BALITA DAN ANAK
18 Mei 2020

3 Penyebab Muntaber pada Anak, Moms Wajib Tahu!

Bisa jadi karena Si Kecil jajan jajanan yang tidak bersih
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Muntaber (muntah berak) pada anak merupakan hal yang sering kita temui. Si Kecil bisa secara tiba-tiba terserang muntaber, tanpa alasan yang jelas.

Dilansir dari University of Rochester Medical Center, Muntaber atau yang dikenal juga dengan kolera, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Anak Moms bisa terkena muntaber jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri penyebab.

Baca Juga: Apakah Sakit Perut Merupakan Tanda Usus Buntu pada Anak?

Muntaber sendiri meruakan masalah kesehatan yang banyak terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Karena asam lambung dan saluran pencernaan dapat membunuh bakteri penyebab muntaber, maka seringkali gejala muntaber pada anak tidak dikenali. Tetapi bakteri masih ada dalam tinja selama 7 hingga 14 hari. Selama waktu itu, mereka dapat menginfeksi orang lain.

Untuk mengatasi muntaber pada anak ini, ada baiknya kita mencari tahu dulu faktor penyebab muntaber pada balita. Yuk, disimak Moms.

Penyebab Muntaber pada Anak

Dilansir dari jurnal U.S. National Library of Medicine, kolera atau muntaber adalah infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri yang disebut vibrio cholerae. Bakteri ini menyebabkan diare berair yang dapat terjadi dari tingkat ringan hingga sangat parah. Sejak 1817, penyakit ini telah menyebar dari Asia ke sebagian besar dunia.

Kolera memang jarang ditemukan di Amerika Serikat tetapi jika Moms dan keluarga bepergian ke negara berkembang, anak mungkin akan terkena penyakit ini dengan air minum atau memakan makanan seperti masakan mentah atau setengah matang yang terkontaminasi dengan bakteri vibrio cholerae.

Berikut ini ada beberapa penyebab umum muntaber pada anak.

Baca Juga: Botol Susu Si Kecil Bebas Bakteri, Ini 7 Langkah Menyiapkannya!

1. Air dan Makanan yang Terkontaminasi

penyebab muntaber pada balita

Penyebab muntaber pada anak yang pertama adalah air dan makanan yang terkontaminasi. Bakteri penyebab muntaber pada balita biasanya disebarkan melalui rute "fecal-oral”, yaitu melalui makanan atau air minum yang telah terkontaminasi dengan kotoran yang mengandung bakteri tersebut.

Bakteri mencari tumpangan untuk keluar dari tubuh di dalam kotoran manusia atau diare, jadi jika seseorang yang terinfeksi pergi ke kamar mandi dan tidak mencuci tangannya sebelum menyentuh makanan atau bersentuhan dengan sumber air, ia dapat menyebarkannya kepada orang lain.

2. Lingkungan

penyebab muntaber pada balita

Penyebab muntaber pada anak yang selanjutnya adalah lingkungan. Selain sumber air minum dan makanan yang terkontaminasi, bakteri yang penyebab muntaber pada balita juga dapat hidup di perairan pantai, terutama di sekitar khatulistiwa dan di daerah tropis. Makanya tidak jarang menempel pada kerang.

Kuman-kuman ini akan mati dalam proses memasak, tetapi jika Moms memakan kerang yang terkontaminasi secara mentah atau tidak dimasak dengan baik, dipastikan akan terinfeksi. Namun, kebanyakan disebabkan oleh sanitasi yang buruk.

Baca Juga: Lingkungan Kotor Turunkan Risiko Alergi dan Asma pada Bayi

3. Lingkungan Perawatan Kesehatan

penyebab muntaber pada balita

Penyebab muntaber pada anak yang selanjutnya adalah lingkungan perawatan kesehatan. Kadang-kadang, petugas kesehatan yang merawat balita yang terkena muntaber dapat bersentuhan dengan bakteri, terutama ketika menangani sampel tinja atau kontak lain dengan kotoran.

Namun, hal ini bukan sumber yang umum untuk wabah seperti pada makanan atau air yang terkontaminasi.

Itulah beberapa penyebab muntaber pada anak. Menurut WHO, muntaber pada balita harus diwaspadai ketika pasien berusia 5 tahun atau lebih mengalami dehidrasi parah atau meninggal karena diare air akut. Atau pada pasien berusia 2 tahun atau lebih mengalami diare berair akut.

Artikel Terkait