejak zat kimia.

Baca Juga: Ini Perawatan Luka Bakar yang Tepat Dilakukan untuk Si Kecil

3. Gesekan

Selain Api, Ketahui 5 Penyebab Luka Bakar Pada Balita 3.jpg

Foto: Nzherald.co.nz

Luka bakar bisa juga terjadi akibat gesekan terus menerus antara kulit dengan permukaan lain maupun gesekan kuat antara kulit dengan permukaan keras. Contohnya saat balita terjatuh dari sepeda dan kulitnya bergesekan dengan aspal.

Dalam situs University of Pittsburgh Medical Center dijelaskan kalau sebagian besar kasus luka bakar akibat gesekan pada balita adalah luka bakar tingkat pertama, yang bisa sembuh dalam waktu tiga sampai enam hari.

4. Aliran Listrik

Selain Api, Ketahui 5 Penyebab Luka Bakar Pada Balita 4.jpg

Foto: Jdpelectric.net

Selain bisa menyebabkan tersetrum, aliran listrik kuat yang mengalir melalui tubuh juga bisa menjadi penyebab luka bakar pada balita lho, Moms.

Sebagian besar luka bakar akibat terkena aliran listrik pada balita terjadi akibat sentuhan antara kulit dengan kabel yang terkelupas. Luka bakar akibat tegangan listrik rendah juga bisa terjadi pada mulut jika Si Kecil menggigit atau mengunyah kabel.

Untuk mencegahnya, sembunyikan dan amankan semua kabel serta pastikan semua stop kontak yang berada dalam jangkauan balita sudah dipasangi pengaman ya, Moms.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Ringan yang Harus Diketahui

5. Radiasi

Selain Api, Ketahui 5 Penyebab Luka Bakar Pada Balita 5.jpg

Foto: Maternityglow.com

Moms pasti sudah tahu, kalau radiasi sinar ultraviolet bisa menyebabkan luka bakar ringan hinga parah pada kulit balita.

Namun, melakukan terapi radiasi berenergi tinggi dalam jangka panjang juga ternyata bisa merusak kulit dan menyebabkan timbulnya luka seperti luka bakar.

Waktu pemulihan luka bakar akibat radiasi biasanya bergantung pada kecepatan regenerasi sel kulit, yang bisa memakan waktu hingga beberapa minggu untuk luka bakar ringan dan sampai beberapa bulan untuk luka bakar yang lebih serius.

Apapun penyebab luka bakar pada balita, Moms sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter untuk diberikan penanganan profesional agar tidak terjadi infeksi atau kerusakan kulit yang lebih parah.

Nah, apa Moms punya pengalaman dalam menangani luka bakar balita?

(WA)

Artikel Terkait