2-3 TAHUN
14 September 2019

Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Juling Pada Anak

Bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Bayi yang baru lahir dan masih sensitif, memiliki banyak masalah baik pada tubuhnya maupun bagian lainnya. Salah satu masalah yang mungkin terjadi pada anak adalah mata juling.

Salah satu bentuk umum mata yang tidak selaras, disebut exotropia. Eksotropia, atau walleye, terjadi ketika mata berbalik ke luar. Ini paling sering terjadi ketika seorang anak fokus pada objek yang jauh.

Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak agar Tetap Cemerlang

Eksotropia dapat terjadi pada siapa saja dari waktu ke waktu, namun kondisi ini biasanya ini biasanya didiagnosis sejak dini. Selain itu, ketika anak sedang melamun, lelah, atau sakit juga bisa mengalami kondisi ini.

Kondisi mata ini menyumbang hingga 25 persen dari semua ketidakselarasan mata pada anak-anak. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, yuk simak penjelasan tentang mata juling pada anak di bawah ini Moms.

Apa Penyebab Mata Juling Pada Anak?

mata juling pada anak

Mengutip dari Healthline, eksotropia terjadi ketika ada ketidakseimbangan pada otot mata atau ketika ada masalah koordinasi antara otak dan mata. Terkadang kondisi kesehatan, seperti katarak atau stroke, dapat menyebabkan ini terjadi.

Menurut dr. Junaedi, dokter spesialis mata RS Pondok Indah – Puri Indah, mata juling pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Anak!

  • Kelainan congenital, yaitu disebabkan kelainan yang terjadi pada trimester pertama kehamilan di masa janin.
  • Kelainan refraksi (kacamata), yaitu kelainan yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan amblyopia, deprivasi yang berujung pada mata juling.
  • Trauma, infeksi, dan penyakit lainnya juga bisa menyebabkan gangguan otot-otot pada bola mata yang menyebabkan kondisi mata juling.

Akan tetapi, sekitar 30 persen anak-anak dengan kondisi ini memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

Ketika tidak ada riwayat keluarga, penyakit, atau kondisi yang dapat diidentifikasi, dokter tidak yakin apa yang menyebabkan strabismus seperti eksotropia bisa terjadi.

Dampak Mata Juling Pada Anak

mata juling pada anak

Mata juling pada anak dapat menyebabkan komplikasi. Misalnya anak merasa sakit kepala, mengalami masalah dalam membaca, ketegangan pada mata, pandangan yang kabur, dan visi 3-D yang buruk.

“Mata juling dapat mengganggu penglihatan si kecil disertai penglihatan ganda atau diplopia, yaitu sakit kepala,” ujar dr. Junaedi.

Rabun jauh juga umum terjadi pada orang dengan kondisi ini. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Ophthalmology, lebih dari 90 persen anak-anak dengan eksotropia intermiten menjadi rabun ketika berusia 20 tahun.

Baca Juga: Mata Anak Sering Berair, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Mengatasi Mata Juling Pada Anak

mata juling pada anak

Namun demikian, mata juling bisa disembuhkan dan akan lebih optimal apabila terdeteksi lebih dini, seperti:

  • Menggunakan kacamata, yang membantu mengoreksi jarak dekat atau rabun jauh, sehingga membantu menjaga mata tetap lurus.
  • Latihan mata, dokter kita mungkin menyarankan berbagai latihan mata untuk meningkatkan fokus.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penularan Sakit Mata

Mengutip dari Advanced Eye Center, eksotropia biasanya diobati dengan operasi penyesuaian ketegangan otot-otot mata dengan pembiusan umum.

Tujuan dari operasi adalah untuk mendapatkan mata yang cukup lurus sempurna sehingga sulit untuk melihat penyimpangan residual.

Pembedahan biasanya cukup berhasil, karena sebagian besar anak-anak dengan kondisi tersebut memiliki penglihatan binokular.

Artikel Terkait