3-5 TAHUN
14 Februari 2020

Maag pada Anak, Apa Penyebabnya?

Cegah maag pada anak dengan mengenal dan menghindari penyebabnya
Artikel ditulis oleh Dona
Disunting oleh Intan Aprilia

Jika Si Kecil sering mengeluhkan sakit di bagian abdomen yang umumnya terjadi di pagi hari, lalu sering merasa mual, dan bahkan sampai kehilangan nafsu makannya, coba periksakan ke dokter anak karena kemungkinan, Si Kecil mengidap penyakit maag.

Maag pada anak memang jarang terjadi apalagi untuk anak usia balita. Akan tetapi, beberapa bisa terjadi bahkan sampai menyebabkan heartburn atau munculnya sensasi perih dan panas di area dada.

Maag pada anak atau sering juga disebut sebagai dyspepsia ini sering dianggap enteng. Tidak jarang anak dengan keluhan seperti di atas hanya diberikan obat-obatan umum yang sering kita lihat di iklan televisi. Padahal Moms, maag pada anak salah satu penyebabnya bisa juga karena mengkonsumsi obat-obatan yang salah.

Baca Juga: 5 Pencegahan Agar Anak Tidak Kena Sakit Maag

Maag kronis seringkali disebut juga sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung yang naik hingga kerongkongan. Yang terparah, jika maag pada anak tidak ditangani dengan baik juga bisa berujung pada kematian.

Tentunya kita sebagai orang tua tidak menghendaki itu terjadi ya Moms. Dikutip dari 700 Children’s Blog berjudul What to Do in Your Child Complains of Heartburn pada laman Nationwide Children’s Hospital, ada banyak pengobatan yang bisa menyembuhkan maag pada anak.

Tetapi, lagi-lagi tindakan pencegahan lebih baik daripada melakukan pengobatan. Maka dari itu, kita harus mengetahui penyebab maag pada anak untuk bisa menghindarinya terjadi.

Penyebab maag pada anak dibagi menjadi dua kategori yaitu penyebab umum dan masalah pada sistem pencernaan.

Penyebab Maag pada Anak

Maag pada Anak, Apa Penyebabnya 1.jpg

Foto: ckphu.com

Salah satu yang sering ditemukan dokter saat mendiagnosis maag pada anak adalah kesalahan pada makanan yang dikonsumsi anak seperti misalnya makanan yang pedas, tinggi lemak, bersifat asam atau bahkan terlalu berserat.

Makanan yang terlalu berminyak juga bisa menjadi penyebab maag.

Wendy Anderson, MD, anggota Section of Primary Care Pediatrics di Nationwide Children’s Hospital Ohio mengatakan, “Saat ini banyak sekali anak-anak yang menyukai makanan yang pedas. Makanan seperti saus pedas, keripik pedas, dan cemilan pedas seringkali termasuk di daftar makanan anak-anak yang mengalami maag kronis.”

Makanan seperti kentang goreng, chicken nugget, saus tomat adalah makanan yang paling sering ditemukan pada diet anak dengan penyakit maag.

Penyebab umum maag pada anak lainnya adalah terlambat makan.

Pada dasarnya lebih baik jika anak makan dengan porsi yang cukup, namun sering dan teratur daripada sekali makan dengan porsi banyak tapi melewati waktu makan selanjutnya karena alasan masih kenyang.

Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu dan kurang istirahat juga dapat menyebabkan maag pada anak.

Baca Juga: Sering Mengeluh Sakit Perut, Apakah Mungkin Balita Sakit Maag?

Masalah pada Sistem Pencernaan

Maag pada Anak, Apa Penyebabnya 2.jpg

Foto: healthychi.com

Maag pada anak juga bisa disebabkan oleh adanya masalah lain pada sistem pencernaan anak (gastrointestinal tract).

Dilansir dari Kids Health, infeksi bakteri dari Helicobacter pylori menjadi salah satu penyebab masalah pada sistem pencernaan yang mengarah pada maag.

Gastritis atau radang dan luka dinding lambung juga bisa menyebabkan maag pada anak. Penyakit lain yang menjadi salah satu penyebab maag pada anak adalah irritable bowel syndrome atau penyakit yang menyerang usus besar.

Penyakit ini menyebabkan nyeri pada perut, kembung, gas, konstipasi, dan diare. Melemahnya otot lambung (gastroparesis) juga menyebabkan maag pada anak karena kinerja sistem pencernaan menjadi terganggu.

Sistem pencernaan yang melambat ini menyebabkan penyakit asam lambung yang berujung pada maag.

Baca Juga: Berikut 3 Cara Mengobati Sakit Maag pada Anak

Ingat ya Moms, mencegah maag pada anak lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, perhatikan penyebab di atas agar anak terhindar dari maag.

Artikel Terkait