PERNIKAHAN & SEKS
27 Februari 2019

Merasa Kesepian Dalam Pernikahan? Ini 6 Penyebabnya

Kesepian setelah menikah tidak selalu berasal dari pasangan, peristiwa atau hubungan masa lalu dalam hidup juga bisa menjadi penyebabnya
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Menikah memang berarti bahwa seseorang akan memiliki teman seumur hidup, berbagi rasa sakit, kepedihan, rahasia dan tentunya kebahagiaan.

Namun, banyak dari kita yang merasa kesepian dalam pernikahan. Apakah Moms salah satunya? Moms terntunya bingung kenapa masih ada rasa kesepian dan hampa padahal sudah memiliki pasangan hidup. 

Menurut Guy Winch, Ph.D., psikolog sekaligus penulis buku How to Fix a Broken Heart, rasa kesepian dalam hubungan ini dapat memengaruhi kesehatan kita.

"Selain kesengsaraan emosional yang diciptakan, juga berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik kita," ujar Winch.

Untuk bisa mengatasinya, Moms harus tahu beberapa penyebab yang memicu rasa kesepian dalam pernikahan. Mari simak ulasannya!

Baca Juga: Waspada! Ini 7 Tanda Suami Narsis dan Cara Menghadapinya

1. Kekerasan Dalam Rumah Tangga

kdrt1

Seringkali terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan ini dapat berupa fisik, mental, maupun verbal. 

Kebanyakan pasangan mungkin merasa dirinya adalah sosok yang kuat sehingga sering menindas dan membuat pasangan ketakutan.

Pelecehan psikologis dan emosional ini memang terkesan biasa, namun menjadi awal dari kerusakan sebuah rumah tangga dan rasa kesepian dalam pernikahan.

2. Kesibukan Masing-masing

Alasan utama perceraian adalah jadwal sibuk pasangan. Moms dan pasangan begitu sibuk dengan karir atau dengan masalah keluarga, sehingga hampir tidak punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama.

Hal ini menciptakan ruang hampa dan waktu memperlebar celah itu. Ketika Moms sedang sendirian, rasa kesepian itu akan semakin kuat. 

Baca Juga: 5 Resolusi Suami Istri untuk Pernikahan yang Langgeng dan Bahagia

3. Keinginan Akan Dukungan Emosional

kdrt2

foto: plus.google.com

Keinginan akan dukungan emosional akan dirasakan ketika misalnya Moms sedang sakit parah dan merasa khawatir.

Namun, pasangan tidak berusaha untuk meredakan kecemasan atau dia tidak mengakui rasa sakit yang Moms alami.

Ketika tidak ada koneksi emosional, tidak ada ruang untuk dukungan emosional. Dan ketika Moms tahu tidak akan mendapatkannya dari suami, Moms pun lebih suka diam daripada bercerita.

4. Jarang Berhubungan Seksual

Kapan terakhir kali Moms berhubungan intim secara fisik dengan pasangan? Cubitan nakal atau ciuman hangat tidak hanya untuk tubuh tetapi untuk pikiran juga.

Semakin jarang Moms melakukannya, semakin lebar jarak antara suami dan istri. "Singkatnya, kita kehilangan cinta dan kasih sayang tetapi tetap dalam pernikahan," tutur Winch. 

Baca Juga: 5 Cara Menyelesaikan Konflik dalam Hubungan

5. Kurang Waktu Bersama

kdrt3

foto: shutterstock.com

Dalam rumah tangga, Moms mungkin selalu dikelilingi oleh anak-anak atau anggota keluarga lainnya.

Atau bisa juga keluarga begitu besar, sehingga tidak ada waktu untuk mengambil beberapa waktu pribadi dengan pasangan.

Kebanyakan pasangan yang merasakan hal ini kemudian menyerah karena mencoba dan gagal.

6. Pengalaman Dari Masa Lalu

Kesepian setelah menikah tidak selalu berasal dari pasangan. Peristiwa atau hubungan masa lalu dalam hidup juga bisa menjadi penyebabnya.

Menurut penelitian, kesepian juga bisa merupakan hasil dari depresi atau persoalan dengan orang tua atau saudara kandung, serta hubungan masa lalu Moms dengan mereka.

Jangan anggap sepele rasa kesepian dalam pernikahan, segeralah mencari penyebab dan menemukan solusinya bersama-sama pasangan.

Psikiater Dr. Gail Saltz menyarankan untuk menunjukkan kebutuhan Moms akan kasih sayang atau quality time bersama suami.

"Jika suamimu tidak memegang tanganmu, maka ambil tangannya. Beri dia perhatian dan interaksi yang sama seperti yang kamu inginkan. Semakin spesifik kamu menunjukkan kebutuhan akan kasing sayang atau sentuhan, semakin besar kemungkinan kamu akan mendapatkannya," jelasnya. 

Jangan gengsi Moms, karena mungkin suami tidak mengerti dan tidak menangkap sinyal-sinyal yang diberikan. Berkomunikasilah secara terbuka agar rasa kesepian bisa diatasi bersama. 

(MDP)

Artikel Terkait